Tari kebo kinul adalah kesenian rakyat yang lahir di Genengsari, Polokarto, Sukoharjo. Sejak 2020, tari kebo kinul sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dari Sukoharjo, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Nama Kebo Kinul memiliki arti dari kata 'kebo' yang berarti kerbau sebagai hewan yang menjadi pembantu petani dalam mengelola lahan sawah serta menjadi lambang kesuburan panen. Sedangkan kata 'kinul' berasal dari kata 'kinthul' yang artinya menyertai.
Tarian ini tercipta ketika pada zaman dahulu masyarakat di Desa Genengsari mengalami suatu kondisi yang membuat hasil pertanian menjadi buruk dengan sebab yang belum jelas. Akhirnya, ditemukan penyebab dari kondisi tersebut yaitu si Kebo Kinul. Sosok ini awalnya menjadi penjaga dari tanaman-tanaman di desa tetapi karena keberadaannya merasa tak dihargai karena keserakahan manusia, akhirnya bersama hama ia pun memutuskan merusak tanaman warga.
Melihat adanya peristiwa ini, tokoh masyarakat setempat yaitu Kyai Pethuk turun tangan. Ia melakukan negosiasi dengan Kebo Kinul. Mulanya memang tak berjalan lancar, tapi sang kyai pun akhirnya meminta pertolongan kepada Tuhan. Selain itu, Kyai Pethuk saat itu juga mengeluarkan keris pusakanya. Akhirnya, kebo Kinul pun tunduk. Tapi, ia meminta syarat agar diberikan sesajen dan warga harus melakukan selamatan saat panen tiba.
Maka tidak heran jika di masa silam, tari Kebo Kinul kerap dipentaskan ketika panen raya. Tujuannya adalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala rahmat yang terus dilimpahkan kepada masyarakat sehingga hasil panen bisa melimpah dan berkelanjutan tanpa adanya gangguan. Dapat dikatakan pula bahwa tarian Kebo Kinul sangat menggambarkan kehidupan masyarakat agraris di Sukoharjo.
Tarian jenis ini awalnya jarang diketahui oleh masyarakat luas bahkan oleh masyarakat asli Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut terjadi karena tarian kebo kinul termasuk tarian yang jarang ditampilkan. Namun beberapa tahun terakhir tarian kebo kinul kerap ditampilkan di acara-acara besar pemerintah Kabupaten Sukoharjo sehingga dapat dinikmati dari generasi ke generasi hingga saat ini. Bahkan tarian ini pernah dipentaskan di luar negeri juga, seperti dari Swiss, Belanda, Perancis, hingga Jerman.
Dalam penampilannya, tarian ini diperankan oleh beberapa penari yang menggunakan kostum jerami layaknya orang-orangan sawah. Dengan perkembangan tari kebo kinul yang terus mengikuti zaman, mulai dari riasan, gerakan, busana, hingga konsep pertunjukannya. Namun, ini tidaklah mengubah pakem asli yang menjadi khas dari tarian ini.
Referensi : https://jatengprov.go.id/beritadaerah/tari-kebo-kinul-warisan-budaya-tak-benda-indonesia-dari-sukoharjo/
GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...
Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...
SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.