Sayembara Ulasan Entri PDBI
- 3 April 2024 - direvisi ke 2 oleh Admin Budaya pada 18 Juni 2024

ADA YANG BARU!

Program baru dari #SayembaraPDBI tengah hadir bagi kalian yang ngaku suka budaya nusantara dan suka ngonten! Mari berpartisipasi dalam program #SayembaraPDBI dengan mengikuti langkah-langkah dan peraturan sebagai berikut.

LATAR BELAKANG

Tentang Perpustakaan Digital Budaya Indonesia

Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) merupakan platform komputasional untuk preservasi budaya tradisional secara partisipatif. PDBI diharapkan mampu menjadi referensi online dan rumah bagi jutaan artefak Budaya Indonesia yang kurang mendapatkan perhatian dan karenanya, sangat minim diketahui oleh ilmu pengetahuan. PDBI akan terus menghimpun informasi baik tentang keragaman artefak tradisional maupun kreasi turunannya. PDBI diperuntukkan bagi dan menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia sebagai media untuk menggali, mengapresiasi, dan menjaga ketahanan kebudayaan tradisional Indonesia sebagai bentuk #TransformasiDigitalBudaya.

Referensi budaya yang terpadu dan komprehensif juga dapat mendorong peningkatan penelitian-penelitian budaya. Selain itu basis data budaya tradisi Nusantara juga akan sangat bermanfaat untuk mendorong pengembangan inovasi ekonomi kreatif berbasis kekayaan budaya. Latar belakang inilah yang memotivasi kami untuk membangun PDBI di laman www.budaya-indonesia.org pada akhir tahun 2007. Situs ini berusaha untuk mengumpulkan data kebudayaan secara partisipatif, dengan melibatkan peran serta publik. Beragam data kebudayaan dikumpulkan, mulai dari alat musik, cerita rakyat, motif kain, lagu, arsitektur, naskah kuno, dan lain sebagainya. Hingga saat ini telah terkumpul lebih dari 50 ribu data kebudayaan.

BRIEF SAYEMBARA

Berikut adalah hal-hal yang menjadi brief dari Sayembara Ulasan Entri PDBI:

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM

  • Peserta terbuka untuk umum;
  • Peserta DIWAJIBKAN memiliki akun di Perpustakaan Digital Budaya Indonesia dan setidak-tidaknya telah submit minimal 1 (satu) entri data budaya;
  • Karya asli milik sendiri dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain atau dipublikasikan;
  • Data entri budaya yang dijadikan sumber ada dalam situs Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (budaya-indonesia.org);
  • Video wajib menyertakan tangkapan layar situs Perpustakaan Digital Budaya Indonesia;
  • Durasi minimal 30 detik dan maksimal 180 detik;
  • Peserta dapat mengirimkan karya sebanyak-banyaknya, namun hanya dapat memenangkan 1 kali dalam 1 periode sayembara;
  • PDBI berhak me-repost karya peserta sewaktu-waktu dengan menyertakan credit;
  • Peserta WAJIB follow akun TikTok dan Instagram @budayaindonesiaorg dan @enigmapusaka, serta tidak mengunci akun media sosialnya;
  • Video narasi entri tidak mengandung unsur SARA dan plagiarisme;
  • Video narasi entri tidak diperbolehkan melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun.

PENDAFTARAN, UNGGAH, DAN PENGUMPULAN KARYA

  1. Unggah karyamu pada media sosial TikTok (utama) dan/atau media sosial lainnya (opsional) sesuai tanggal periode, mention akun @budayaindonesiaorg dan @enigmapusaka dan sertakan hashtag #PDBI #EnigmaPusaka #EnigmaPusakaIndonesia #TransformasiDigitalBudaya
  2. Daftarkan diri dan unggah URL karyamu pada tautan berikut: s.id/EntriPDBI
    • Nama Lengkap
    • Domisili Saat Ini
    • Tanggal Lahir
    • Jenis Kelamin
    • Alamat Email
    • Nomor Handphone
    • Username akun di PDBI
    • Media Sosial (TikTok dan Instagram)
    • URL Video Karya

PENILAIAN DAN PENJURIAN

  1. Kriteria Pemenang
    • Kelengkapan unsur resensi, ide/konsep menarik, storytelling, serta kualitas video dan audio. (60%)
    • Jumlah likes dan views terbanyak. (40%)
  2. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

PERIODE SAYEMBARA

  • Periode program: 17 Juni-17 Juli 2024
  • Pengiriman desain maksimal telah diterima oleh PDBI pada hari Rabu, 17 Juli 2024 pukul 23:59 WIB

PENGUMUMAN PEMENANG

Seluruh pemenang akan diumumkan pada akun TikTok dan Instagram Budaya Indonesia. Panitia akan menghubungi pemenang untuk pengiriman hadiah.

PENGHARGAAN

  • Total hadiah Pemenang adalah E-Wallet sebesar Rp1.500.000 untuk 3 orang pemenang (pajak ditanggung pemenang).
  • Pemenang sayembara berpeluang kerja sama dengan Budaya Indonesia untuk pengembangan branding

Catatan:

  • Peserta harus mengunggah video ulasan entri PDBI selambat-lambatnya pada tanggal 17 Juli 2024 pukul 23:59 WIB.
  • Peserta mengunggah video narasi karya desain ke platform TikTok masing-masing dengan menyertai caption hashtag #SayembaraPDBI #Ulasan3menit #TransformasiDigitalBudaya #PDBI #EnigmaPusaka #EnigmaPusakaIndonesia dan menandai akun TikTok @budayaindonesiaorg dan @enigmapusaka
  • Peserta diperbolehkan mengunggah hasil karya ke media sosial Instagram masing-masing sebagai bentuk partisipasi dalam #SayembaraPDBI #TransformasiDigitalBudaya dengan menandai akun Instagram @budayaindonesiaorg dan @enigmapusaka, serta akun 3 teman lainnya (akan ada poin tambahan).

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu