Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Barat Pulau Punjung
Makanan Khas Pulau Punjung
- 10 November 2019

ulau Punjung merupakan kecamatan yang berada di kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat. Pulau punjung memiliki sekitar 6 kelurahan dengan luas wilayah sekitar 482,52 kilometer2. Jika anda berkunjung ke Sumatera Barat jangan sampai tidak mengunjungi kecamatan pulau punjung.

Pulau punjung memiliki makanan khas yang wajib anda coba dan jangan sampai melewatkannya. Disini saya akan memberikan macam-macam makanan khas yang berada di Pulau Punjung provinsi Sumatera Barat.

  1. Gulai Tunjang

Gulai Tunjang yaitu makanan yang berbahan dasar dari kikil sapi. Gulai Tunjang merupakan makanan yang wajib anda coba ketika mengunjungi kecamatan Pulau Punjung provinsi Sumatera Barat karena makanan ini telah di campur dengan bumbu rempah khas padang. Gulai Tunjang memiliki tekstur yang empuk, kenyal dan lembut sehingga banyak wisatawan datang dan menikmati makanan ini.

  1. Dadiah

Dadiah merupakan makanan khas yang berbahan dasar dari fermentasi susu kerbau yang diletakan di dalam bambu. Makanan ini di sajikan dengan di campur dengan empir yakni beras ketan. Dadiah memiliki rasa yang manis dan gurih yang membuat wisatawan mencoba makanan yang satu ini ketika berkunjung ke kecamatan Pulau Punjung Provinsi Sumatera Barat.

  1. Palai Rinuak

Palai Rinuak merupakan makanan yang berbahan dasar ikan. Palai Rinuak sendiri memiliki arti yaitu pepes ikan. Jenis ikan yang di masak untuk Palai Rinuak yaitu ikan yang berukuran sebesar jari kelingking. Palai Rinuak di sajikan dengan cara di bungkus menggunakan daun pisang yang telah di campur dengan bumbu rempah dan parutan kelapa. Palai Rinuak wajib anda coba ketika anda mengunjungi kecamatan Pulau Punjung Provinsi Sumatera Barat.

  1. Sambal Lado Tanak

Sambal Lado Tanak merupakan makanan yang berbahan dasar cabe yang di campur dengan santan kemudian di masak dan di campur dengan kentang, ikan teri maupun petai. Sambal lado tanak ini memiliki rasa yang pedas sehingga makanan ini di rekomendasi bagi anda yang suka kuliner yang pedas. Sambal Lado Tanak wajib anda coba saat berkunjung ke kecamatan Pulau Pujung Provinsi Sumatera Barat.

  1. Paru Goreng

Paru Goreng merupakan makanan yang terbuat dari paru sapi yang di goreng dan di campur dengan bumbu yang diantaranya ada kunyit, ketumbar dan bawang putih. Paru Goreng memiliki rasa yang renyah dan gurih dan cocok untuk di jadikan sebagai lauk maupun dapat di jadikan sebagai cemilan. Paru Goreng wajib anda coba ketika mengunjungi ke provinsi sumatera barat.

  1. Lompong Sagu

Lompong sagu merupakan makanan yang berbahan dasar sagu yang kemudian di campur dengan pisang dan kelapa dan di bungkus menggunakan daun pisang kemudian di bakar. Lompong sagu ini memiliki rasa yang manis dan gurih sehingga makanan ini membuat banyak wisatawan yang datang kemudian mencoba makanan ini saat berkunjung ke kecamatan Pulau Punjung Provinsi Sumatera Barat.

  1. Pensi dan Langkitang

Pensi dan Langkitang ini merupakan makanan yang memiliki protein yang tinggi. Pensi dan Langkitang merupakan makanan yang berbahan dasar kerang air tawar maupun siput air tawar. Pensi dan Langkitang adalah makanan yang di campur dengan bumbu yang khas sehingga membuat banyak wisatawan yang mencoba makanan ini. Pensi dan Langkitang ini dapat anda temukan di rumah makan sekitar daerah Sumatera Barat dan harganya terjangkau.

Itulah makanan yang terdapat di kecamatan Pulau Punjung Provinsi Sumatera Barat.(Arnolis)

Sumber: https://lancangkuning.com/post/6418/makanan-khas-pulau-punjung.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker