Arsitektur vernakular adalah sebuah desain dari suatu bangunan yang sifatnya lokal. Artinya, keseluruhan bangunan dibangun dan dilakukan secara amatir dan gotong royong oleh penduduk setempat. Arsitektur vernakular dapat dikatakan sebagai cerminan dari karakteristik penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Dengan kata lain, suatu kultur atau budaya penduduk disuatu wilayah dapat diketahui lewat bentuk bangunannya. Konsep vernakular sendiri terbentuk dari tiga aspek, yaitu teknis, budaya, dan lingkungan. Sebuah bangunan dapat dikatakan sebagai vernakular apabila memenuhi tiga aspek tersebut. Salah satu contoh arsitektur vernakular ialah rumah betang yang terletak di desa Tumbang Malahoi, kabupaten Gunung Mas, provinsi Kalimantan Tengah. Rumah betang ini adalah sebuah rumah yang berbentuk panggung dan memanjang. Panjang rumah betang bisa mencapai 30-150 meter dengan lebar sekitar 10-30 meter. Mayoritas penduduk yang ada di desa Tumbang Malahoi berasal dari suku Dayak Ngaju yan...
Dari berbagai kebudayaan dan adat istiadat yang hidup di indonesia, belum semua deskripsinya dapat dikumpulkan serta didokumentasikan baik dalam bentuk penerbitan buku maupun melalui media teknologi seperti film, slide, dan sebagainya. Dengan demikian, aneka ragam kebudayaan Indonesia kurang dikenal dan menyebar luas di kalangan masyarakat Indonesia sendiri maupun masyarakat asing. Untuk memperkaya informasi tentang khasanah kebudayaan Indonesia, dalam kesempatan ini hadir di tengah pembaca yang budiman tentang tulisan yang menggambarkan seluk beluk 'Upacara Kematian di Kalimantan Tengah". Perhatian utama dalam tulisan ini terpusat pada kekhususan upacara kematian yang diselenggarakan menurut adat istiadat dan kebudayaan Dayak yang ada di Kalimantan Tengah, dan khusμsnya upacara kematian pada suku Dayak Ngaju yakni 'Upacara Tiwah'. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/7686/
ari Belian bawo merupakan tarian yang berasal dari suku Dayak dan ditampilkan dalam berbagai upacara adat suku Dayak. Suku Dayak yang berada di Kutai menyebut tarian Belian Bawo ini digunakan pengobatan. Selain sebagai pengobatan tarian Belian Bawo juga digunakan untuk pemanggilan hantu atau yang sering disebut dalam bahasa benuaq “Belih atau Uo’q”.
ari Belian bawo merupakan tarian yang berasal dari suku Dayak dan ditampilkan dalam berbagai upacara adat suku Dayak. Suku Dayak yang berada di Kutai menyebut tarian Belian Bawo ini digunakan pengobatan. Selain sebagai pengobatan tarian Belian Bawo juga digunakan untuk pemanggilan hantu atau yang sering disebut dalam bahasa benuaq “Belih atau Uo’q”.
Tari Balean Dadas adalah tarian adat masyarakat Dayak di Kalimantan tengah untuk meminta kesembuhan kepada Ranying Hatala langit (Tuhan) bagi mereka yang sakit. Tarian ini biasanya di lakukan oleh dukun perempuan suku Dayak. Nama Balean Dadas sendiri di ambil dari sebutan dukun perempuan, yang dalam masyarakat Dayak disebut Balean Dadas. Dalam pertunjukan Tari Balean Dadas sangat kental akan nuansa mistis. Karena awalnya tarian ini di gunakan masyarakat dalam ritual penyembuhan warga yang sakit. Namun seiring perkembangan, tarian ini di adaptasi menjadi tarian kebudayaan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan tengah sebagai pelestarian kebudayaan asli masyarakat Dayak. Tradisi ini juga masih di lakukan oleh masyarakat Dayak di pedalaman. Seiring dengan perkembangannya tarian ini tidak hanya di gunakan dalam ritual adat saja. Namun juga di gunakan dalam acara seperti acara penyambutan, peresmian dan juga festival budaya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa negara kita punya budaya minum. berbagai jenis minuman beralkohol dari penjuru nusantara. Di Surabaya sendiri Cukrik cukup banyak digemari, entah muda maupun tua semua suka. Harganya yang terjangkau membuat Cukrik banyak menarik masyarakat kalangan menengah bawah maupun menengah atas.
Permainan ini sudah menjadi bagian dalam kehidupan budaya masyarakat Kalimantan Tengah bahkan merupakan permainan khas / asli pada acara hisek atau perkawinan adapt daerah Kalimantan Tengah. Permainan yang diuraikan ini bernama permainan hatata. Kata hatata berasal dari bahasa dayak Ngaju yang berbentuk kata jadian. Kata dasarnya adalah dari kata tata dengan diberi awalan ha- sehingga menjadi kata hatata. Tata artinya siram sedangkan awalan ha menunjukkan pekerjaan saling, siram menyiram. Jadi permainan hatata adalah suatu permainan yang dilakukan dengan saling siram-menyiram antara sesama peserta. Jumlah peserta permainan hatata ini tidak terbatas. Semua orang atau yang hadir dalam acara hisek atau kawin tersebut berhak ikut serta dalam permainan hatata. Kegiatan ini dilakukan setelah acara pokok selesai dalam arti pinangan secara resmi diterima atau perkawinan resmi diteguhkan. Peristiwa sosial yang erat hubungannya dengan permainan hatata adalah acara hisek (pertunangan) dan perkaw...
Terlihat sebuah jukung membelah air. Seorang laki-laki dengan tenang mengayuh dayung. Laki-laki itu berumur kira-kira 30 tahun. Wajahnya memperlihatkan ketenangan. Matanya teduh, meskipun tampak kelelahan samar di wajahnya. Seekor anjing tegak berdiri di ujung depan perahu mengamati sekeliling dengan ekor mengibas ke kirikanan, layaknya seorang panglima yang mengawasi anak buahnya. Anjing itu bangga karena menjadi pengawal bagi tuannya. Senja keemasan segera menghilang dari langit saat perahu kecil itu menepi ke daratan. Dengan lompatan kecil, anjing tadi mendarat dengan mulus di atas tanah. Sementara, laki-laki itu naik ke daratan lalu menarik perahu ke daratan dan mengikatkan tali yang terkait di perahu ke sebuah tonggak kayu yang sengaja ditancapkan di pinggir danau itu Danau Sembuluh namanya, sebuah danau yang cukup luas dan dalam. Berbagai macam ikan hidup di dalamnya sebagai sumber penghidupan penduduk di sekitarnya. Secukupnya untuk keperluan sehari-hari, selebihnya dijual da...
Agama Hindu Kaharingan yang muncul di kalangan suku Dayak sejak tahun 1980. Agama ini merupakan perpaduan antara agama Hindu dan kepercayaan lokal suku Dayak, dengan pentingnya mempromosikan harmonisasi antara keberagamaan dan adat serta mempertahankan upacara adat secara teratur. Pemimpin masyarakat suku Dayak perlu berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan adat dan kearifan lokal dalam konteks keberagamaan. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami praktik keagamaan dan adat istiadat dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas.