Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat Tasik Malaya
Mie Bakso Babat
- 27 Juni 2020

Mie bakso memang bisa ditemui di banyak tempat kuliner. Akan tetapi, mie bakso babat khas Tasikmalaya ini istimewa. Selain tekstur mienya yang lembut dan mulur, topping babatnya juga kenyal dan enak. Tak heran jika mie bakso babat ini menjadi salah satu makanan tradisional khas Tasikmalaya yang paling lezat. Di Tasikmalaya, mie bakso babat sangat mudah ditemukan. Kalian bisa membelinya di penjaja kuliner di pinggir jalan maupun di restoran. Menu makanan khas tasikmalaya ini sering menjadi menu andalan. Apa rahasia racikannya? Mie, bakso, serta kuah kaldu yang rasanya gurih dan segar.Apa yang menjadi ciri khas dari mie bakso babat Tasikmalaya ini? Salah satunya adalah mie yang warnanya putih. Bentuknya ada yang tipis, ada juga yang pipih lebar. Ada banyak penjual yang memproduksi mie sendiri. Bahan utamanya adalah tepung terigu serta telur. Tekstur mienya yang lembut & mulur membuatnya semakin lezat.Untuk masalah topping, ada beberapa pilihan. Misalnya adalah pangsit ataupun ceker. Namun babat masih menjadi topping paling spesial, yaitu babat jarit hitam. Babat tersebut direbus hingga aromanya tidak anyir serta terasa kenyal & enak. Warna hitam pada babat memang tidak dihilangkan agar tetap gurih. Coba deh diseruput bersamaan dengan mie dan kuah.Jalan-jalan ke Tasikmalaya? Sayang banget kalau tak mencoba makanan ini. Kalian bisa mendapati banyak penjaja mie bakso babat ini. Sebut saja Mie Bakso Ojo, Mie Bakso Firman, Mie Bakso Laksana, dll. Mie Bakso Laksamana sering dijadikan jujugan utama. Namun Mie Bakso Ojo sangat untuk karena menawarkan potongan kikil, sumsum dan tulang muda. Atau bisa juga mencari tempat lain yang menjajakan makanan super lezat ini. Dijamin mie bakso ini beda dengan mie bakso lain pada umumnya di kota-kota kalian.

Bahan-bahan yang diperlukan: Mie bakso babat. (Foto: Instagram/evagantini)

  • 2,5 ons babat rebus matang
  • 500 ml air
  • 1,5 ons daging sapi, dipotong kotak 2 cm
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis
  • 1 ons jamur merang, diiris tipis
  • 1/2 sendok makan kecap manis
  • 3/4 makan kecap asin
  • 1/2 sendok teh garam

Pelengkap:

  • 2 Batang daun bawang, diiris halus
  • 1/2 ond tongcai
  • 2 ons mi basah
  • 1 ons casim, diseduh
  • 1 ons taoge, diseduh

Bahan kaldu:

  • 500 ml kaldu ayam panas
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 2 siung bawang putih, dihaluskan
  • 2 1/2 sendok teh garam

Bahan sambal: Mie babat Tasik. (Foto: Instagram/miebasobabat_putratasik)

  • 2 siung bawang putih cincang
  • 4 buah cabai merah cincang 1 sendok makan saus sambal
  • 1/8 sendok teh cuka
  • 100 ml air
  • 1/2 sendok teh gula merah
  • 3/4 sendoh teh garam

Cara mengolah bahan:

  1. Tumis bawang putih dan jahe. Masukan babat, daging sapi, masak sampai berubah warna. Tambahkan jamur aduk rata
  2. Masukan kecap manis, kecap asin, garam, merica, dan air. Masak sampai matang dan kuah mengental
  3. Buat kaldu, tumis bawang putih dan merica dalam 2 sendok makan minyak goreng sampai harum. Masukan kaldu dan garam lalu didihkan.

https://merahputih.com/post/read/mie-babat-tasik-bikin-kepengin-lagi

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu