×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Legenda

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Barat

Asal Daerah

Jawa Barat

Sasakala Gunung Kendang

Tanggal 31 May 2021 oleh Mawar widya .

Dahulu kala ada seseorang yang bernama Ki Sutaarga. Ia berniat menyelenggarakan tontonan wayang. Peran yang diinginkan olehnya untuk di tampilkan, yaitu peran yang paling di larang oleh dalang.

Peran itu di tampilkan, tetapi tidak boleh sampai akhirnya. Karena jika sampai akhir biasanya selalu ada kejadian yang tidak diinginkan. Tapi Ki Sutaarga ngotot ingin tahu peranan itu sampai akhirnya. Walaupun harus bayar berapapun, bukan burung bayaran asal peranan itu di tampilkan sampai ke akhirnya.

Ki Dalang pun berkata “Baik akan di tampilkan sampai ke akhirnya, asal ongkosnya di bayar duluan?”. Tidak banyak cerita, Ki Sutaagra bayar atas permintaan dalang tersebut. Karena didorong dengan ongkos yang besar, diselenggarakan tontonan wayang yang sangat ramai.

Penyanyi yang akrab disapa Nyai Astrakembang yang bersinar terang, kalau kata anak-anak sekarang seperti enyoy-enyoyan, menyanyikan lagu-lagu yang sangat membahagiakan. Para penonton pun tiba dari suklakna dari siklukna.

Ramai sekali, mendengar suara sinden yang berputar sangat baik. Saat peranan hampir selesai mendekati fajar, tiba dua orang yang menggunakan pakaian seragam upas kabupaten. Upas itu menyampaikan perintah Bupati supaya dalang, sinden, nayaga dan gamelan sapuratina, membawa penghormatan kepada Bupati.

Katanya ditunggu sekali. Jadi dalang itu berjalan mondar - mandir memerintahkan ke teman - temannya untuk beres - beres. Ia pun memberitahu Ki Sutaarga jika ia dipanggil oleh Bupati. Mereka semua pun pergi di iringi oleh dua upas itu ke kediaman Bupati.

Jalannya lurus, perjalanan sungguh menyenangkan karena jalannya tidak membuat bingung. Ceritanya sekumpulan itu sudah sampai ke tempat yang di tuju. Setelah melewati beberapa penundaan yang tidak berarti mereka pun tiba di gedung Kabupaten, saat itu kebetulan hari sudah tertangkap siang hari.

Tapi aneh bin ajaib! Dua upas itu tidak ada, kabupaten pun bolong hilang tanpa sebab. Seluruh yang hadir pun musnah tidak tahu kemana hilangnya. Yang tersisa hanyalah gamelan - gamelan itu. Bahkan kasur yang digulung bekas alas duduk sinden, berubah jadi batu.

Hingga saat ini, gunung tersebut bernama Gunung Kendang. Di masa lalu setiap malam selasa dan jum'at kliwon selalu ada yang ramai - ramai seperti ada acara hiburan. Baik itu suara sinden penahan angin, suara budak yang parau, suara gamelan nangnengnong. Dipukul oleh suara kendang, dung plak dung, sangat jelas terlihat.

Diakhiri dengan suara goong, sorakan yang nyaring, yang mana sungguh memekakkan telinga. Banyak orang yang tertipu dari bagian selatan Gunung Kendang, seperti Cikareo, Bantarpeundeuy, dan lainnya. Siapa yang akan nonton pergi ke lokasi asal suara, menurutnya ada pekerjaan di desa Cibitung.

Orang lembur di Utara Gunung Kendang, mengatakan mereka menganggap wayang itu ada di Cikarosea atau Bantar Peundeuy. Yang melihat langsung pergi ke bawah menuju ke sebelah selatan. Berjalan berdampingan yang dari utara dan yang dari pasanggrok selatan, lalu saling bertanya di mana pekerjaan. Masing - masing bengong, tidak ada yang bisa menjelaskan.

Dan kemudian berbalik dengan enggan hati karena merasa dicurangi. Keanehan Gunung Kendang adalah formasi batuannya yang terlihat seperti kendang, goong, bidadari, roll, dan kasur gulung. Yang seperti gulungan kasur berlimpah ada empat belas, tribun berdiri. Itu seperti gulungan sepanjang satu setengah meter.

Gunung Kendang terletak di Desa Sukamukti, Kecamatan Cisompét, Kabupaten Garut, sebuah kompleks kehutanan yang dikenal dengan Blok Jagasatru.

Source : https://basasunda.com/dongeng-sunda-legenda-sasakala-jawa-barat/

DISKUSI


TERBARU


Panci Stainless

Oleh Jisung | 20 Jan 2022.
alat masak

Di kelasnya sendiri, peralatan masak dan produk persiapan makanan premium Saladmaster, dirancang dan dibuat dengan cermat oleh orang-orang luar biasa...

Peralatan Masak...

Oleh Jisung | 20 Jan 2022.
alat masak

Di kelasnya sendiri, peralatan masak dan produk persiapan makanan premium Saladmaster, dirancang dan dibuat dengan cermat oleh orang-orang luar biasa...

Tari Kecak Bali

Oleh Artawan | 15 Jan 2022.
Budaya

Tari kecak merupakan salah satu karya seni dari Bali yang dibuat oleh I Wayan Limbak penari asal Bali dan Water Spies seniman asal Jerman. Tarian kec...

Tirta Gangga Ka...

Oleh Artawan | 15 Jan 2022.
Budaya

Taman Air Tirta Gangga Bali sebagai peninggalan kerajaan karangasem, yang sekarang ini sebagai tempat wisata paling populer. Sejarah Tirta Gangga Kar...

Perkampungan Tu...

Oleh Sri sumarni | 17 Dec 2021.
Kawasan Adat

Bantaeng merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan, Bantaeng memiliki sejarah peradaban yang cukup tua di Sulawesi. Dilihat dari se...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...