Seni Pertunjukan
Seni Pertunjukan
oskm 2018 Kepulauan Riau kecamatan sedanau kabupaten natuna
kesenian tradisional mendu
- 14 Agustus 2018

Jika Anda mengunjungi Kabupaten Natuna, maka Anda bisa menikmati Kesenian Tradisional Mendu yang dimainkan secara kolosal selama tujuh malam.
Permainan ini pada saat itu menggunakan syeh-syeh orang kayangan, dimana syeh-syeh tersebut dibangkitkan atau dipanggil oleh orang Kaya Maddun sebagai seorang bangsawan. Karena bermain dengan syeh atau orang halus maka orang-orang itu atau masyarakat sangat tertarik melihat dan mendengar alat musik dan nyanyian mendu tersebut.
Panggung dibuat dengan sangat sederhana hanya menggunakan atap daun sagu dan batasan kiri dan kanannya terbuat dari daun kelapa, bunga daun gading dan daun pinang. Kesemuanya di hias di sekitar tempat bermain. Anyaman ketupat digantung pada setiap tempat, terutama tempat duduk Dewa Mendu berlandun memberi titah dan sebagainya.
Cerita Mendu menurut yang tertulis dalam kamus WJS. Poerwadinata edisi tahun 1976 adalah semacam sandiwara yang mengisahkan tentang raja-raja di sebuah kerajaan Antapura, Langkadura dan Astasina. Teater tradisonal Mendu ini yang pemainnya dimainkan pada malam hari.
Kesenian Mendu ini menceritakan bahwa di dalam suatu kerajaan Antapura yang dipimpin oleh seorang Raja Langkadura namanya, ia mempunyai seorang putri yang pada waktu itu terkenal dengan kecantikannya bernama Siti Mahdewi.
Karena kecantikannya hingga terdengar oleh Raja Laksmalik, dan Raja tersebutpun berniat untuk meminang si Putri Siti Mahdewi tersebut.
Dan pinangannya tersebut di tolak oleh ayahnda putri Siti Mahdewi. Dan Raja Laksmalikpun marah besar karena pinangannya ditolak oleh ayahanda Putri Siti Mahdewi tersebut, maka di sihirnyalah Putri Siti Mahdewi menjadi seekor gajah putih.
Dan oleh ayahanda-nya gajah putih tersebut dibuangnlah kehutan belantara. Tak lama kemudian turunlah dari kayangan adik Dewa Mendu yang bernama Angkara Dewa dan kemudian menyusullah Dewa Mendu.
Setelah sekian lama mereka turun ke bumi dan bertemu dengan gajah putih tersebut, dalam perjalanan yang panjang berhasillah si Angkara Dewa merubah gajah putih tersebut menjadi wujud aslinya yaitu seorang putri yang cantik tak lain dan tak bukan ialah putri Siti Mahdewi.
Karena kecantikannya yang sangat memikat, Angkara Dewa dan Dewa Mendu pun berselisih paham untuk memiliki Putri Siti Mahdewi. Akhir dari cerita ini sang adikpun mengalah dan Putri Siti Mahdewipun di persuntingkan oleh sang kakak yaitu Dewa Mendu.
Dan permainan mendu ini selalu menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat Natuna sendiri, karena merupakan teater rakyat yang sangat menghibur dan selalu menarik untuk di nikmati.




 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
"Provinsi Papua" beralih ke halaman ini
- -
-

"Provinsi Papua" beralih ke halaman ini Identitas Kuliner Papua, yang secara administratif merujuk pada Provinsi Papua dengan ibu kota di Jayapura, merupakan entitas geografis dan budaya yang berbeda dari pulau Papua secara keseluruhan [S1]. Dalam konteks kuliner, provinsi ini tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki khazanah makanan tradisional yang unik dan sarat makna, yang menjadi identitas penting bagi masyarakatnya [S2]. Kekayaan kuliner ini merepresentasikan sejarah panjang, cara hidup, serta kearifan lokal yang mengakar kuat dalam keseharian masyarakat Papua [S2][S5]. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap penyebutan lokal spesifik untuk keseluruhan "masakan Papua" sebagai sebuah kategori tunggal, karena keragaman etnis dan bahasa di wilayah ini sangat tinggi. Identitas kuliner Papua tidak dapat dilepaskan dari konteks geografis dan ekologisnya. Sumber-sumber yang ada secara konsisten menekankan bahwa sejarah kuliner Papua ber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
"Provinsi Papua" beralih ke halaman ini
- -
-

"Provinsi Papua" beralih ke halaman ini Identitas Kuliner Papua, yang secara administratif merujuk pada Provinsi Papua dengan ibu kota di Jayapura, merupakan entitas geografis dan budaya yang berbeda dari pulau Papua secara keseluruhan [S1]. Dalam konteks kuliner, provinsi ini tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki khazanah makanan tradisional yang unik dan sarat makna, yang menjadi identitas penting bagi masyarakatnya [S2]. Kekayaan kuliner ini merepresentasikan sejarah panjang, cara hidup, serta kearifan lokal yang mengakar kuat dalam keseharian masyarakat Papua [S2][S5]. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap penyebutan lokal spesifik untuk keseluruhan "masakan Papua" sebagai sebuah kategori tunggal, karena keragaman etnis dan bahasa di wilayah ini sangat tinggi. Identitas kuliner Papua tidak dapat dilepaskan dari konteks geografis dan ekologisnya. Sumber-sumber yang ada secara konsisten menekankan bahwa sejarah kuliner Papua ber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d Identitas dan Asal-Usul Angklung adalah alat musik tradisional yang secara fisik berupa rangkaian tabung-tabung bambu yang menghasilkan bunyi ketika digoyangkan [S2], [S6]. Sumber-sumber primer secara konsisten menunjuk Jawa Barat sebagai daerah asal alat musik ini, khususnya dalam lingkup budaya masyarakat Sunda [S3], [S6], [S7], [S8]. Keunikan identitasnya tidak hanya terletak pada material bambu dan cara memainkannya yang digetarkan, tetapi juga pada struktur tabung yang dirangkai dalam satu bingkai sehingga menghasilkan harmoni bunyi kolektif [S2], [S8]. Akar historis angklung telah ada jauh sebelum pengaruh Hindu dan sistem kerajaan masuk ke Nusantara [S3]. Pada masa pra-modern, fungsi utamanya bukan sebagai hiburan, melainkan sebagai instrumen sakral dalam ritual pertanian masyarakat Sunda untuk memohon kesuburan padi [S2], [S8]. Informasi ini memperkuat posisi an...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Alat musik angklung berupa tabung-tabung bambu yang dirangkai sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi apabila d Identitas dan Asal-Usul Angklung adalah alat musik tradisional yang secara fisik berupa rangkaian tabung-tabung bambu yang menghasilkan bunyi ketika digoyangkan [S2], [S6]. Sumber-sumber primer secara konsisten menunjuk Jawa Barat sebagai daerah asal alat musik ini, khususnya dalam lingkup budaya masyarakat Sunda [S3], [S6], [S7], [S8]. Keunikan identitasnya tidak hanya terletak pada material bambu dan cara memainkannya yang digetarkan, tetapi juga pada struktur tabung yang dirangkai dalam satu bingkai sehingga menghasilkan harmoni bunyi kolektif [S2], [S8]. Akar historis angklung telah ada jauh sebelum pengaruh Hindu dan sistem kerajaan masuk ke Nusantara [S3]. Pada masa pra-modern, fungsi utamanya bukan sebagai hiburan, melainkan sebagai instrumen sakral dalam ritual pertanian masyarakat Sunda untuk memohon kesuburan padi [S2], [S8]. Informasi ini memperkuat posisi an...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia
- -
-

Sasando: Nada Abad ke-7 Rote yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Alat musik ini dikenal sebagai instrumen petik yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan. Sejarah Sasando dapat ditelusuri hingga abad ke-7, menjadikannya salah satu warisan budaya yang kaya dan berharga bagi masyarakat Rote [C1][C2]. Sasando memiliki bentuk yang sederhana, menyerupai tabung panjang yang terbuat dari bambu, dengan senar yang direntangkan di atasnya, serta dilengkapi dengan wadah anyaman daun lontar [C3][C4]. Keunikan Sasando terletak pada cara pembuatannya dan suara yang dihasilkan. Penyangga di tengah tabung memberikan nada yang berbeda pada setiap petikan dawai, menciptakan melodi yang lembut dan khas [C5]. Selain itu, bentuknya yang menyerupai alat musik petik lainnya, seperti gitar dan kecapi, memberikan identitas tersendiri bagi Sasando dalam konteks musik tradisional Ind...

avatar
Kianasarayu