Wonosobo merupakan salah satu kota kecil yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Kata Wonosobo sendiri merupakan kata yang diambil dari bahasa jawa, yaitu Wanasaba, yang memiliki arti “tempat berkumpul di hutan”. Memang benar, sejauh mata memandang, kota Wonosobo ini menampilkan pemandangan yang hijau. Kota yang memang sudah terkenal sebagai kota wisata dan tempat warga kota besar menghilangkan penat dari hiruk pikuk kota mereka. Sebagian besar wilayah kota Wonosobo merupakan dataran pegunungan, sehingga tak heran banyak potensi alam dan tradisional yang menjadi potensi wisata daerah ini. Salah satu potensi wisata terkenal yang dimiliki kota dingin ini adalah Pegunungan Tinggi Dieng. Pegunungan tinggi Dieng yang sering disebut dengan Negeri Diatas Awan ini sudah menjadi incaran bagi wisatawan dalam negeri hingga luar negeri. Bukan hanya keindahan alam saja yang disajikan, melainkan ritual-ritual dan tradisi yang masih melekat di daerah ini menjadi agenda tahunan para wisatawan.
Salah satu ritus atau ritual yang paling banyak diminati adalah ritual ruwat rambut gimbal. Ritual ini merupakan upacara pemotongan (cukur) rambut pada anak-anak berambut gimbal (gembel) yang dilakukakn oleh masyarakat setempat. Ritual ini dilaksanakan pada tanggal jawa yaitu satu suro, konon hal ini bertujuan untuk membersihkan atau membebaskan anak-anak berambut gimbal dari kesialan atau malapetaka. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa anak-anak berambut gimbal merupakan keturunan Kiai Kolodete atau titipan Kanjeng Ratu Kidul. Mereka juga percaya bahwa rambut gimbal hanya boleh dipotong bila anak yang bersangkutan sudah menghendaki/memintanya dan harus dilakukan melalui ritual ruwat atau ruwatan yang dipimpin tetua adat setempat. Uniknya, ruwatan ini hanya dapat dilakukan setelah orang tua memenuhi permintaan yang diajukan oleh sang anak. Konon jika pemotongan rambut gimbal tidak dilakukan melalui ritual sakral, rambut gimbal akan kembali tumbuh dan si anak cenderung sakit-sakitan.
Dibalik ritual ini, banyak permintaan lucu yang dibuat oleh para anak-anak kecil yang masih polos ini. Ada yang hanya meminta hal kecil seperti jajanan pasar, sebotol minuman kemasan, namun juga tidak jarang ada yang meminta emas hingga kerbau. Hal ini menjadi satu hal yang menggelitik para wisatawan yang memang sengaja datang untuk melihat ritual dan mengetahui apa saja permintaan-permintaan anak-anak tersebut.
Prosesi ruwat rambut gimbal ini dimulai dengan dikumpulkannya anak-anak yang akan diruwat serta segala sesuatu yang mereka minta di rumah tetua adat setempat. Kemudian anak-anak tersebut di arak keliling kampung pegunungan tinggi Dieng. Setelah itu mereka dibawa menuju Kompleks Dharmasala untuk melangsungkan ritual jamasan. Jamasan sendiri berasal dari kata jamas yang berarti cuci, mandi, atau membersihkan. Air yang digunakan untuk ritual ini diambil khusus dari Sendang Sedayu. Setelah anak-anak tersebut dimandikan, anak-anak dibawa menuju Kompleks Candi Arjuna untuk melakukan pemotongan rambut gimbal. Pemotongan rambut baru dapat dilakukan setelah tembang _Dandang Gula_ selesai dilantunkan. Biasanya orang yang memotong rambut adalah para sesepuh serta pejabat sekitar.
Seiring berjalanannya waktu, ritual ini sudah menjadi pertunjukan budaya yang sudah terkenal hingga manca negara. Sehingga tak heran, ritual ini menjadi salah satu agenda peting dalam Festival Budaya Dieng atau yang sering didengar _Dieng Culture Festival_. Festival ini merupakan agenda tahunan yang diadakan disekitar kompleks candi Dieng. Ritual ini bahkan sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016 sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia.
sumber : https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160807_majalah_pemotongan_rambut_gimbal
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...