Budaya Indonesia
376 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Seudati
Tarian Tarian
Aceh

Tari Seudati  adalah salah satu kesenian tari tradisional yang berasal dari Aceh. Tarian ini diyakini sebagai bentuk baru dari  Tari Ratoh  atau  Ratoih , yang merupakan tarian yang berkembang di daerah pesisir Aceh. Tari Ratoh atau Ratoih biasanya dipentaskan untuk mengawali permainan sabung ayam, serta dalam berbagai ritus sosial lainnya, seperti menyambut panen dan sewaktu bulan purnama. Setelah Islam datang, terjadi proses akulturasi, dan menghasilkan Tari Seudati, seperti yang kita kenal hari ini. Tarian ini pada mulanya berkembang di Desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang diasuh oleh seorang bernama  Syeh Tam . Selanjutnya, tarian ini berkembang juga di Desa Didoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, dibawah asuhan  Syeh Ali Didoh . Dalam perjalanannya, tarian ini cukup berkembang di Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Timur, dan hari ini bahkan bisa ditemui di seluruh daerah Aceh. Kata “ seudati ” berasal dari...

avatar
Kusdear Rahmanda
Gambar Entri
Tari Ratéb Meuseukat
Tarian Tarian
Aceh

Tari Ratéb Meuseukat merupakan salah satu tarian Aceh yang berasal dari Aceh. Nama Ratéb Meuseukat berasal dari bahasa Arab yaitu ratéb asal kata ratib artinya ibadat dan meuseukat asal kata sakat yang berarti diam. Diberitakan bahwa tari Ratéb Meuseukat ini diciptakan gerak dan gayanya oleh anak Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya), sedangkan syair atau ratéb-nya diciptakan oleh Teungku Chik di Kala, seorang ulama di Seunagan, yang hidup pada abad ke XIX. Isi dan kandungan syairnya terdiri dari sanjungan dan puji-pujian kepada Allah dan sanjungan kepada Nabi, dimainkan oleh sejumlah perempuan dengan pakaian adat Aceh. Tari ini banyak berkembang di Meudang Ara Rumoh Baro di kabupaten Aceh Barat Daya. Pada mulanya Ratéb Meuseukat dimainkan sesudah selesai mengaji pelajaran agama malam hari, dan juga hal ini tidak terlepas sebagai media dakwah. Permainannya dilakukan dalam posisi duduk dan berdiri. Pada akhirnya juga pe...

avatar
Kusdear Rahmanda
Gambar Entri
Tari Guel
Tarian Tarian
Aceh

Tari guel adalah salah satu khasanah budaya Gayo di Aceh. Guel berarti membunyikan. Khususnya di daerah dataran tinggi gayo, tarian ini memiliki kisah panjang dan unik. Para peneliti dan koreografer tari mengatakan tarian ini bukan hanya sekedar tari. Dia merupakan gabungan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri. Dalam perkembangannya, tari guel timbul tenggelam, namun Guel menjadi tari tradisi terutama dalam upacara adat tertentu. Guel sepenuhnya apresiasi terhadap wujud alam, lingkkungan kemudian dirangkai begitu rupa melalui gerak simbolis dan hentakan irama. Tari ini adalah media informatif. Kekompakan dalam padu padan antara seni satra, musik/suara, gerak memungkinkan untuk dikembangkan (kolaborasi) sesuai dengan semangat zaman, dan perubahan pola pikir masyarakat setempat. Guel tentu punya filosofi berdasarkan sejarah kelahirannya. Maka rentang 90-an tarian ini menjadi objek penelitian sejumlah surveyor dalam dan luar negeri.

avatar
Kusdear Rahmanda
Gambar Entri
Kitab Bustanussalatin
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

Aceh telah mewariskan pusaka khazanah berharga berupa naskah-naskah tulisan tangan (manuscripts) sejak beberapa abad yang lalu, negeri Serambi Mekkah bagi para ilmuwan filolog dikenal juga sebagai "Lumbung Naskah" tersimpan puluhan, atau bahkan ratusan ribu naskah dipastikan terdapat di nanggroe Rencong, yang sebagiannya kini sulit terjamah di negerinya sendiri, sedangkan sebagian lainnya tersimpan di sejumlah perpustakaan di luar Aceh, seperti Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Perpustakaan Universitas Leiden dan Universiteitsbibliotheek di Belanda, Perpustakaan Negara Malaysia (PNM) di Kuala Lumpur.   Banyaknya karya ulama-ulama Aceh terkemuka terutama pada abad ke-16 sampai abad ke-18 seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatra'i, Nuruddin al-Raniri, Abdurauf ibn Ali al-Jawi al-Fansuri, Fakih Jalaludin, Teungku Khatib Langgien, Muhammad Zein, Abbas Kuta Karang, Teungku Chik di Leupe (Daud Rumi), Jalaluddin Tursany, Jamaluddin ibn Kamaluddin, Zainuddin,...

avatar
Kusdear Rahmanda
Gambar Entri
Meugang
Ritual Ritual
Aceh

Dijuluki Serambi Mekah, Provinsi Aceh punya tradisi unik sarat makna saat Hari Idul Fitri. Namanya Meugang, tradisi membeli daging kemudian memasak dan menikmatinya bersama keluarga dan anak yatim-piatu. Penyebaran Islam di Aceh berabad lalu menyisakan budaya dan tradisi yang masih dijalankan sampai sekarang. Meugang adalah salah satunya, tradisi yang dijalankan masyarakat Aceh saat Idul Fitri tiba. Meugang, Makmeugang atau Makmuegang adalah tradisi menyembelih kurban berupa kambing atau sapi. Meugang dilakukan 3 kali setahun yakni di bulan Ramadan, Idul Adha, dan pastinya Idul Fitri. "Meugang dilakukan 1 hari sebelum Lebaran. Masyarakat Aceh memotong kambing, sapi, kemudian dibagikan untuk orang-orang yang kurang mampu. Tujuan utamanya untuk menjalin silaturahmi," tutur M Antonio Gayo, Ketua Marketing and Creative Development komunitas I Love Aceh saat dihubungi detikTravel, Kamis (1/8/2013). Sehari sebelum Lebaran, mulai pagi hari warga sudah mengerubungi masji...

avatar
Publicrelationsb
Gambar Entri
Peusijuek
Ritual Ritual
Aceh

Peusijuek adalah sebuah prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh yang masih dipraktekan hingga saat ini. Tradisi peusijuek ini dilakukan pada hampir semua kegiatan adat dalam kehidupan masyarakat di Aceh. Misalnya ketika memulai sebuah usaha, menyelesaikan persengketaan, terlepas atau selesai dari musibah, menempati rumah baru, merayakan kelulusan, memberangkatkan dan menyambut kedatangan haji, kembalinya keluarga dari perantauan dan masih banyak lagi. Pada kalangan masyarakat pedesaan di Aceh peusijuek merupakan prosesi adat yang cukup biasa dilakukan bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun misalnya ketika membeli kendaraan baru atau ketika hendak menabur benih padi di sawah. Sementara bagi masyarakat perkotaan yang lebih modern tradisi peusijuek ini hanya dilakukan dalam kegiatan-kegiatan adat saja misalnya dalam prosesi adat perkawinan. Ritual peusijuek ini mirip dengan tradisi tepung tawar dalam budaya Melayu . Di Aceh yang melakukan acara peusijuek adalah toko...

avatar
Publicrelationsb
Gambar Entri
macam macam motif batik aceh
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan negara, Hal inilah yang menjadikan negara kita memiliki berbagai macam kerajinan tangan yang unik dan juga menarik. Salah satu kerajinan tangan di Indonesia yang terkenal adalah Batik. Mulai dari sabang sampai merauke bisa kita temukan berbagai macam batik yang memiliki ciri khas sendiri sendiri tiap daerah.Untuk batik di daerah aceh, pada jaman dulu ratusan tahun lalu masyarakat Aceh memakai kain batik, ketika datangnya orang-orang dari pulau Jawa ke Aceh. Untuk motif batik aceh memiliki ciri khas tersendiri, yaitu menggunakan perpaduan unsur alam dan budaya dari masyarakat aceh sendiri. Untuk warna yang dominan dipakai dalam batik Aceh adalah warna cerah, seperti warna merah muda, merah, kuning, hijau dan lainnya. Sehingga kain batik akan terlihat cerah dan juga glamour. berikut ini adalah beberapa corak motif batik Aceh yang kami bagikan. Dalam Motif batik Aceh mengandung makna yakni menggambarkan kepribadian...

avatar
Publicrelationsb
Gambar Entri
Senjata Tradisional Aceh - Rencong
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Aceh

Rencong  adalah senjata tajam belati Dari  Indonesia tradisional Aceh.  Bentuknya menyerupai huruf ' L' , rencong termasuk dalam kategori belati yang berbeda dengan pisau atau pedang. Rencong memiliki kemiripan rupa dengan keris. Panjang mata pisau rencong dapat bervariasi dari 10 cm sampai 50 cm. Matau pisau tersebut dapat berlengkung seperti keris, namun dalam banyak rencong, dapat juga lurus seperti pedang. Rencong dimasukkan ke dalam sarung belati yang terbuat dari kayu, gading, tanduk, atau kadang-kadang logam perak atau emas. Dalam pembawaan, rencong diselipkan di antara sabuk di depan perut pemakai. Menurut catatan sejarah rencong mulai dipakai pada masa  Sultan Ali Mugayatsyah  memerintah  Kerajaan Aceh  pada tahun 1514-1528. Pada waktu itu masih berorientasi pada kepercayaan Islam yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial budaya masyarakat di daerah aceh. Sehingga kedudukan rencong adalah sebagai berikut : gagangnya yang...

avatar
Rhefina
Gambar Entri
Permainan Makah-Makah
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

A.    Latar Belakang             Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesan- pesan moral dan nilai-nilai budaya. Yang sangat bermanfaat. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada “makkah” aatau “mekah” yang dapat diartikan menjadi kiblat, tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. B.     Peserta             Permainan ini dilakukan oleh dua regu,peserta nya paling sedikit 4 orang, permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. C.     Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah,yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. D....

avatar
Rhefina