Hari Pendidikan Nasional
204 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Harimau Cave and the Long Journey of Oku civilization
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Selatan

Harimau Cave and the Long Journey of Oku civilization       Fauzi, M. Ruly  and  Intan, M. Fadhlan S  and  -, Vita  (2015)  Harimau Cave and the Long Journey of Oku civilization.  In: HARIMAU CAVE AND THE LONG JOURNEY OF OKU CIVILIZATION. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-298. ISBN 978-602-386-081-4 Text   Harimau Cave and The Long Journey of OKU Civilization.pdf   Download (171MB)  |  Preview Abstract Harimau Cave became the focus of discussion in this monograph because the wealth and archaeological potentials contained therein enable a complete reconstruction, both from the aspect of cultural character, lifestyle and human adaptation, or chronology. The articles as well as some archaeological data contained in this monograph are based on research r...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.21 No.1 Tahun 2016
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Selatan

Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.21 No.1 Tahun 2016       Fauzi, M. Ruly  and  Sudaryadi, Agus  and  Pasaribu, Yosua Adrian  and  Purwanti, Retno  and  Sofian, Harry octavianus  (2016)  Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.21 No.1 Tahun 2016.  Jurnal Arkeologi Siddhayatra, 21 (1). Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Palembang. ISBN 0853-9030 Text   Siddhayatra Vol 21 (1) MEI 2016.pdf   Download (10MB)  |  Preview Official URL:  http://siddhayatra.kemdikbud.go.id Abstract Seluruh artikel yang dimuat di dalam terbitan Volume 2 No. 1 bulan Mei tahun 2016 ini melingkupi kajian tinggalan prasejarah hingga masuknya pengaruh Islam di Nusantara. Tulisan mengenai hasil-hasil awal penelitian eksploratif di wilayah Sarolangun oleh Ruly Fauzi menunj...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Perjalanan suci
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Selatan

Perjalanan suci       Geria, I Made  (2017)  Perjalanan suci.  Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta, 01-26. Text   RP_SRIWIJAYA.pdf   Download (4MB) Abstract Perjalanan Suci untuk menemukan kisah purna Kadatuan Sriwijaya, akhirnya memang lebih merupakan sebuah perambahan. Justru itulah yang membuatnya sangat menantang Item Type: Book Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Pendidikan > Kebudayaan > Nilai Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Cagar Budaya Pendidikan > Kebudayaan > Candi Pendidikan > Kebudayaan > Warisan budaya Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan > Pusat Penelitian Arkeo...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Sriwijaya LENGKAP LOW (1)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Selatan

" Mencari Ibu Kota Sriwijaya Adnan, Mekka Syed Nury M. (2018) Mencari Ibu Kota Sriwijaya. Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Palembang. [img] Text Sriwijaya LENGKAP LOW (1).pdf Download (17MB) | Preview Abstract Pembicaraan dan perdebatan tentang lokasi Ibu Kota Sriwijaya, tidak pernah usai. Para ahli beradu argumen sesuai dengan pendapatnya masing-masing bersumber dari data yang dimilikinya. Silang pendapat merupakan kelaziman dalam dunia ilmu pengetahuan, termasuk arkeologi. Temuan data baru bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat bahkan merubah hipotesis atau pendapat yang pernah ada. Hasil penelitian terakhir atau data terbaru selalu dinanti para peneliti. Sebagai sebuah kerajaan yang pernah berjaya di belahan barat Nusantara, Sriwijaya mewarnai sejarah panjang Nusantara (Indonesia). Keberadaan Kerajaan (Kedatuan) Sriwijaya tidak diragukan lagi oleh para ahli. Pertanyaan yang selalu mengemuka di tengah-tengah masyarakat adalah dimanakah ibu kotanya? Rupanya pertan...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Buku Majapahit2
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Selatan

" Majapahit: batas kota dan jejak kejayaan di luar kota Adrisijanti, Inajati (2014) Majapahit: batas kota dan jejak kejayaan di luar kota. Kepel Press, Yogyakarta, xx-312. ISBN 9786021228708 [img] Text Buku Majapahit2.pdf Download (5MB) | Preview Abstract Buku ini yang berjudul “Majapahit: Batas Kota dan Jejak-jejak Kejayaannya” merupakan kumpulan dari 15 tulisan yang beragam topiknya, ditulis oleh para peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta yang wilayah tugasnya mencakup daerah Jawa Timur di mana tinggalan budaya Majapahit tersebar luas di daerah itu. Sejenis dengan buku bunga rampai semacam ini telah diterbitkan 20 tahun yang lalu dalam rangka memperingati lahirnya Majapahit berjudul “700 Tahun Majapahit 1293-1993: Suatu Bunga Rampai”. Meskipun kedua buku bunga rampai ini sama-sama memuat 15 judul, namun itu tidak berarti sama dalam hal struktur, isi, keluasan cakupan dan kedalaman bahasannya. Saya yakin para pembaca akan memperoleh gambaran yang lebih luas jika disandi...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Tari Nanggok
Tarian Tarian
Sumatera Selatan

Tari Nanggok merupakan tari kreasi daerah yang ditarikan oleh sekelompok remaja putri yang menggambarkan kegiatan sehari-hari masyarakat di sungai. Pertunjukan Tari Nanggok biasanya menjadi pertunjukan untuk menghibur tamu yang hadir pada acara perlombaan tari atau festival tari daerah. Tari Nanggok juga dapat ditampilkan sebagai tari hiburan dalam pertunjukan untuk kepentingan masyarakat umum seperti sarana upacara keagamaan dan sarana upacara adat. Tari Nanggok sering ditampilkan oleh sanggar Sebimbing Sekundang di bawah asuhan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tari Nanggok diciptakan pada tahun 2009 oleh seorang seniman Kabupaten Ogan Komering Ulu, yang karya-karya tarinya sudah banyak digunakan dan sudah dikenal oleh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu Erma Yanti. Tari Nanggok merupakan suatu gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat Ogan yang mempunyai kebiasaan mencari ikan pada saat musim ikan tiba. Dengan membawa peralatan tanggok. Hati yang diliputi keceriaan m...

avatar
Widra
Gambar Entri
Resep Sambal Tempoyak Khas Bangsa Melayu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Tempoyak atau Tempuyak merupakan makanan tradisional yang termasuk kategori sambal. Tempoyak sendiri merupakan sambal khas dari suku bangsa Melayu. Tidak hanya di Indonesia, tetapi negara tetangga kita juga akrab dengan sambal yang satu ini, yaitu Malaysia. Untuk wilayah Indonesia sendiri, daerah atau provinsi yang mengenal sambal ini yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Bangka, dan Lampung. Ada juga beberapa daerah di provinsi Kalimantan. Sambal ini termasuk salah satu makanan tradisional yang sudah menjadi warisan nenek moyang bangsa Melayu. Tempoyak terbuat dari fermentasi buah durian dan biasanya dicampur dengan beberapa masakan lain seperti pepes atau gulai ikan patin, dapat juga disantap dengan nasi putih hangat saja. Nafsu makan meningkat dikala mencicipi sambal ini yang bercita rasa asam pedas serta dibalut aroma durian yang kuat, membuat kita menjadi lebih lahap ketika makan. Jika kalian ingin mencicipi Tempoyak mudah saja, datang ke Sumatera Selatan, Jambi, Bengkul...

avatar
Diaz
Gambar Entri
Si Pahit Lidah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Suatu ketika di sumidang, Sumatra Selatan, hidup seorag perempuan bernama Sitti. Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Aria Tebing, dan ia baru saja menikah dengan seorang bangsawan bernama Serunting. Setelah Sitti pindah ke istana, ia mencemaskan adiknya yang hanya seorang diri tinggal dirumah karena mereka merupakan anak yatim piatu. Maka dari itu, Siiti dan Serunting pun memustuskan untuk menawarkan Aria Tebing supaya tinggal bersama mereka di istana. Setelah Aria Tebing mendengar tawaran itu, ia menolaknya dan berkata ia ingin tinggal sediri dirumah itu agar dapat menjaga tanah peninggalan orang tuanya. Tiba-tiba Aria teringat, orang tuanya pernah berkata bahwa tanah peninggalann itu dibagi dua antara Ariia dengan Sitti. Maka dari itu, Serunting pun memberi saran untu menaruh sebuah pohon diperbatasan tersebut. Setelah pohon tersebut ditaruh, cabang batang kayu yang mengarah ke tanah milik Aria tumbuh sebuah jamur emas sedangkan yang dibagian Sitti tumbuh jamur biasa. Serunti...

avatar
Widra
Gambar Entri
Pak Belalang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Udara dingin malam itu terasa menusuk tulang. Hujan deras disertai angin kencang turun tak henti-henti sejak sore tadi. Di dalam gubuk itu si Lemang duduk berlunjur sambil menyembunyikan kedua tangannya di balik ketiak untuk menahan dingin. Matanya tertuju ke arah jendela kayu yang bergoyang-goyang terkena hentakan angin. Di sampingnya terbaring seorang lelaki tua berpakaian hitam-hitam dengan sarung diikatkan di sekeliling tubuhnya yang tambun. Dari sore tadi ia tertidur dan tidak bangunbangun lagi. Pak Belalang namanya. Penduduk desa biasa memanggilnya Pak Belalang karena mereka mengenalnya sebagai lelaki tua yang pemalas dan suka tidur. Sementara itu, si Lemang seorang anak yang rajin dan suka menolong. Sehari-harinya ia membantu para petani berkebun di ladang. Kadangkadang ia membantu menamam ubi, jagung, dan buah-buahan. Kadangkadang pula ia ikut memanen padi ketika musim panen tiba. Upahnya dia belikan untuk keperluan makan sehari-hari. Malam itu langit tampak gelap. Suara g...

avatar
Widra