Seni Pertunjukan
Seni Pertunjukan
Kesenian Jawa Timur Ponorogo
Reog Ponorogo
- 4 Mei 2023 - direvisi ke 6 oleh Haha_dianayu_21 pada 5 Mei 2023

Reog Ponorogo merupakan kesenian asli Ponorogo, Jawa Timur. Reog Ponorogo ini termasuk ke dalam warisan bersejarah Indonesia. Kata "Reog" sendiri berasal dari kata asli yaitu "Reyog", dimana pada masing-masing huruf tersebut memiliki makna tersendiri, "R" berarti "Roso kidung", "E" berarti "Engwang sukma adiluhung", "Y" berarti "Yang widhi", "O" berarti "Olah Kridaning Gusti" dan "G" berarti "Gelar gulung kersaning Kang Moho Kuasa" (Taufiqurokhman, 2018). Sajian kesenian ini meliputi penampilan tari bujang ganong, warok, dadak merak, singo barong, jathilan, Prabu Klono Sewandono. Iringan penampilan kesenian ini adalah gamelan jawa yang bakunya adalah terompet, gong, kendang, kenong yang dimainkan secara bersama-sama dan Selaras untuk mengiringi jalannya pentas seni Reog Ponorogo.

Kesenian reog ponorogo ini tidak lepas dari unsur mistik yang kental dengan daerah sekitar dan juga babad tanah Jawa. Maka dari itu, tidak heran apabila selama berjalannya kesenian tersebut terdapat orang yang kesurupan. Adapun tokoh adat atau juru kunci pengendali Reog Ponorogo tersebut melakukan jampi-jampi atau semacam ritual khusus. Selain selama proses berlangsungnya acara, kegiatan yang berhubungan dengan hal mistik tersebut juga dilakukan sebelum dan pasca pementasan dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dan memperlancar jalannya pementasan dengan tujuan meminta izin kepada leluhur dan pembabat wilayah sekitar.

Fun Fact atau keunikan dari kesenian Reog Ponorogo ini terletak pada dada merak, khususnya pada pemainnya sendiri. Di mana topeng dadak merak seberat 50 kg lebih tersebut diangkat dan dimainkan hanya dengan mengandalkan otot leher dan cengkraman dengan gigi saja. Hal tersebut jika dinalar secara logis, tidak mungkin bisa seorang manusia menopang berat yang melebihi berat badannya, terlebih hanya dengan mengandalkan kekuatan gigi saja. Maka dari itu, ritual khusus tersebut dilakukan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa dan leluhur untuk memperlancar jalannya acara.

Asal-usul reog Ponorogo ini sendiri berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat yaitu, berawal dari Raja Klono Sewandono dari Bantarangin yang ingin meminang Dewi Songgolangit dari Kediri. Namun usaha Prabu Klono Sewandono tersebut diganggu oleh Prabu Singo Barong dari Kediri, yang mana beliau juga ingin meminang Dewi Songgolangit. Konflik antara keduanya terjadi pada saat Prabu Klono Sewandono melakukan perjalanan menuju Kediri dan dicegat oleh Prabu Singo Barong beserta pasukan yang berupa singa dan burung merak yang bertengger di kepalanya. Sedangkan Prabu Klono Sewandono didampingi oleh wakilnya yaitu Patih Bujang Ganong dan Warok sebagai pendampingnya, maka terjadilah perkelahian dan dimenangkan oleh Prabu Klono Sewandono.

Tahun lalu kesenian reog ponorogo ini mendadak kontroversial karena pengakuan Malaysia atas Reog Ponorogo sebagai kesenian asli daerahnya. Sontak saja seniman dan penggemar khususnya Reog Ponorogo menjadi naik pitam dan berujung demo besar-besaran. Demo tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah hingga pusat untuk menyampaikan laporan pengklaiman budaya kepada UNESCO. Hal ini menjadi catatan bangsa Indonesia untuk lebih cinta dan melestarikan budaya asli daerah. Pada pementasan seni Reog Ponorogo pada dasarnya harus memiliki sokongan dana yang tidak sedikit. Hal ini mengingat alat, perlengkapan dan pemeliharaan alat pementasan yang juga tidak murah. Meskipun demikian, pementasan seni Reog Ponorogo ini sering dilakukan pada acara khusus pribadi (tanggapan) seperti hajatan atau acara khusus tahunan seperti "Grebeg Suro". Selain itu juga pada event tertentu, pementasan Reog Ponorogo ini dilakukan secara cuma-cuma yang berada di Alun-alun Ponorogo ataupun di pelataran gedung DPRD Ponorogo.

Referensi:

Wijayanto. H., & Kurnianto, R. (2018). Tentang Reog Ponorogo. Ponorogo: Unmuh Ponorogo Press.

https://www.kompasiana.com/rahayusawitri464/62a4a2c1fca4e43c76333482/klaim-budaya-reog-ponorogo-oleh-malaysia

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999