Biasanya ketika mendengar makanan berbahan dasar tempe, maka yang terdapat dalam bayangan kita adalah tempe yang digoreng hingga kering, memiliki tekstur yang renyah dan gurih, serta berukuran tidak terlalu lebar. Namun berbeda dengan makanan olahan tempe yang satu ini, yakni mendoan. Makanan khas daerah Banyumas yang satu ini justru digoreng setengah matang dan telah menjadi ciri khasnya. Mendoan memiliki tekstur yang luwes dan kenyal. Bahan baku yang digunakan sama seperti makanan olahan tempe pada umumnya. Namun, tempe mendoan memiliki ukuran yang lebih tipis dengan ketebalan hanya sekitar tiga inci.
Pembuatan dan penyajian mendoan tergolong cukup mudah. Tempe yang merupakan olahan dari fermentasi kacang kedelai ini dilumuri dengan adonan basah yang berisi tepung, bumbu, dan dicampur dengan air. Biasanya dalam adonan basah tersebut akan ditambahkan irisan daun bawang yang sudah menjadi ciri khasnya. Lalu tempe mendoan digoreng dalam minyak panas. Proses penggorengan tidak terlalu lama cukup hingga setengah matang saja. Setelah itu mendoan ditiriskan dan siap untuk dihidangkan. Penyajian mendoan sangat cocok jika dibarengi dengan cabe rawit atau sambal kecap.
Mendoan merupakan makanan yang berkembang dari masyarakat di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Nama mendoan berasal dari cara memasaknya, yakni mendo dalam bahasa jawa yang berarti setengah matang. Diciptakannya mendoan memiliki sejarah di dalamnya. Pada zaman dahulu mendoan dijadikan sebagai makanan cepat saji. Untuk mempersingkat waktu pembuatan, mendoan digoreng hanya setengah matang. Riwayat tempe mendoan konon ditemukan secara tidak sengaja. Konon ceritanya, makanan yang ingin dibuat adalah keripik. Dalam proses pembuatan keripik harus melewati dua proses tahap penggorengan. Namun, baru pada tahap penggorengan pertama ada orang yang ingin mencobanya. Hal itulah yang menjadi cikal bakal ditemukannya mendoan.
Tempe mendoan sudah ada dari satu abad yang lalu. Lalu pada tahun 1960-an mendoan mulai digunakan sebagai komoditas ekonomis yang dikelola secara komersial dalam bidang kepariwisataan. Sehingga mendoan mulai tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Bagi masyarakat Banyumas, mendoan bukan hanya dianggap sebagai makanan olahan tempe saja. Namun mendoan juga memiliki filosofi tersendiri yakni sebagai ciri dari orang Banyumas asli. Mendoan yang memiliki tekstur luwes dan kenyal mencerminkan sifat dari masyarakat Banyumas yang mampu dan berani untuk menyesuaikan diri dimanapun berada. Hingga pada tahun 2021, mendoan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Referensi
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...