Idul Adha
5 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
SEJARAH SANGIHE
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

CERITA  GUMANSALANGI             Untuk  mendalami  kebudayaan  sangihe, sebaiknya  memahami  sastera lisan sangihe, sastera lisan  sangihe adalah  salah satu bukti peninggalan kebudayaan sangihe masa  lalu yang masih  dilestarikan sampai saat  ini. Dari  beberapa  sastera lisan sangihe yang  paling  melegenda  adalah cerita  Gumansalangi. Dari  cerita  tersebut kita  dapat  melihat   keberadaan sangihe  dari  penduduk  mula-mula sampai   terbentuknya  kerajaan-kerajaan  yang  menjadi  dasar  terbentuknya  sebuah  suku  yang  dinamakan  suku  sangihe . Kisah Gumansalangi  sebagai  penduduk  mula-mula tergambar  secara   utuh   dalam  “ Tamo ”   karena   tam...

avatar
Alffi
Gambar Entri
TUMBILOTOHE, TRADISI MENJELANG LEBARAN DI GORONTALO
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Kata Tumbilotohe berasal dari dua kata, yaitu  tumbilo  yang artinya pasang dan  tohe  yang artinya lampu. Dengan demikian, Tumbilotohe adalah malam pemasangan lampu dalam rangka untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Lampu-lampu ini mulai dipasang tiga hari sebelum hari lebaran. Biasanya lampu-lampu yang dipasang berupa lampu dari botol atau dari kaleng bekas yang bersumbu dan berbahan bakar minyak tanah atau jenis lainnya yang akan dipasang dengan berbagai bentuk. Tradisi Tumbilotohe telah ada sejak beberapa abad lalu. Di saat itu listrik masih langka, di penghujung bulan Ramadhan masyarakat Gorontalo akan memasang lampu di halaman rumah dan di sepanjang jalan menuju tempat ibadah secara sukarela. Hal tersebut ditujukan untuk mempermudah para warga yang akan pergi ke tempat ibadah dan juga untuk mempermudah para warga yang akan membagikan zakat fitrah di malam hari. Lampu-lampu yang digunakan masih terbuat dari damar dan juga getah pohon, hal tersebut...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Binarundak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Selain Sinandoi, Binarundak adalah Makanan yang juga dimasak didalam  patung  (bambu) namun isinya yang berbeda berupa beras ketan yang sudah dicampur dengan bumbu-bumbu alami antara lain santan, jahe, bawang merah dan lain-lain. Sebelum beras ketan dimasukkan kedalam bambu, beras ketan yang sudah tercampur dengan bumbu tersebut dibungkus dengan daun pisang yang masih muda, sehingga dalam penyajiannya tidak secara utuh tetapi binarundak yang sudah matang dipotong sesuai ukuran yang bervariasi. Salah satu yang menarik konsumen untuk menikmati makanan khas ini terletak pada aroma nasi ketan yang dibakar. Proses Pembakaran Binarundak Untuk itu ketika anda berkunjung ke Kotamobagu jangan melewatkan makanan khas yang satu ini, karena dijamin akan membuat anda kembali dan kembali lagi ke Kotamobagu. Binarundak siap disajikan Se...

avatar
Habibi Rizqi Ramadhan
Gambar Entri
Kolintang sebagai alat musik pemersatu bangsa
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Utara

Kolintang merupakan alat musik yang terbuat dari bilah-bilah kayu yang diletakkan mendatar. Dimana setiap bilah kayu menghasilkan bunyi yang berbeda dan tentu menghasilkan suara yang memiliki keunikan masing-masing. Di Minahasa, alat musik kolintang biasa ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat, acara-acara nasional, penyambutan tamu kehormatan, bahkan dilombakan. Alat musik ini memang sudah mewabah di masyarakat dimana mulai dari anak kecil sampai kepada orang dewasa sudah bisa memainkannya. Kolintang juga merupakan alat musik yang mampu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Di Sulawesi Utara,provinsi yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia, kolintang digunakan dalam acara-acara agama seperti hari raya gerejawi, idul fitri dan lainnya. Kolintang merupakan satu dari sekian juta budaya kita di Indonesia ini. Indonesiabmemang negara yang kaya akan budaya. Maka dari itu, Mari kita selamatkan budaya kita. Si Tou Timou Tumou Tou. Tuhan Yesus Memberkati....

avatar
OSKM_16318244_ALDIONI ALDIONI CHRISTINOV KOMALING
Gambar Entri
Hidangan Lulut
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Kampung Jawa Tondano merupakan suatu daerah yang terletak di Kabupaten Minahasa. Kampung ini merupakan tempat dimana Kyai Modjo dan enam puluh orang pasukannya diasingkan. Lalu mereka menikah dengan wanita asli penduduk Minahasa. Kampung Jawa Tondano atau yang biasa disebut Jaton terkenal dengan tradisi Lebaran Ketupat. Lebaran Ketupat dilaksanakan enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada hari Lebaran Ketupat, penduduk yang beragama Islam melakukan  open house . Tentu banyak jenis makanan yang dihidangkan untuk tamu. Salah satunya adalah hidangan sup yang disebut lulut. Lulut dalam bahasa Tondano artinya buluh bambu yang agak tipis. Buluh bambu ini digunakan sebagai wadah untuk memasak sup. Maka dari itu sup ini disebut lulut. Namun saat ini lulut biasa dimasak diatas panci atau wajan. Bahan yang digunakan untuk membuat bumbu lulut adalah jahe, kunyit, cabai, serai, bawang merah, daun bawang, batang bawang, kemangi, jeruk nipis, dan garam. Lulut bisa berbah...

avatar
OSKM_16618137_Khalisha Meliana Qatrunnada