Permainan Tradisional
Permainan Tradisional
Budaya Jawa Timur Indonesia
Olahraga yang Sudah Jadi Budaya di Indonesia [Olahraga Tradisional]
- 21 September 2022

Ada yang masih ingat macam-macam olahraga tradisional Indonesia?

Sekarang, banyak permainan dan olahraga tradisional telah digantikan oleh modernisasi. Akhirnya banyak penerus bangsa yang bahkan tidak mengetahui tentang warisan budaya negara tersebut.

Olahraga tradisional adalah semua kegiatan olahraga yang telah diakui sebagai tradisi turun temurun dari suatu suku, suku, atau kelompok budaya tertentu di Indonesia.

Olahraga tradisional biasanya bergantung pada kekuatan, kelenturan, kecepatan dan ketepatan reaksi para pemainnya.

Mari mulai ajak si kecil belajar berbagai macam olahraga tradisional. Bahkan, beberapa di antaranya sudah resmi menjadi olahraga nasional dan internasional, lho!

Olahraga Tradisional Indonesia

Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya.

Bagaimana tidak, ada ratusan suku yang mendiami seluruh wilayah negara ini dari Sabang sampai Merauke, dan masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Tidak hanya menari, mainan, pakaian dan makanan, Indonesia juga memiliki beragam olahraga tradisional.

Pacu Jalur

Jika Anda berlibur ke Riau, sangat direkomendasikan untuk melihat salah satu olahraga tradisional yang terkenal dari Riau yaitu Pacu Path.

Olahraga tradisional arung jeram pada awalnya hanya diadakan di desa-desa di sepanjang Sungai Kuantan untuk merayakan hari besar Islam.

Seperti kelahiran Nabi Muhammad, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, Idul Fitri atau Tahun Baru di bulan Muharram.

Namun kini, trek tersebut juga sudah masuk dalam event tahunan nasional yang berlangsung setiap 23-26 Agustus.

Selain itu, lintasan balap juga menjadi salah satu cabang olahraga yang rutin dipertandingkan di ajang SEA Games.

Secara umum kapal yang digunakan di runway memiliki panjang 25-40 meter dan lebar 1,3-1,5 meter.

Setiap perahu bisa menampung 40-60 orang. Menariknya, perahu-perahu yang digunakan di landasan pacu dihiasi dengan dekorasi yang unik dan berwarna-warni.

Jemparingan

Di Yogyakarta, ada satu jenis olahraga tradisional yang dilestarikan secara turun temurun sejak abad ke-17, lho. Nama olahraganya adalah Jimbaran.

Olahraga ini sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Hamengkou Buono I.

Nah, berbeda dengan memanah pada umumnya yang dilakukan sambil berdiri, Jambaringan dilakukan dengan posisi jongkok.

Pemanah juga menembak tidak di depan mata, tetapi dengan menempatkan busur di depan perut.

Jadi bidikan didasarkan pada perasaan menembak. Siapa pun yang menembakkan panah paling banyak ke gawang adalah pemenangnya.

Jimbarangan tidak hanya dilihat sebagai olahraga tetapi juga kaya akan nilai-nilai tradisional dan filosofis. Ya, olahraga ini memiliki nilai kesatria.

Keempat nilai ksatria tersebut adalah sawiji yang berarti fokus, kekuatan yang berarti semangat, sengguh yang berarti percaya diri, dan ora mingkuh yang berarti rasa tanggung jawab.

Pencak silat

Pencak silat telah diakui oleh UNESCO (badan PBB yang fokus pada sejarah dan budaya) sebagai Warisan Sejarah Takbenda Indonesia.

Selain itu, olahraga tradisional ini juga diakui dunia olahraga internasional saat pertama kali dipertandingkan di Asian Games 2018.

Olahraga ini juga menjadi universal di dunia perfilman melalui karya Eko Uwais dan Yayan Rohyan yang dikenal dengan Mad Dog melalui The Raid.

Selain unsur olahraga, pencak silat juga mencakup aspek mental, spiritual, dan bela diri serta seni.

Gerakan dan pola pencak silat sangat dipengaruhi oleh berbagai unsur, seperti kesatuan tubuh dan gerakan sesuai dengan musik pengiring.

Istilah "pencak" lebih dikenal di Jawa, sedangkan nama "silat" lebih umum di Sumatera Barat.

Sebagai olahraga tradisional Indonesia, setiap daerah memiliki ciri khas gerakan, gaya, pengawalan, musik dan peralatan pendukung (kostum, alat musik, senjata).

Egrang

Egrang adalah olahraga yang menggunakan tongkat panjang yang fungsinya mirip dengan kaki. Olahraga tradisional Indonesia ini membutuhkan kekuatan fisik dan keterampilan.

Jadi, meskipun terdengar mudah, Anda mungkin harus berlatih beberapa kali sebelum menguasai permainan ini.

Sepak Takraw

Di dunia internasional, Sepak Takru dikenal sebagai olahraga khas di negara-negara Asia Tenggara, khususnya Malaysia.

Orang Indonesia baru mengenal olahraga tradisional ini ketika tim Sepak Takru Malaysia dan Singapura mengunjungi negara itu pada tahun 1970-an.

Namun nyatanya, Indonesia sudah mengenal jenis permainan ini sejak abad ke-15 dengan nama sepak bola.

Sepak takraw adalah permainan tradisional yang menggunakan bola yang terbuat dari rotan (takraw) di atas lapangan datar dengan jaring sebagai pembatas area dengan tim lawan seperti pada bulu tangkis.

Pemain dapat menggunakan seluruh bagian tubuh dalam olahraga ini, terutama kaki, kecuali tangan.

Olahraga tradisional Indonesia ini dimainkan secara beregu, setiap regu terdiri dari 3 orang.

Sepak takraw sudah sering dipertandingkan di event-event internasional, seperti SEA Games dan Asian Games.

Karapan sapi

Karapan sapi termasuk dalam kategori olahraga balap yang berasal dari daerah Madura.

Olahraga tradisional Indonesia ini mirip dengan pacuan kuda, tetapi menggunakan sapi dan dipraktikkan di lahan basah seperti sawah yang tidak ditanami.

Kunci dari olahraga ini adalah kepiawaian pembalapnya agar sapi bisa melaju secepat mungkin ke garis finis. Namun, tidak jarang permainan ini bergantung pada keberuntungan.

Bedil Jepret

Olahraga tradisional lainnya adalah Bedil Jepret yang biasa dimainkan anak-anak Sunda di sawah sambil menunggu orang tua menanam.

Nama senapan digunakan karena olahraga tradisional ini dimainkan dengan cara menembak seperti senapan.

Petik biasanya terbuat dari bambu kuning tua.

Cara membuatnya sangat sederhana. Mula-mula bambu dipotong sampai ujungnya, kemudian diberi rongga dengan panjang 15 cm dan lebar 5 cm.

Di bagian belakang, ditutupi dengan sebatang bambu, juga ada rongga untuk memasukkan bambu lempar.

Uniknya, peluncur ini juga terbuat dari bambu yang dipotong rata sehingga bisa dengan mudah ditekuk.

Kemudian, pemicu ini dapat memulai benih timah yang dimasukkan ke dalam bambu.

Jika dulu anak-anak menggunakan kerikil sebagai peluru, sekarang peluru yang digunakan adalah lencana. Sumber artikel seputar olahraga juga bisa anda https://rawrgame.com/ ya.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu