Tamansari Goa Sunyaragi merupakan salah satu peninggalan sejarah yang berada di Kota Cirebon. Letak Tamansari Goa Sunyaragi ini hanya berada dibeberapa ratus meter dari Jalan by pass Brigjen A.R.Darsono, luas situs ini lebih kurang 1,5 ha. Berdasarkan bentuk dan komposisi bangunan Tamansari Goa Sunyaragi merupakan salah satu taman air yang begitu indah. Pendiri Goa Sunyaragi berdasarkan buku “Purwaka Caruban Nagari’ tulisan tangan Pangeran Karangan pada tahun 1720. Goa Sunyaragi didirikan oleh Pangeran Karangan yang memiliki gelar Arya Caruban, adik dari seorang Sultan Sepuh II pada tahun 1703 M, lalu diteruskan lagi oleh putera-putera pangeran yaitu : • Pangeran Carbon Martawijaya • Pangeran Carbon Adiwijaya • Pangeran Abu Hayat
Berikut ini merupakan sebutan-sebutan yang pernah dijadikan nama, baik untuk suasana formal maupun non formal, baik ragam lisan maupun ragam tulisan :
Arsitektur bangunan Goa Sunyaragi mengadopsi gaya klasik, Cina, Timur-Tengah dan Eropa. Di Goa Sunyaragi terdapat dua pasang candi bentar, serta beberapa gerbang yang bergaya makara, bangunan berbentuk seperti joglo, dan penggunaan hiasan serta pertirtaan cukuplah membawa pengunjung kepada suatu suasana yang bergaya Hindu klasik ditambah dengan adanya beberapa ornament seperti patung, yaitu patung gajah diperkirakan sejak tahun 1535 M, garuda diperkirakan sejak tahun 1696 M dan ular diperkirakan sejak tahun 1696 M.
Bangunan-bangunan di Goa Sunyaragi berseta fungsinya :
Selain yang telah ditulis diatas ada bangunan – bangunan baru, bangunan tersebut ialah gedung pasanggrahan yang didirikan pada tahun 1884 M. oleh Ratu Mas Adimah, ibunda Sultan Sepuh X, sedangkan untuk fungsi dari gedung pasanggrahan ini dulunya sebagai tempat peristirahatan bagi keluarga keraton yang ingin meluangkan waktu untuk tinggal sejenak atau beberapa hari di Taman sari Sunyaragi
Sumber: Ir. Drs. Budi Tjahjono, M. (n.d.). OBJEK WISATA SITUS PENINGGALAN SEJARAH SEBAGAI KARYA ARSITEKTUR. Asitektur, 10.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...