Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Riau Riau
Cerita Rakyat Benp
- 3 Februari 2021

Tersebutlah suatu kisah mengenai asal-usul adanya Beno di sungai Kampar. Adapun sungai kampar itu, menurut cerita orang-orang bernama sungai Embun. Karena sungai itu sangat lebar di muaranya dan ada pulau-pulau, tak jelas tepinya karena selalu di tutupi oleh embun, maka oleh sebab itu di namakan sungai Embun. Pada waktu itu sungai Kampar sangat ramainya, banyak pedagang-pedagang yang datang dari segala penjuru membawa segala macam barang, juga emas. Maka banyaklah terdapat Bandar atau kota di sepanjang sungai itu. Negeri yang ramai di kunjungi oleh pedagang-pedagang adalah Pekan Tua. Selain dari itu Rana Tanjung Bung, Tambak Segati. Dan di sungai Batang Nilo yaitu di kota Tua Bukit Tiga. Bandar Nasi-nasi dekat Pekan Tua tempat yang teramai. Banyak perempuan-perempuan yang cantik molek, pakaiannya terbuat dari sutera, memakai emas dan intan mutu manikin, dan rambutnya terurai panjang. Penduduk di situ bertabiat sopan santun, beradab pandai bernyanyi, berani dan bertubuh sehat-sehat dan tegap-tegap. Di hulu sungai Tolam ada negeri Bunut. Asalnya dari kata me runut. Seorang yang bernama Nenek Putih Sangkat Bulan berasal dari Makasar bersama 4 orang saudaranya membuat negeri di Pematang MAK CERUH. Dan negeriitu di namakan GUNUNG SALAH NAMA.

Sebelum membuat negeri ini, Nenek Sangkar Bulan telah kawin dengan Nenek Sahri Indipo yang datang dari kota Indoman Indrigiri. Dia bertemu dan kawin di Pematang Mendara. Di muara sungai Kampar ada pula suatu negeri yang ramai, namanya SANGAR. Rajanya bergelar Datuk Maharaja di Sangar. Jadi, kembali kita menceritakan tentang kisah BENO tadi. Ketika DATUK MAHARAJA DINDA berkuasa dan memerintah di Muara Tolam, dia memindahkan negeri itu ke TANJUNG NEGERI di sungai Batang Nilo. Yang di pindahkan bukanlah negerinya, tetapi pusat dia memerintah, karena di Muara Tolam selalu saja timbul perselisihan dan pergaduhan. Di Tanjung Negeri juga tidak lama, karena di negeri itu selalu datang malapetaka dan penyakit. Menurut cerita, Datuk Maharaja Dinda pernah bermimpi datang seorang orang tua Datuk Sahi Panjang Janggut namanya, menyuruh dia berpindah negeri ke sungai Rasau, yang letaknya di hilir Tanjung Negeri. Sesudah bermimpi itu, Datuk Maharaja Dinda beserta penduduk negeri lalu berangkat mencari sungai Rasau yang di tunjuk oleh orang tua yang dalam mimpi itu. Sungai Rasau yang di katakana itu kebetulan adalah sungai yang pernah di lalui ketika memudiki sungai Kampar dulu. Maka sampailah di sungai Rasau, lalu terus bekerja membangun negeri di situ. Ketika air sungai Rasau di timbang, ternyata air sungai itu lebih lebih berat dari air sungai Kampar. Hal ini di anggap sebagai tuah atas negeri yang sedang di bangun itu. Sesudah siap di kerjakan, lalu pindahlah kesitu. Negeri yang baru ini di namakan PELALAWAN yang artinya ?yang sudah di tandai?. Sejak itulah nama kerajaan di tukar pula, dari kerajaan menjadi kerajaan Pelalawan. Waktu Datuk Maharaja Dinda memerintah, sesudah beberapa keturunan, maka datanglah serangan dari Kerajaan Siak. Pelalawan pun kalah. Raja memerintahkan supaya Beno itu di bawa ke Muara Sungai Kampar dari sungai Rokan untuk menjaga supaya musuh terhalang masuk melanggar negeri. Beno dibawa oleh seorang pawang. Setibanya di Muara sungai Kampar, lalu Beno itu di lepaskan ke dalam sungai. Air sungai lalu menggulung-gulung. Ada tujuh buah gulungan itu, jadi ada tujuh ekor. Beno yang ada di sungai Kampar, adalah yang jantannya, yang betina tinggal di Sungai Rokan. Sebab itu, Beno sungai Kampar lebih kuat, lebih besar dan lebih hebat dari yang di sungai Rokan.

Demikianlah cerita tentang Beno itu, kemudian Beno itu di tembak oleh seorang hulubalang bernama Cik Asin Lebar Tapak, lalu mati seekor, jadi tinggal lagi enam ekor.

https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=1816

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna