Sayembara Esai
- 17 Maret 2023 - direvisi ke 16 oleh Admin Budaya pada 11 Desember 2023

Dalam rangka menyambut tahun baru 2023 dan pergantian tagline Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, dengan ini, kami mengundang para desainer grafis yang tertarik, untuk ikut berpartisipasi dalam proses #SayembaraPDBI dengan mengikuti langkah-langkah dan peraturan sebagai berikut.

LATAR BELAKANG

Tentang Perpustakaan Digital Budaya Indonesia

Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) merupakan platform komputasional untuk preservasi budaya tradisional secara partisipatif. PDBI diharapkan mampu menjadi referensi online dan rumah bagi jutaan artefak Budaya Indonesia yang kurang mendapatkan perhatian dan karenanya, sangat minim diketahui oleh ilmu pengetahuan. PDBI akan terus menghimpun informasi baik tentang keragaman artefak tradisional maupun kreasi turunannya. PDBI diperuntukkan bagi dan menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia sebagai media untuk menggali, mengapresiasi, dan menjaga ketahanan kebudayaan tradisional Indonesia sebagai bentuk #TransformasiDigitalBudaya.

Referensi budaya yang terpadu dan komprehensif juga dapat mendorong peningkatan penelitian-penelitian budaya. Selain itu basis data budaya tradisi Nusantara juga akan sangat bermanfaat untuk mendorong pengembangan inovasi ekonomi kreatif berbasis kekayaan budaya. Latar belakang inilah yang memotivasi kami untuk membangun PDBI di laman www.budaya-indonesia.org pada akhir tahun 2007. Situs ini berusaha untuk mengumpulkan data kebudayaan secara partisipatif, dengan melibatkan peran serta publik. Beragam data kebudayaan dikumpulkan, mulai dari alat musik, cerita rakyat, motif kain, lagu, arsitektur, naskah kuno, dan lain sebagainya. Hingga saat ini telah terkumpul lebih dari 50 ribu data kebudayaan.

POKOK MASALAH

PDBI memiliki salah satu portal berita yang beralamatkan https://infobudaya.net. InfoBudaya merupakan platform yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda yang ingin menuangkan tulisannya mengenai budaya tradisional di Indonesia. Portal berita ini sudah ada sejak tahun 2015 dan terus dikembangkan. Saat ini sudah ada lebih dari 1000 tulisan dengan lebih dari 100 penulis yang berpartisipasi di dalamnya.

Dalam rangka merangkul kembali anak-anak muda untuk terus aktif menulis, PDBI mengadakan #SayembaraPDBI yang bertajuk Sayembara Esai. Sayembara ini menjadi salah satu cara PDBI untuk terus dekat dengan masyarakat. PDBI mengajak seluruh insan kreatif di Indonesia untuk menuangkan idenya dalam penulisan di InfoBudaya.

BRIEF SAYEMBARA

Berikut adalah hal-hal yang menjadi brief dari Sayembara Esai PDBI 2023:

SYARAT PESERTA:

  • Sayembara terbuka untuk umum dan hanya berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI);
  • Khusus untuk peserta perorangan;
  • Peserta tidak dipungut biaya;

KEBUTUHAN:

  • Karya esai yang merepresentasikan budaya tradisional yang inovatif, kreatif dan solutif sesuai dengan tema yang telah ditentukan

KETENTUAN SAYEMBARA:

  • Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan karya esai sebanyak-banyaknya;
  • Karya esai dapat merepresentasikan budaya tradisional yang inovatif, kreatif dan solutif sesuai tema utama yang telah ditentukan;
  • Karya esai belum pernah dipublikasikan atau belum pernah menjadi juara/sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
  • Karya esai merupakan karya asli atau orisinil dari penulis;
    • Karya esai bersifat objektif, tidak mengandung unsur SARA, dan didasarkan pada data dan fakta;
    • Karya esai dapat berupa hasil telaah pustaka maupun penelitian;
    • Penulisan dilakukan secara sistematis dan logis dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai PEUBI.
    • Karya esai mencerminkan unsur berikut (pilihan tema: Natal dan/atau Tahun Baru):
      • Keberagaman Agama dan Budaya dalam semangat Natal dan Tahun Baru ber-Bhinneka Tunggal Ika
      • PDBI menjadi platform perpustakaan transformasi digital budaya yang mudah diakses, dijangkau, dan digunakan oleh masyarakat.
    • Karya esai yang dikirim agar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
      • Orisinil, bukan tiruan atau plagiasi
      • Relevansi esai dengan tema yang diusung
      • Terdiri dari 300-400 kata
      • Singkat dan memilih segi-segi penting dari subjek maupun objek yang hendak ditulis
      • Berbentuk prosa, menggunakan komunikasi biasa dan menghindari penggunaan bahasa atau ungkapan figuratif
      • Tidak menyinggung SARA, kekerasan, dan pornografi
      • Tulisan disertai daftar pustaka atau sumber referensi
      • Menyertakan foto pendukung tulisan

PENGIRIMAN KARYA ESAI

Pengiriman karya esai agar dikirimkan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Membuat akun di https://infobudaya.net (lihat petunjuk di halaman lampiran). Abaikan tahap 1 jika sudah memiliki akun.
  2. Melakukan registrasi pada Formulir Peserta s.id/esaiPDBI dan memenuhi kelengkapan data yang diminta, di antaranya:
    • Nama Lengkap
    • Tempat Lahir
    • Tanggal Lahir
    • Jenis Kelamin
    • Alamat Email
    • Nomor Handphone
    • Username akun di InfoBudaya
    • Media Sosial (Instagram
  3. DM akun Instagram @budayaindonesiaorg dengan format: #SayembaraPDBI [Nama Lengkap] - [username akun InfoBudaya]
  4. Admin akan mengubah role peserta sebagai "Contributor" di InfoBudaya dan peserta dapat langsung menulis Karya Esai di laman post.
    • Karya esai agar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
    • Setiap peserta diperbolehkan mengikuti #SayembaraPDBI lebih dari 1 (satu) tema yang tersedia.
    • Setiap peserta diperbolehkan mengajukan karya esai sebanyak-banyaknya.
    • Karya Esai terdiri dari 300 hingga 400 kata.
    • Setiap karya esai diajukan melalui situs https://infobudaya.net (lihat petunjuk di halaman lampiran).
    • Mengunggah foto pendukung esai (jika ada) pada laman post https://infobudaya.net
  5. Karya esai yang sudah masuk dan diterima oleh PDBI, tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan.

PERIODE SAYEMBARA

  • Periode program: 11-22 Desember 2023
  • Pengiriman karya esai maksimal telah diterima oleh PDBI pada hari Jumat, 22 Desember 2023 pukul 23:59 WIB

PENGUMUMAN PEMENANG

Pemenang akan diumumkan melalui akun Twitter dan Instagram resmi milik Budaya Indonesia.

PENGHARGAAN

  • Total hadiah Pemenang adalah E-Wallet sebesar Rp300.000
  • Pemenang terpilih akan mendapatkan masing-masing satu buah Komik Sandi Nusantara dan/atau merchandise eksklusif dari Sandi Nusantara
  • Pemenang akan dipilih berdasarkan tema yang tersedia
  • Pemenang sayembara berpeluang kerja sama dengan Budaya Indonesia untuk pengembangan branding

Catatan:

  • Peserta harus mengunggah karya esai selambat-lambatnya pada tanggal 22 Desember 2023 pukul 23:59 WIB.
  • Peserta diperbolehkan mengikuti seluruh media sosial milik @budayaindonesiaorg dan ajak 3 teman lainnya mengikuti program #SayembaraPDBI (akan ada poin tambahan).

Info lebih lanjut, dapat dibaca di s.id/panduansayembaraesai

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Pesona Dari Barito Timur

Barito Timur adalah wilayah kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah. Kabupaten Barito Timur beribukota Tamiang Layang dan berbatasan langsung dengan Provinsi tetangga dari Kalimantan tengah, yaitu Kalimantan Selatan. Barito Timur memiliki semboyan "Jari Janang Kalalawah" yang artinya "Menjadi jaya selama-lamanya". Rata-rata suku yang mendiami di daerah Barito Timur adalah Dayak Ma'anyan dan Dayak Lawangan. Barito Timur memiliki banyak keunikan dan salah satu nya adalah Bundaran Simpang Tiga, Ampah. Keunikan nya sendiri menjadi ciri khas Barito Timur, yaitu titik dimana jalan antara 3 kabupaten saling bertemu, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Utara dan Ibu kota Kabupaten Barito Timur, Tamiang Layang. Banyak hal yang menjadi keunikan di Barito timur, maka dari itu hendaknya kita sebagai anak-anak penerus generasi bangsa menjaga keunikannya dan jangan sampai terlepas ke tangan yang salah.

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu