Tersebutlah suatu kisah mengenai asal-usul adanya Beno di sungan Kampar. Adapun sungai kampar itu, menurut cerita orang-orang bernama sungai Embun karena sungai itu sangat lebar di muaranya dan ada pulau-pulau, tak jelas tepinya karena selalu di tutupi oleh embun. Pada waktu itu sungan Kampar sangat ramai, banyak pedagang-pedagang yang datang dari segala penjuru dengan membawa segala macam barang dan juga emas. Maka banyaklah terdapat Bandar atau kota di sepanjang sungai itu. Negeri yang ramai di kunjungi oleh pedagang-pedagan adalah Pekan Tua. Selain itu dari Rana Tanjung Bung, Tambak Segati. Dan di sungai Batang Nilo yaitu di kota Tua Bukit Tiga. Bandar nasi-nasi dekat Pekan Tua tempat yang teramai. Banyak perempuan-perempuan yang cantik moleh, pakaiannya teruat dari sutera, memakai emas dan intan mutu manikin dan rambutnya terurai panjang.
Penduduk di situ bertabiat sopan santun, beradap pandai bernyanyi, berani dan bertumbuh sehat dan tegap. Di hulu sungai Tolam ada negeri Bunut. Asalnya dari kata me-runut. Seirang yang bernama Nenek Putih Sangkat Bulan berasal dari Makassar bersama 4 orang saudaranya membuat negeri di Pematang MAK CERUH. Dan negeri itu di namakan Gunung Salah Nama. Sebelum mmebuat negeri ini, Nenek Sangkat Bulan telah kawin dengan Nenek Sahri Indipo yang datang dari kota Indoman Indrigiri. Dia bertemu dan kawin di Pematang Mendara. Di muara sungai Kampar ada pula suatu negeri yagn ramai, namanya Sangar. Rajanya bergelar Datuk Maharaja Sangar. Jadi, kembali kita menceritakan tentang kisah BENO tadi. Ketika Datuk Maharaja Dinda berkuasa dan memerintah di Muara Tolam, dia memindahkan negeri itu di sungai Batang Nilo ang di pindahkan bukanlah negerinya, tetapi pusat dia memerintah, karena di Muara Tolam selalu saja timbul perselisihan dan pergaduhan. Di Tanjung Negeri juga tidak lama karena di negeri itu selalu datang malapetaka dan penyakit. Menurut cerita, Datuk Maharaja Dinda pernah bermimpi datang seorang orang tua Datuk Sahi Panjang Janggut namanya, menyuruh dia berpindah negeri ke sungai Rasau, yang letaknya di hilir Tanjung Negeri.
Sesudah bermimpi itu, Datuk Maharaja Dinda beserta penduduk negeri lalu berangkat mencari sungai Rasau yang di tunjuk oleh orang tua yang dalam mimpi itu. Sungai Rasau yang di katakana itu kebetulan adalah sungai yang pernah di lalui ketika memudiki sungai Kampar dulu. Maka sampailah di sungai Rasau, lalu terus bekerja membangun negeri di situ. Ketika air sungai Rasau di timbang, ternyata air sungai itu lebih lebih berat dari air sungai Kampar.
Hal ini di anggap sebagai tuah atas negeri yang sedang di bangun itu. Sesudah siap di kerjakan lalu pindahlah kesitu. Negeri yang baru ini di namakan PELALAWAN yang artinya "yang sudah di tandai". Sejak itulah nama kerajaan di tukar pula, dari kerajaan menjadi kerajaan Pelalawan.
Waktu Datuk Maharaja Dinda memerintah, sesudah beberapa keturunan, maka datanglah serangan dari Kerajaan Siak. Pelalawan pun kalah. Raja memerintahkan supaya Beno itu di bawa ke Muara Sungai Kampar dari sungai Rokan untuk menjaga supaya musuh terhalang masuk melanggar negeri. Beno dibawa oleh seorang pawang. Setibanya di Muara sungai Kampar, lalu Beno itu di lepaskan ke dalam sungai. Air sungai lalu menggulung-gulung. Ada tujuh buah gulungan itu, jadi ada tujuh ekor. Beno yang ada di sungai Kampar adalah yang jantannya, yang betina tinggal di Sungai Rokan. Sebab itu, Beno sungai Kampar lebih kuat, lebih besar dan lebih hebat dari yang di sungai Rokan. Demikianlah cerita tentang Beno itu kemudian Beno itu di tembak oleh seorang hulubalang bernama Cik Asin Lebar Tapak, lalu mati seekor, jadi tinggal lagi enam ekor.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...
Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...