Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Solo
Makna Simbolik Jenang Merah Putih Dalam Tradisi Nujuh Bulanan
- 4 Mei 2023 - direvisi ke 3 oleh Haha_akbarsyafanugraha_21 pada 4 Mei 2023

Ketika memasuki masa kehamilan bulan ke tujuh, banyak masyarakat percaya bahwa pada masa itu kita perlu meminta keselamatan dan kelancaran untuk sang ibu yang hendak melahirkan calon anaknya. Masyarakat Jawa biasanya menyebut kegiatan ini sebagai nujuh bulanan atau juga mitoni yang berasal dari kata ‘am’ dan ‘pitu’. ‘Am’ menunjukkan kata kerja, sementara ‘pitu’ berarti tujuh atau hitungan yang ke tujuh. Mitoni sendiri merupakan istilah tradisi dari Jawa Tengah yang terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan lainnya yaitu siraman, ganti pakaian, brojolan, dan slametan.

Saat menantikan kelahiran sang anak, tentunya keluarga mengharapkan agar sang anak dan keluarga dijauhkan dari bala, dihindarkan dari kesialan maupun keburukan. Harapan tersebut lah yang mengkontruksikan jenang merah putih sebagai sajen atau makanan simbolik saat slametan sebagai bentuk rasa syukur dihindarkan dari malapetaka.

Jenang merah putih memiliki berbagai macam jenis yang masing-masing jenang akan disajikan dalam wadah berbentuk kotak dari daun pisang, di antaranya yaitu:

  1. Jenang abang (merah) ialah jenang yang dibuat dari bubur beras ketan yang dipadukan dengan gula merah agar warnanya merah.
  2. Jenang putih ialah jenang yang terbuat dari bubur beras ketan dipadukan dengan santan kelapa.
  3. Jenang plirit, adalah jenang yang terbuat dari bubur beras ketan. Jenang ini diwadahkan di dalam takir (kotak yang dibuat dari daun pisang) separo jenang merah dan separo jenang putih.
  4. Jenang pupuk, adalah jenang merah dan jenang putih yang dibuat lingkaran dan ditempatkan kedalam takir (kotak yang terbuat dari daun pisang).
  5. Jenang baro-baro merupakan jenang putih yang ditaburi irisan gula merah dan parutan kelapa.
  6. Jenang palang, ialah jenang abang (merah) yang ditumpang silangan dengan jenang putih.
  7. Jenang pager ayu, ialah jenang kebalikan dari jenang pupuk, yaitu lingkaran sebelah dalam berwarna merah dan lingkaran luar berwarna putih.

Adapun jumlah tujuh macam jenang yang disajikan saat slametan juga mengandung makna bahwa orang yang diselamati kandungannya sudah berusia 7 bulan. Menurut kepercayaan Jawa bahwa bayi yang lahir akan bersama-sama dengan saudara gaibnya yang disebut sedulur papat lima pancer. Mereka ini adalah marmarti, kawah, ari-ari, getih, dan puser. Dalam proses persalinan itu, kawah (air ketuban) karena keluarnya lebih dahulu maka disebut sebagai kakak atau kakang (kakang kawah). Sedangkan ari-ari yang keluarnya setelah bayi lahir disebut adi atau adik (adi ari-ari). Jadi sajen jenang abang dan jenang baro-baro diperuntukkan kepada saudara gaibnya sebagai penghormatan.

Selain jenang abang-putih sebagai penghormatan, juga sebagai lambang benih ayah dan ibu. Warna abang dari jenang abang adalah darah ibu yang diasosiasikan dengan darah wanita ketika sedang datang bulan (menstruasi), sedangkan warna putih dari jenang putih adalah melambangkan darah ayah yang diasosiasikan untuk sperma/air mani yang berwarna putih, yang hanya dapat dihasilkan dari organ tubuh laki-laki. Kemudian untuk jenang yang dibuat dengan warna kombinasi, seperti jenang pupuk, plirit, palang, dan jenang pager ayu melambangkan perpaduan antara benih ibu dan benih ayah, yang mewujudkan adanya bayi yang sedang dikandung.

REFERENSI Adriana, I. (2011). NELONI, MITONI ATAU TINGKEBAN:(Perpaduan antara Tradisi Jawa dan Ritualitas Masyarakat Muslim). KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, 238-247.

Auliyah, D., & Sudrajat, A. (2022). BUBUR MERAH PUTIH SEBAGAI SIMBOL PEMBERIAN NAMA ANAK DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI BUDAYA. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8(1), 54-63.

Boanergis, Y., Engel, J. D., & Samiyono, D. (2019). Tradisi Mitoni Sebagai Perekat Sosial Budaya Masyarakat Jawa. Jurnal Ilmu Budaya, 16(1), 49-62.

Herawati, I. (2007). Makna Simbolik Sajen Slametan Tingkeban. Jurnal Sejarah dan Budaya, 2(3), 145-151.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Soto Bancar Purbalingga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Soto adalah salah satu masakan Indonesia yang sangat populer dan bisa ditemukan hampir di setiap daerah, masing-masing dengan ciri khas dan keunikannya. Setiap kota memiliki versi soto yang berbeda, tergantung pada budaya dan selera lokal. Salah satunya adalah Soto Bancar , sebuah kuliner khas dari Purbalingga , Jawa Tengah, yang memiliki rasa manis sebagai ciri utamanya. Soto ini sangat digemari oleh warga lokal dan menjadi pilihan favorit para wisatawan yang ingin mencicipi keunikan masakan khas Banyumasan. Asal Usul Soto Bancar Purbalingga, yang terletak di Jawa Tengah, terkenal dengan kuliner khasnya yang beragam dan menggugah selera. Salah satu hidangan yang sangat terkenal di daerah ini adalah Soto Bancar. Nama “Bancar” sendiri berasal dari daerah tempat soto ini pertama kali dijual, yaitu di sekitar perempatan Bancar , Kecamatan Purbalingga. Soto Bancar mulai dikenal dan berkembang sejak beberapa dekade yang lalu, dan hingga kini tetap menjadi favorit...

avatar
Netizen Budiman
Gambar Entri
Kuntulan: Kesenian Atraksi Khas Dari Semangkung, Banjarnegara
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Kuntulan Semangkung merupakan sebuah Kesenian asal Banjarnegara, lebih tepatnya dari dusun Semangkung, Kecamatan Punggelan. Warisan budaya yang memikat dengan ciri khasnya yang unik dan memukau. Kuntulan Semangkung tidak hanya sekedar seni pertunjukan, tetapi juga sarat dengan nilai filosofis dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam setiap penampilannya, kesenian ini menghadirkan harmoni antara alat musik terbangan (rebana) yang dimainkan oleh sesepuh dusun dan gerakan tarian yang sarat makna. Melalui atraksi seperti "gigit meja" dan "bolang baling," Kuntulan Semangkung tidak hanya menciptakan hiburan visual yang menakjubkan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kearifan lokal yang meleburkan keindahan seni dan kearifan budaya. Apa Itu Kuntulan Semangkung? Kuntulan, atau yang disebut Kuntulan Semangkung ini, merupakan salah satu bentuk seni tradisional khas bagi masyarakat Dusun Semangkung. Seni ini telah diwariskan secara turun temurun sejak...

avatar
Netizen Budiman
Gambar Entri
Rampak Gendang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Sesuai dengan namanya, Rampak Gendang merupakan kesenian yang menggunakan gendang atau kendang sebagai media utamanya. Selain gendang, pertunjukan Rampak Gendang ini juga ditemani dengan berbagai macam alat musik seperti bonang, gong, rebab, kenong, demung, peking, saron I dan II, serta rincik. Rampak berasal dari bahasa Sunda yang berarti serempak atau bersama-sama, sehingga Rampak Gendang dapat dikatakan bermain gendang bersama-sama. Rampak Gendang dimainkan oleh lebih dari dua orang dan semua pemain menggunakan kostum yang sama. Mereka mengenakan pakaian tradisi Sunda, yaitu takwa, sinjang dan udeng (ikat kepala). Tetapi untuk penabuh gendang, mereka mengenakan pakaian khusus yang berbeda, yaitu terdapat motif Sunda dengan warna menarik yang seragam. Pada saat pertunjukan dimulai, para pemain akan naik ke panggung dan menempati posisinya masing-masing sesuai dengan alat musik yang dimainkan. Begitu aba-aba dari salah...

avatar
Andhika
Gambar Entri
Aksara Lampung
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Lampung

Aksara Lampung merupakan sistem tulisan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Lampung sejak berabad-abad lalu. Aksara ini termasuk dalam rumpun aksara Brahmi dari India dan memiliki kemiripan dengan aksara Pallawa, Rejang, serta aksara-aksara kuno lain di Sumatra. Dalam masyarakat Lampung, aksara ini dikenal dengan sebutan Had Lampung atau Kaganga, yang diambil dari tiga huruf pertamanya, yaitu ka, ga, dan nga. Pada masa lalu, aksara Lampung digunakan untuk menulis berbagai naskah adat, sastra, hukum, serta catatan kehidupan masyarakat. Tulisan tersebut biasanya ditorehkan pada media seperti kulit kayu, bambu, tanduk, maupun daun lontar. Meskipun penggunaannya sempat menurun akibat pengaruh modernisasi dan penggunaan huruf Latin, aksara Lampung kini terus dilestarikan melalui pendidikan dan berbagai kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari identitas masyarakat Lampung. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Lampung

avatar
Ghinai
Gambar Entri
Tari Jauk
Tarian Tarian
Bali

Tari Jauk adalah salah satu tari tradisional khas Bali yang terkenal karena gerakannya yang enerjik, ekspresif, dan penuh karakter. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang penari laki-laki dengan mengenakan kostum berwarna cerah, kain khas Bali, hiasan kepala, serta topeng yang memiliki mata besar dan ekspresi tajam. Nama “Jauk” sendiri sering dikaitkan dengan sosok makhluk penjaga atau tokoh yang memiliki sifat gagah, kuat, dan kadang terlihat menyeramkan. Oleh karena itu, penampilan Tari Jauk mampu memberikan kesan dramatis sekaligus memikat bagi penonton. Gerakan dalam Tari Jauk sangat khas karena menonjolkan penggunaan topeng berwarna merah atau putih, gerakan tangan, dan langkah kaki yang cepat. Penari harus mampu menggerakkan wajah topeng ke kanan dan kiri dengan lincah, lalu menggabungkannya dengan posisi tubuh yang tegas dan dinamis. Gerakan tersebut mencerminkan karakter tokoh Jauk yang selalu waspada, berani, dan memiliki kekuatan batin. Iringan gamelan Bali yang cepat...

avatar
Budayawan