Bahan-bahan 1 porsi 200 gr daging sapi khas dalam 4 sdm kecap bango 2 sdm air asam jawa 1 sdm minyak goreng Secubit merica bubuk secukupnya Garam secukupnya Penyedap rasa ð' Bumbu Halus : 8 siung bawang merah 6 siung bawang putih 1 sdt ketumbar 1/4 sdt jinten 1 ruas jari jahe 1 ruas jari lengkuas 1 sdm gula merah ð' Bahan...
Bahan-bahan 1 bungkus Tahu kulit secukupnya Kacang panjang 3 Bawang merah 2 Bawang putih Cabai hijau Cabai rawit Kecap Garam Penyedap rasa secukupnya Air Rese(udang kecil) Minyak Langkah Potong tahu dan kacang, kemudian cuci bersih ...
Bahan-bahan 50 porsi 3 buah sirsak, dikuliti dan buang bijinya 5 butir degan (daging dan air kelapa) 1 bungkus agar-agar, dibagi 2 warna, hijau dan merah 10 sendok makan biji selasih, rendam dalam air hangat 1 kg nata de coco 1 kg gula pasir dijadikan sirup 2 kaleng susu kental manis Es batu Langkah 5 - 10 menit Blender sirsak bersama sirup gula Agar-agar dipoto...
Bahan-bahan 250 gr daging sapi/kikil (saya pakai tetelan kepala sapi) Bumbu halus : 6 siung bawang merah 4 siung bawang putih 4 buah cabai merah besar 2 butir kemiri 1 sdt lada bubuk Bumbu geprek : 1 lembar daun salam 4 lembar daun jeruk 1 batang serai geprek 1 ruas jahe geprek Bahan pelengkap : Mie kuning Bihun Kol (rajang halus)...
Pada zaman dahulu, wilayah Negeri Jambi terdiri dari lima buah desa dan belum memiliki seorang raja. Desa tersebut adalah Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, dan Batin Duo Belas. Dari kelima desa tersebut, Desa Batin Duo Belaslah yang paling berpengaruh. Semakin hari penduduk kelima desa tersebut semakin ramai dan kebutuhan hidup mereka pun semakin berkembang. Melihat perkembangan itu, maka muncullah suatu pemikiran di antara mereka bahwa hidup harus lebih teratur, harus ada seorang raja yang mampu memimpin dan mempersatukan mereka. Untuk itu, para sesepuh dari setiap desa berkumpul di Desa Batin Duo Belas yang terletak di kaki Bukit Siguntang (sekarang Dusun Mukomuko) untuk bermusyawarah. ”Sebelum kita memilih seorang raja di antara kita, bagaimana kalau terlebih dahulu kita tentukan kriteria raja yang akan kita pilih. Menurut kalian, apa kriteria raja yang baik itu?” tanya sesepuh dari Desa Batin Duo Belas membuka pembicaraan dalam pertemuan te...
Suku Talang Mamak adalah Suku pedalaman di daerah Jambi. Suku ini tersebar di 4 kecamatan yaitu Batang Gansal, Cenaku, kelayang dan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu dan di Dusun Semarantahin, Desa Suo-Suo Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo. Talang memiliki arti Ladang dan mamak itu adalah Ibu. Secara umum Talang Mamak memiliki arti ladang milik ibu. Masyarakat Talang Mamak merupakan golongan proto Melayu atau melayu kuno. Suku Talang Mamak biasa di sebut “Suku Tuha”. Mereka adalah suku yang datang pertama di Indragiri dan berhak atas sumber daya. Pada tahun 200, jumlah masyarakat Talang Mamak sekitar 6418 jiwa. Dalam segi kepercayaan, mayoritas suku Talang Mamak masih memeluk agama kepercayaan yaitu Animisme. Agama kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Talang Mamak disebut Langkah lama. Agama kepercayaan tersebut mengajarkan kepada masrakata Talang Mamak untuk berorientasi pada pemujaan roh (Animisme) ninik-datuk (nenek moyang) dan mahkluk...
Rumah Batu Olak Kemang merupakan Tempat tinggal sayyid idrus Al jufri Keturunan Arab Hadramaut. Pada Masa pemerintahan Sultan nazaruddin Sayyid idrus Al Jufri diberi Gelar Pangeran Wirokusumo. Rumah batu olak kemang disebut rumah tua olak kemang oleh orang setempat yang merupakan bangunan tempat tinggal pangeran Wirokusumo. Rumah itu terletak pada sebidang tanah seluas kurang lebih 125m persegi. terdiri atas panjang (barat tinur) 50m dan Lebar (utara selatan) 25m, terletak di tepi sungai Danau Teluk yang merupakan anak sungai Batanghari.Rumah ini dibangun tahun 1861 masehi, Bentuk bangunan berlantai Dua dengan 3 Arsitektur campuran yakni melayu, cina dan eropa. Arsitek rumah ini bernama Datuk Shin-Thai seorang negarawan cina beragama islam hal ini dibuktikan adanya relief ular naga memperebutkan mustika ( batu bulat/perhiasan) Di Gapura rumah. Bagian atap terdiri 2 macam, bagian serambi berbentuk persegi lima seperti joglo, sedangkan bagian rumah induk segitiga,Hal ini melambangkan fi...
Bahan: 400 gram kwetiau basah, lumuri dengan minyak goreng 4 sdm minyak goreng untuk menumis 2 sdm minyak wijen untuk menumis 3 siung bawang putih, cincang halus 1/2 buah bawang bombai, iris tipis 2 ruas jahe, memarkan 200 gram udang, kupas 500 ml air 3 sdm saus sambal 2 ikat sawi hijau, potong Garam dan gula pasir secukupnya Cara membuat: Panaskan minyak goreng dan minyak wijen, tumis bawang putih, bawang bombai, dan jahe hingga harum. Masukkan udang, masak hingga berubah warna. Tuang air, saus sambal, garam, dan gula pasir, aduk rata. Masak hingga mendidih. Tambahkan sawi hijau dan kwetiau, aduk rata. Siap disajikan. Sumber : Facebook "Resep Masakan"
Ketan jando adalah salah satu nama makanan tradisional yang berasal dari Desa Muara Jambi, Kabupaten Muara Jambi, Jambi. Nama makanan tradisional ini terbilang cukup unik karena dalam bahasa Melayu Jambi, jando berarti 'janda', atau sebutan untuk seorang perempuan yang ditinggal suaminya. Asal mula nama ketan jando karena warga menyebut ketan yang disajikan itu sangat sederhana seperti seorang janda yang hidup seorang diri di kampung. Selain itu, nama ketan jando, mempunyai makna yang cukup dalam. Ketan jando bisa juga diartikan sama halnya seperti seorang janda yang selalu mengonsumsi makanan sederhana tanpa lauk yang mewah karena tidak ada suami yang mencarikan nafkah. Sama seperti halnya ketan jando yang disajikan dengan cocolan sambal teri di atas selembar daun pisang. Alat : Tungku api Pengaduk Cobek + Uleg Bahan : Ketan 200 gr Air 400 cc Daun pandan 3 lembar Cabai 7 biji Tomat 2 buah Garam 1 sdt Teri 200 gr Minyak sayur 1 sdm Cara pemb...