Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Kerajaan Sulawesi Tengah Kepulauan Banggai
Kerajaan Banggai
- 18 Januari 2018
Kerajaan Banggai, adalah sebuah kerajaan di Indonesia yang terletak di bagian semenanjung timur pulau Sulawesi dan Kepulauan Banggai. Kerajaan ini pada awalnya hanya meliputi wilayah Banggai kepulauan, namun kemudian disatukan dengan wilayah Banggai daratan oleh Adi Cokro.
 
Bukti bahwa kerajaan Banggai sudah di kenal sejak zaman Majapahit dengan nama Benggawi setidaknya dapat di lihat dari tulisan seorang pujangga Majapahit yang bernama Mpu Prapanca dalam bukunya, "Nagarakretagama" bertarikh caka 1478 atau tahun 1365 Masehi, yang dimuat dalam seuntai syair nomor 14 bait kelima sebagai berikut:
 
"Ikang Saka Nusa-Nusa Mangkasara, Buntun Benggawi, Kuni, Galiayo, Murang Ling."
 
Daftar Raja Banggai
  1. 1648 - 1689 Benteng Paudagar
  2. 1689 - 1705 Balantik Mbulang
  3. 1795 - 1728 Kota Abdul Gani
  4. 1728 - 1753 Bacan Abu Kasim
  5. 1753 - 1768 Mondonu Kabudo
  6. 1768 - 1773 Padongko Ansyara
  7. 1773 - 1809 Dinadat Mandaria
  8. 1809 - 1821 Galila Atondeng
  9. 1821 - 1827 Sau Tadja
  10. 1827 - 1847 Tenebak Laota
  11. 1847 - 1852 Bugis Agama
  12. 1852 - 1858 Jere Tatu Tanga (Jere Dg.Masikki)
  13. 1858 - 1870 Banggai Soak
  14. 1870 - 1882 Raja Haji Labusana Nurdin
  15. 1882 - 1900 Raja Haji Abdul Aziz
  16. 1900 - 1922 Raja Haji Abdul Rahman
  17. 1922 - 1925 Majelis Perwalian Banggai
  18. 1925 - 1939 Raja Haji Awaluddin (lahir 1939)
  19. 1939 - 1941 Raja Nurdin Daud-Pemangku Tomundu
  20. 1959 - 14 Agustus 2005 perantaraan
  21. 14 Agustus 2005 - 27 Januari 2010 Iskandar Zaman Awaluddin (lahir 1960 - wafat 2010)
  22. 27 Januari 2010 - 28 Januari 2010 Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (pertama kali)
  23. 27 Januari 2010 - 28 Januari 2010 Muhammad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman (lahir 1993 - wafat 2010)
  24. 28 Januari 2010 - Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (kedua kali)
 
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banggai

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
"Provinsi Papua" beralih ke halaman ini
- -
-

"Provinsi Papua" beralih ke halaman ini Identitas Kuliner Papua, yang secara administratif merujuk pada Provinsi Papua dengan ibu kota di Jayapura, merupakan entitas geografis dan budaya yang berbeda dari pulau Papua secara keseluruhan [S1]. Dalam konteks kuliner, provinsi ini tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki khazanah makanan tradisional yang unik dan sarat makna, yang menjadi identitas penting bagi masyarakatnya [S2]. Kekayaan kuliner ini merepresentasikan sejarah panjang, cara hidup, serta kearifan lokal yang mengakar kuat dalam keseharian masyarakat Papua [S2][S5]. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap penyebutan lokal spesifik untuk keseluruhan "masakan Papua" sebagai sebuah kategori tunggal, karena keragaman etnis dan bahasa di wilayah ini sangat tinggi. Identitas kuliner Papua tidak dapat dilepaskan dari konteks geografis dan ekologisnya. Sumber-sumber yang ada secara konsisten menekankan bahwa sejarah kuliner Papua ber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d Identitas dan Asal-Usul Angklung adalah alat musik tradisional yang secara fisik berupa rangkaian tabung-tabung bambu yang menghasilkan bunyi ketika digoyangkan [S2], [S6]. Sumber-sumber primer secara konsisten menunjuk Jawa Barat sebagai daerah asal alat musik ini, khususnya dalam lingkup budaya masyarakat Sunda [S3], [S6], [S7], [S8]. Keunikan identitasnya tidak hanya terletak pada material bambu dan cara memainkannya yang digetarkan, tetapi juga pada struktur tabung yang dirangkai dalam satu bingkai sehingga menghasilkan harmoni bunyi kolektif [S2], [S8]. Akar historis angklung telah ada jauh sebelum pengaruh Hindu dan sistem kerajaan masuk ke Nusantara [S3]. Pada masa pra-modern, fungsi utamanya bukan sebagai hiburan, melainkan sebagai instrumen sakral dalam ritual pertanian masyarakat Sunda untuk memohon kesuburan padi [S2], [S8]. Informasi ini memperkuat posisi an...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d Identitas dan Asal-Usul Angklung adalah alat musik tradisional yang secara fisik berupa rangkaian tabung-tabung bambu yang menghasilkan bunyi ketika digoyangkan [S2], [S6]. Sumber-sumber primer secara konsisten menunjuk Jawa Barat sebagai daerah asal alat musik ini, khususnya dalam lingkup budaya masyarakat Sunda [S3], [S6], [S7], [S8]. Keunikan identitasnya tidak hanya terletak pada material bambu dan cara memainkannya yang digetarkan, tetapi juga pada struktur tabung yang dirangkai dalam satu bingkai sehingga menghasilkan harmoni bunyi kolektif [S2], [S8]. Akar historis angklung telah ada jauh sebelum pengaruh Hindu dan sistem kerajaan masuk ke Nusantara [S3]. Pada masa pra-modern, fungsi utamanya bukan sebagai hiburan, melainkan sebagai instrumen sakral dalam ritual pertanian masyarakat Sunda untuk memohon kesuburan padi [S2], [S8]. Informasi ini memperkuat posisi an...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia
- -
-

Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Alat musik ini dikenal sebagai instrumen petik yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan. Sejarah Sasando dapat ditelusuri hingga abad ke-7, menjadikannya salah satu warisan budaya yang kaya dan berharga bagi masyarakat Rote [C1][C2]. Sasando memiliki bentuk yang sederhana, menyerupai tabung panjang yang terbuat dari bambu, dengan senar yang direntangkan di atasnya, serta dilengkapi dengan wadah anyaman daun lontar [C3][C4]. Keunikan Sasando terletak pada cara pembuatannya dan suara yang dihasilkan. Penyangga di tengah tabung memberikan nada yang berbeda pada setiap petikan dawai, menciptakan melodi yang lembut dan khas [C5]. Selain itu, bentuknya yang menyerupai alat musik petik lainnya, seperti gitar dan kecapi, memberikan identitas tersendiri bagi Sasando dalam konteks musik tradisional Ind...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Alat musik ini dikenal sebagai instrumen petik yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan. Sejarah Sasando dapat ditelusuri hingga abad ke-7, menjadikannya salah satu warisan budaya yang kaya dan berharga bagi masyarakat Rote [C1][C2]. Sasando memiliki bentuk yang sederhana, menyerupai tabung panjang yang terbuat dari bambu, dengan senar yang direntangkan di atasnya, serta dilengkapi dengan wadah anyaman daun lontar [C3][C4]. Keunikan Sasando terletak pada cara pembuatannya dan suara yang dihasilkan. Penyangga di tengah tabung memberikan nada yang berbeda pada setiap petikan dawai, menciptakan melodi yang lembut dan khas [C5]. Selain itu, bentuknya yang menyerupai alat musik petik lainnya, seperti gitar dan kecapi, memberikan identitas tersendiri bagi Sasando dalam konteks musik tradisional Ind...

avatar
Kianasarayu