Kue Bangkit merupakan kue khas Melayu. Sangat gampang ditemui pada Hari Raya Idul Fitri, namun sekarang ini sangat sedikit yang memproduksinya dengan cara tradisional. Warna kue ini putih kekuningan, dengan tekstur sangat halus dan gampang remuk. Proses pembuatan tradisional dengan cara dibakar, namun banyak juga yang menggunakan oven tradisional.
Lubuk larangan adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pengelolaan tangkapan ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut secara teratur menurut hukum yang dimusyawarahkan masyarakat sekitar, baik itu batas-batas lubuk larangannya. Lubuk larangan ini dibuka secara periodik, biasanya pada masa-masa Idul Fitri atau Lebaran, bisa dijadikan sebagai ikon wisata tahunan, terutama bagi mereka yang mudik dari tanah rantau. Ada peraturan yang melarang penangkapan ikan pada aliran sungai larangan selain waktu yang telah ditentukan (masa-masa Idul Fitri). Bagi yang melanggar ketentuan adat tersebut, maka akan dikenakan denda berupa uang yang telah ditentukan oleh warga sekitar.
Gordang Sambilan merupakan musik adat sakral (kudus) yang terpenting. Gordang Sambilan dipandang sakral karena dipercayai mempunyai kekuatan gaib memanggil roh nenek moyang untuk memberi pertolongan melalui medium atau shaman yang di namakan Sibaso. Oleh karena itu, pada masa lalu, di setiap kerajaan otonom yang banyak terdapat di Mandailing harus ada satu ensambel Gordang Sambilan. Alat musik sakral itu di tempatkan di Sopo Godang (Balai Sidang Adat dan Pemerintahan Kerajaan) atau di satu bangunan khusus untuknya yang dinamakan Sopo Gordang yang terletak dekat Bagas Godang (kediaman raja). Gordang Sambilan hanya digunakan untuk upacara adat dan sekarang ini untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri. Instrumen Gordang Sambilan Gordang Sambilan terdiri dari sembilan buah gendang dengan ukuran yang relatif sangat besar dan panjang. Ukuran besar dan panjangnya kesembilan gendang tersebut bertingkat, mulai dari yang paling besar sampai pada yang paling kecil. Tabung resona...
Meski menyandang kata roti, bentuk roti jala tidak menyerupai roti pada umumnya. Roti jala merupakan penganan tradisional khas Melayu, sehingga bisa ditemukan di daerah Sumatera Utara, Riau serta Semenanjung Malaysia dan Singapura. Dinamakan roti jala karena bentuk kuenya yang dibuat menyerupai jala atau jaring. Roti jala biasa disajikan bersama kari atau saus durian. Untuk saus bisa dikembangkan dan dikreasikan sesuai selera masing-masing, seperti srikaya dan cokelat. Roti jala biasanya disajikan di acara-acara silaturahmi keluarga dan sosial, seperti pesta pernikahan, kenduri, dan syukuran masyarakat Melayu. Roti jala juga sering disajikan sebagai hidangan pada saat perayaan Idul Fitri. BAHAN ROTI JALA : 150 gr tepung terigu protein sedang 250 ml santan dari 1/4 butir kelapa (bisa juga diganti dengan susu cair) 2 butir telur ayam, kocok 1 sdt garam 2 sdm minyak goreng 1 sdm margarin, lelehkan &nb...
Alame adalah makanan tradisional Mandailing yang terbuat dari Gula merah,Tepung beras ketan dan Santan kelapa yang di masak sampai mengental. Alame juga sering disebut Dodol Mandailing. Tradisi memasak Alame biasanya ramai saat Bulan puasa sebagai penganan untuk merayakan hari raya idul fitri. Pengrajin Alame di Panyabungan menjadikan Alame sebagai mata pencaharian yang pemasarannya tembus hingga Malaysia. Berikut komposisinya. 1. Tepung beras ketan (beras pulut) 2. Sedikit tepung terigu 4. Gula Merah (Gula Aren). 5. Santan Kelapa Tua. 6. Pewangi Kue (Panille). Cara Membuat: Jika sudah lengkap dan cukup takaran bahan tersebut, maka di masak lah di dalam kuali besar yang terbuat dari baja, untuk mendapatkan hasil yang sempurna dan menggunakan api dari kayu bakar. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Alame http://www.jualbelimedan.com/2017/07/jual-dodol-mandailing-di-medan.html https://lifestyle.okezone.com/read/20...
Jika anda berkunjung ke Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), maka kurang pas rasanya jika tak membawa dodol. Sebab dodol di Labusel cukup istimewa dengan citarasanya yang khas. Sejak lama dodol jadi satu panganan khas asal Labusel, tak heran banyak orang di luar daerah ini berharap sanak keluarganya yang bertandang ke kabupaten beribukota Kotapinang tersebut membawa dodol sebagai cindera mata. Hanya saja, dodol di Labusel didapatkan pada waktu-waktu tertentu, hal tersebut mungkin karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan dodol sebagai satu identitas panganan khas daerah. Berbeda dengan kebanyakan dodol saat ini, yang pengemasan dan pembuatannya sudah lebih modern, dodol Labusel masih sangat tradisional, baik dari bentuk, bahan, dan pembuatannya. Bagi sebagian masyarakat di daerah ini, dodol lebih sering disebut ulame. Nama tersebut merupakan serapan dari bahasa Mandailing yang artinya kelapa, sebab dodol tersebut berbahan dasar air perahan kelapa. Ulam...
Sate godog merupakan makanan khas dari kota medan. Biasa disajikan pda hari raya idul fitri atau idul adha. Makanan ini lebih nikmat disantap dengan lontong, tetapi bisa juga dengan nasi putih. Walaupun bernama SATE GODOG tapi tidak seperti sate pada umumnya. Proses pembuatan sate ini tidak melaluli proses pembakaran apapun dan pada saat sudah siap saji sate ini tidak dimakan dengan menggunakan lidi yang ditusuk ke dagingnya seperti sate yang lain. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat sate godog adalah 1 Dada ayam tanpa tulang potong kotak 3 SDM gula merah secukupnya Kecap manis secukupnya Garam 1 SDM air asam jawa 1 liter air/sesuai selera 200 gram kacang tanah goreng tumbuk halus 8 buah bawang merah 6 siung bawang putih 2 buah kemiri 1 sdt ketumbar 1/2 sdt jinten 1 cm lengkuas 1 cm jahe 1 buah sereh ambil bagian putihnya 1/2 sdt merica sesuai selera Cabe merah 3 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 buah sereh geprek 1 biji bunga lawang
Idul Fitri atau Lebaran merupakan salah satu hari besar yang ikut dirayakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. Dalam menyambut Lebaran, masyarakat di Tanah Air biasanya merayakannya dengan berbagai tradisi yang ada di masing-masing daerah. Di Sumatera Utara khususnya di Mandailing Natal, ada satu tradisi yang biasa dilakukan masyarakat dalam menyambut lebaran, yaitu Mangalomang. Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan turun-temurun hingga sekarang. Mangalomang berasal dari bahasa daerah Mandailing Natal, yang artinya memasak beras ketan memakai santan kelapa dan garam di dalam bambu atau memasak lemang. Ini merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap hari besar Islam, seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Tradisi ini hingga kini masih terus di lakukan para kaum perempuan di Mandailing Natal. Proses Mangalomang sendiri tergolong unik. Tradisi ini dilakukan oleh warga dengan bahu membahu memasak lemang yang dipanaskan di atas api yang besar. Saat proses pembuatan, warg...