Balale merupakan tradisi yang hidup dan berkembang seiring sejalan dengan tradisi perladangan di masyarakat Dayak Kanayatn. Balale merupakan sebuah istilah untuk kegiatan gotong royong atau kerja sama yang dikenal pada masyarakat Dayak Kanayatn di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak (dulu Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Secara khusus, tradisi ini berlaku dalam aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan perladangan, misalnya dalam pembukaan dan pembersihan lahan perladangan, penanaman benih padi (menugal), dan pemanenan padi. Dalam pelaksaannya, para peladang membentuk kelompok-kelompok kerja (lale'an) melalui musyawarah. Setiap satu kelompok kerja diketuai oleh Tuha Tahun, yang berfungsi mengkoordinir kelompoknya dan menjadi penghubung ke Tumenggung (Kepala Adat). Masing-masing anggota dalam sebuah kelompok kerja secara bergantian akan saling membantu meringankan beban kerja anggota kelompok yang lain. Balale? ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sosial horisontal antar-indiv...
Kecamatan Sambas merupakan wilayah yang luas dan terkenal dengan kekayaan budaya seperti cerita rakyat. Cerita rakyat, termasuk dongeng yang berhasil direkam dari para informan, dalam penulisannya sudah mengalami editing, baik gaya bahasanya maupun kalimatnya. Dengan adanya cerita rakyat ini membantu pemerintah untuk melestarikan salah satu hasil kebudayaan. Diceritakan pada zaman dahulu di sebuah kampung, hidup satu keluarga yang sangat sederhana. Hidupnya tergantung pada alam lingkungannya. Keluarga itu mempunyai seorang anak laki-laki bernama Saloi, sehingga suami istri disbut Pak Saloi dan Mak Saloi. Banyak cerita lucu yang dialami oleh Pak Saloi yang membuat istrinya mengomel karena ketololannya. Salah satunya yaitu ketika ia pergi ke hutan untuk menjerat burung sebagai lauk. Setelah mendapat banyak burung, ia beristirahat maka diambillah seekor burung kemudian dibelainya burung itu dilepasnya dan di suruh menghadap istrinya sampai burung tersebut habis. Kemudian Pak Saloi pulang...
Konon pada zaman dahulu di daerah Kabupaten Sambas, tepatnya di pedalaman benua Bantahan sebelah Timur Kota Sekura Ibukota Kecamatan Teluk Keramat yang dihuni oleh Suku Dayak, telah terjadi peristiwa yang sangat menakjubkan untuk diketahui dan menarik untuk dikaji, sehingga peristiwa itu diangkat ke permukaan. Menurut informasi orang bahwa di daerah tersebut terdapat sebuah kerajaan yang kecil, letaknya tidak jauh dari Gunung Bawang yang berdampingan dengan Gunung Ruai. Tidak jauh dari kedua gunung dimaksud terdapatlah sebuah gua yang bernama ”Gua Batu”, di dalamnya terdapat banyak aliran sungai kecil yang di dalamnya terdapat banyak ikan dan gua tersebut dihuni oleh seorang kakek tua renta yang boleh dikatakan ”sakti. Cerita dimulai dengan seorang raja yang memerintah pada kerajaan di atas dan mempunyai tujuh orang putri, raja itu tidak mempunyai istri lagi sejak meninggalnya permaisuri atau ibu dari ketujuh orang putrinya. Di antara ketujuh orang putri tersebut ada satu orang pu...
Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam merupakan salah satu obyek wisata alam yang eksotis di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Bukit yang memiliki panorama alam yang mempesona, yaitu berupa pemandangan air terjun, gua alam yang dihuni oleh ribuan kelelawar, dan sebuah tebing terjal setinggi kurang lebih 600 meter yang ditumbuhi pepohonan di kaki dan puncaknya. Dibalik pesona dan eksotisme Bukit Kelam, tersimpan sebuah cerita yang cukup menarik. Konon, Bukit Kelam dulunya merupakan sebuah rantau. Namun, karena terjadi suatu peristiwa, maka kemudian rantau itu menjelma menjadi Bukit Kelam. Bagaimana kisahnya sehingga rantau itu menjelma menjadi bukit yang indah dan memesona? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Legenda Bukit Kelam berikut ini : Alkisah, di Negeri Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah dua orang pemimpin dari keturunan dewa yang memiliki kesaktian tinggi, namun keduanya memiliki sifat yang berbeda. Yang pertama bernama Sebeji atau dikenal dengan B...
Cerita ini merupakan cerita khas dari suku Dayak di Kalimantan Braat yang sudah turun menurun diceritakan kepda anak cucu dan hingga kini, cerita ini masih terus disampaikan oleh para orang tua kepda anak-anaknya sebagai cerita pengantar tidur. Tentu saja cerita ini hanyalah fiksi belaka, dan bisa dibilang perepisode emoticon-Big Grin (bukan banyak versi ya). Kenapa hal tersebut terjadi, hal itu karena cerita " Pak Alui " ini memiliki inti cerita yang sama, namun dikembangkan terus oleh orang-orang yang menceritakannya, hal ini bertujuan agar cerita dapat diterima oleh anak-anak mereka ataupun orang yang mendengar tidak akan merasa bosa, namun cerita yang beragam mengenai pak Alui ini tetap mimiliki inti dan akhir yang sama, yaitu " sifat pak Alui yang senang mengerjakan hal-hal aneh dan mengerjakan satu hal di ulang terus " saya mengetahui cerita ini melalui ayah saya sendiri yang asli suku Dayak hibun " Krubinus K Mobin " sewaktu saya masih kecil. Baikl...
Dahulu, hiduplah dua orang pemimpin yang bernama Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Kedua orang ini mempunya sifat yang sangat bertolak belakang. Tumenggung Marubai adalah orang yang baik hati dan tidak sombong. Sementara itu, Bujang Beji adalah orang yang sakti, tetapi serakah dan sombong. Keduanya mempunyai mata pencaharian sebagai pencari ikan dan mempunyai wilayah sendiri-sendiri. Tumenggung Marubai dan pengikutnya mencari ikan di Sungai Simpang Melawi, sedangkan Bujang beji di Sungal Simpang Kapuas. Wilayah Sungai Simpang Melawi mempunyai banyak sekali jenis ikan, lebih banyak daripada ikan-ikan di Sungal Simpang Kapuas. ltulah sebabnya, basil tangkapan Tumenggung Marubai selalu lebih banyak daripada Bujang Beji. Tumenggung Melawi menggunakan bubu atau sejenis perangkap besar untuk menangkap ikan. Setelah terkumpul dalam perangkap, ia hanya memilih ikan-ikan yang besar, sementara ikan-ikan kecil dilepaskan kembali sehingga ikan-ikan di Sungal Simpang Melawi selalu berkembang b...
Seorang nelayan miskin pergi mencari ikon di sungai. la berharap mendapat ikan agar keluarganya bisa makan. Kemudian, ia mendayung perahunya ke tengah sungai. Setelah sekian lama ia melempar umpan, tak satu pun termakan ikan. Padahal, persediaan makanan di rumah sudah habis. Lalu, ia mendayung perahunya lebih ke tengah saat hari mulai gelap. Saat hari semakin malam, nelayan ini sudah sampai ke hulu, Sampai saat itu, tidak satu pun ikan memakan umpannya. Ketika hendak kembali, tiba-tiba ia merasa ada yang menarik pancingnya. Ini pasti ikan besar, pikirnya. la terus mengulur pancingnya, tetapi lama-kelamaan tarikan dari bawah semakin melemah. Dengan perlahan ia menarik pancingnya, ternyata di ujung pancingnya hanya tersangkut seutas kawat. Malam semakin larut, nelayan ini bersiap untuk pulang. Namun, ia dikejutkan oleh sesuatu hal. Sinar bulan yang terang menerangi kawat yang tersangkut di ujung tali pancingnya. Kawat tersebut bersinar kekuningan diterpa sinar bulan. “Astaga! Bu...
Burung kenari yang mampu bersuara dengan durasi panjang tentu akan menjadikan penampilannya kian istimewa, khususnya pada saat dilombakan. Untuk menjadikan kenari bersuara panjang tentu dibutuhkan pelatihan dan perawatan yang teratur, salah satunya adalah mengolah nafas agar jadi lebih kuat. Berikut cara agar kenari bersuara lebih panjang. Perawatan kenari agar bisa tampil dengan maksimal tentu membutuhkan lebih dari sekedar memperhatikan pakan hariannya saja. Burung harus juga mendapatkan pelatihan, khususnya untuk menguatkan fisik dan mentalnya. Menjadikan kenari agar bersuara lebih panjang bisa dilakukan dengan melatih pernafasannya. Adapun cara yang lazim dilakukan para kenari mania adalah memanfaatkan kandang umbaran. Dengan demikian, burung akan menjadi lebih aktif dan terbentuk kekuatan nafasnya. Mengumbar kenari untuk melatih pernafasannya Pengumbaran dilakukan selama 1 s/d 2 jam,, dan dilakukan setelah burung dimandikan / sambil dijemur. Untuk menjadikan kenari banyak...
Bubur pedas adalah salah satu makanan khas dari Kalimantan Barat. Biasanya, bubur ini akan dilengkapi dengan berbagai macam sayuran seperti daun kunyit, kangkung, pakis, kentang, dan daun kesum. Sejarah dari bubur pedas menurut kepercayaan penduduk sekitar, ialah merupakan salah satu makanan yang dulunya sering disajikan untuk para raja. Tak hanya itu, bubur ini juga menjadi makanan yang dibuat untuk menghemat biaya makanan rakyat Sambas saat zaman perang.