Budaya Indonesia
226 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Batu Bergores
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Batu Bergores Cidaresi adalah sebuah batu monolit megalitik yang memiliki goresan-goresan pada sisi batu yang berbentuk segitiga dengan goresan lain. Berbentuk lubang di tengah, sehingga dianggap menyerupai alat kelamin wanita, karena itu oleh penduduk setempat dinamakan “Batu Tumbung” yang berate alat kelamin wanita. Batu bergores yang berukuran sekitar 110 cm x 70 cm ini terletak di tengah persawahan penduduk, diduga dahulu digunakan sebagai sarana atau media pemujaan dan diasumsikan juga sebagai gambaran atau simbol kesuburan dan atau sebagai lambing kesucian. Kesuburan merupakan salah satu pengharapan dari masyarakat yang hidup bercocok tanam dan beternak, mereka percaya bahwa tanaman dan ternak mereka sangat bergantung dari perlakuan mereka terhadap arwah nenek moyangnya. Dalam proses ritualnya diadakan symbol-simbol yang terkait dengan kesuburan. Demikian pula halnya dengan batu bergores Cidaresi yang juga diasumsikan sebagai simbol kesuburan. Batu bergores...

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Menhir Batu Lingga
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Salah satu jenis peninggalan tradisi masa megalitik adalah menhir. Menhir berasal dari Bahasa Breton (perancis Utara) yakni “men” yang berarti batu, “hir” berarti berdiri, apabila diartikan secara harfiah dapat bermakna sebagai batu tegak. Menhir Batu Lingga yang terdapat di Kampung Batu Lingga, Desa Kadulimus, Kecamatan Banjar, terletak di lahan yang merupakan komplek perkuburan umum seluas ± 300 m2. Ukuran batu lingga ini memiliki tinggi sekitar 100cm dengan diameter sekitar 40 cm. Diduga batu ini dipergunakan sebagai media penghormatan, atau sarana pemujaan serta pusat persinggahan kedatangan roh dan sekaligus sebagai pelambang si mati itu sendiri. Tidak jarang juga menhir berfungsi sebagai symbol social ekonomi si mati. Untuk menuju ke lokasi Menhir Batu Lingga ini diperkirakan jarak yang harus ditempuh ± 33 km dari Ibu Kota Provinsi Banten atau ±10 km dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang.   Sumber: Dalam buku &l...

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Situs Batu Goong
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Situs Batu Goong adalah sebuah punden berundak yang merekayasa bentukan alam. Pada bagian tertinggi ditempatkan Batu Goong bersama menhir. Situs Batu Goong intinya merupakan sebuah menhir (berdiri di tengah-tengah sebagai pusat) dikelilingi oleh batu-batu yang berbentuk gamelan seperti gong dan batu pelinggih berjumlah 18 buah batu. Rata-rata ukuran batu di situs ini sekitar tinggi 22 cm dan ketebalan 12 cm. Formasi Batu Goong yang mengelilingi menhir ini lazim disebut formasi “temu gelang”. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah apabila ditarik garis lurus arah barat-timur, mulai dari puncak Gunung Pulosari maka tepat antara Batu Goong, Sanghyang Dengdek akan berakhir di puncak Gunung Pulosari sebagai “kiblat” persembahan tempat roh nenek moyang. Anggapan ini tidak berlebihan mengingat Babad Banten yang merupakan produk dari masa Islam masih menyebutkan Gunung Pulosari adalah gunung keramat. Walaupun dalam Babad Banten disebutkan bahwa Gunung Karang dan...

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Rumah Blandongan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Rumah adat Betawi biasanya terdiri dari tiga bagian utama. Pertama adalah dapur yang terletak di bagian belakang rumah. kedua adalah bangunan inti yang terletak di bagian tengah. Pada bagian ini biasanya dibangun kamar tempat beristirahat. Selain itu bangunan inti ini juga digunakan untuk kegiatan keluarga seperti ngobrol. Ketiga adalah bagian Blandongan. Blandongan merupanakan salah satu bagian dari rumah adat Betawi Ora Kota Tangerang Selatan. Blandongan terletak di bagian depan dari rumah induk, biasanya terdapat bale (tempat duduk/bersantai) di dalamnya.  Pada umumnya  blandongan  merupakan zona publik di dalam rumah Betawi Ora, biasanya digunakan sebagai ruang kumpul sehari-hari. Mulai dari tempat bermain bagi anak-anak hingga tempat belajar, tempat bersantai dan beristirahat bagi kaum dewasa selepas lelah bekerja, tempat untuk mengumpulkan hasil panen, hingga tempat untuk menyelenggarakan hajat bagi pemilik rumah.  Blandongan   biasanya digun...

avatar
Mutiah_tsani
Gambar Entri
Tari Putri Anggrek/ Tari Nong Anggrek
Tarian Tarian
Banten

Tari Putri Anggrek adalah tarian khas Kota Tangerang Selatan. Tarian ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai Tarian Ikon Kota Tangerang Selatan mengingat Kota Tangerang Selatan baru diresmikan pada 29 Oktober 2008 oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto. Jadi, dapat dikatakan bahwa tarian ini adalah tarian yang baru dibuat pascaterbentuknya Kota Tangerang Selatan. Tarian ini merupakan cerminan kondisi dan potensi besar yang dimiliki Kota Tangerang Selatan dalam memproduksi Anggrek Vanda Douglas atau sering disebut Pandoglas. Penggarapan Tarian ini membutuhkan waktu yang lama. Banyak elemen yang turut andil dalam pembuatan tarian ini di antaranya instansi pemerintah Kota Tangerang Selatan, seniman tari, pemain musik tradisional, dan para penari.   Walaupun tarian baru, tarian ini memiliki gerakan yang tidak sembarangan. Tarian ini merefleksikan gerakan-gerakan alam seperti gerak tumbuhan melambai terkena angin, gerak Bunga Anggrek mekar, dan gerak tumbuhan yan...

avatar
Yudi_setiadi
Gambar Entri
Tari Walijamaliha
Tarian Tarian
Banten

Tari Walijamaliha adalah gambaran perkenalan untuk daerah Banten Yang sarat dengan potensi alam berlimpah, daya tarik, bersejarah turunan kesultanan, dan memiliki derajat ketaatan terhadap agama yang tidak diragukan. gambaran Keragaman Budaya terdiri dari Jawa Serang, budaya Sunda, Etnis Cina, India dan Arab hidup rukun sebagai bukti kebersamaan juga kekompakan warganya untuk mambangun Banten.   Sumber: https://ibnuasmara.com/tari-tradisional/

avatar
Oase
Gambar Entri
Kisah Pangeran Ande Gelang dan Putri Cadasari
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Pangeran Cunihin teman seperguruan Pande Gelang mengubah Pangeran Pande Gelang menjadi seorang tua karena ingin merebut kekasih Pangeran Pande Gelang yang bernama Putri Cadasari. Mampukah Pangeran Pande Gelang merebut kembali kesaktiannya dari Pangeran Cunihin? Ikuti kisahnya dalam cerita  Pangeran Pande Gelang dan Putri  Cadasari berikut ini! * * * Alkisah, di daerah Banten, ada seorang putri raja bernama Putri Arum. Wajahnya cantik nan rupawan. Kulit dan hatinya lembut selembut sutra. Tidak mengherankan jika banyak pangeran yang ingin menjadikannya sebagai permaisuri. Dari sekian banyak pangeran, tersebutlah dua orang pangeran yang ingin menjalin kasih dengan sang putri. Kedua pangeran tersebut adalah Pangeran Sae Bagus Lana dan Pangeran Cunihin. Mereka teman seperguruan, namun memiliki sifat yang berbeda. Sesuai dengan nama mereka, kata  Sae Bagus Lana  dalam bahasa Sunda berarti laki-laki yang baik hati, sedangkan  Cunihin  berarti laki-laki...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Koja, Tas dari Kulit Pohon Khas Suku Baduy
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

Tas salah satu aksesories yang telah menjadi bagian keseharian dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan hal ini telah dijadikan nenek moyang manusia selama ratusan tahun yang lalu. Tidak terkecuali dengan suku-suku tradisional yang mendiami bumi nusantara. Salah satunya adalah Suku Baduy di Pegunungan Kendeng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Suku Baduy juga memiliki tas yang terbuat dari bahan alami koja atau jarog, tas ini menjadi bagian suku baduy dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terbuat dari kulit kayu Pohon Teureup atau terap yang memiliki ketahanan terhadap rayap, koja diproduksi dengan cara yang tradisional. Proses ini dimulai dengan mencari jenis pohon tersebut di pedalaman hutan. Setelah kulit pohon ditemukan, proses selanjutnya adalah mengambil kulit pohon yang akan dijadikan sebagai bahan dasar tas koja. Kulit pohon ini akan dijemur sampai kering lalu akan dijadikan serabut guna memudahkan dalam pembuatan benang. Benang yang telah ter...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Golok Salungkar
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Golok Sulangkar adalah Golok Kramat Asli Warisan budaya Banten dan Golok ini di Gunakan Masyarakat Banten Sebagai Senjata Saat Melawan Penjajah, Dahulu Orang Banten Menggunkan Golok Sulangkar ini di Oleskan dengan Racun Agar Melumpuhkan Musuh. Racun yang di Oleskan Adalah Ular Tanah, Katak Budug dan Kalajengking. Sulangkar asli terbuat dari besi pilihan diantaranya besi Pelat Hitam, yang disebut besi sulangkar, dan baja dari kihkir bekas, besi sulangkar yang digunakanpun harus besi pilihan yang mengandung besi yang sudah dipakai oleh orang-orang zaman dulu/bekas pakai (konon dipercayai besi Kuno Mengandng mistis yang kuat) seperti bekas material andong alias sado atau dokar hingga ranjang jaman dulu. Cara pembuatanyapun tidak mudah, bahan tersebut harus disatukan dengan cara dibakar terlebih dahulu, kemudian ditempa sampai menjadi satu. Lempengan besi kemudian dibentuk sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian setelah membentuk lalu difinishing agar jadi golok yang siap pakai...

avatar
Sobat Budaya