Kuwah beulangöng, atau sering disebut juga dengan gulèe sie kamèng (bahasa Indonesia: gulai kambing), adalah masakan Aceh sejenis gulai yang berbahan baku utama daging kambing dan nangka muda yang dimasak dalam belanga,[1] serta disertai potongan pisang kepok, dan ditambah cabai kering, kelapa gongseng, kayu manis, dan bumbu lainnya. Referensi ^ Harapan, Sinar. "Kuah Beulangong Tradisi Kebersamaan Masyarakat Aceh". sinarharapan.co. Diakses tanggal 19 Maret 2016. Kuah beulangong sebenarnya hanya daging sapi atau kambing yang dimasak dalam belanga besar, ... ^ "Apa Itu Kuah Beulangong, Tradisi Akhir Ramadan di Aceh | Tempo Travel". Tempo Travel (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Maret 2016. Bahan utamanya adalah daging sapi atau kambing yang dipotong kecil-kecil, kemudian nangka muda atau pisang kapok dipotong sesuai selera. Bumbunya lumayan banyak: kelapa gongseng, kelapa giling, cabai merah, cabai kering, cabai rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ke...
Sate Matang adalah tusukan daging berupa sate yang ada di provinsi Aceh . Sate ini dinamakan dengan sate matang karena awal mulanya sate ini diperkenalkan oleh penjualnya di kota Matang Geuleumpang Dua sebuah kota kecamatan di kabupaten Bireuen . Pada tahun 90 an sate ini populer dibeberapa kota besar di Aceh, kini banyak sekali bertebaran penjual sate di Aceh dan kota Medan Sumatera Utara yang menjajakan sate dengan label "sate matang". Bahan utama masakan sate matang adalah daging kambing, berhubung dengan harga daging kambing yang lebih mahal maka seringkali sate matang dibuat menggunakan daging sapi. Proses pembuatan dan memasak sate matang tidak jauh berbeda dengan sate daerah lain di Indonesia , potongan daging yang telah dibersihkan dan dipotong dadu dalam ukuran kecil. Setelah disematkan pada tusukan sate lalu direndam dalam adonan bumbu berupa rempah-rempah dalam waktu yang agak lama. Selanjutnya sate...
Sie reubôh adalah salah satu masakan yang berasal dari Aceh yang tergolong berbeda dari sebagian besar masakan lain. Sie reubôh dibuat dari rebusan daging sapi atau kerbau yang hanya dibumbui dengan bawang merah , bawang putih , cabai rawit , cabai merah dan merica ; [1] berbeda dari makanan khas dari Aceh lain yang berbumbu kuat dan mengandung banyak rempah-rempah. Semua bumbu tersebut dihaluskan lalu dimasukkan ke dalam rebusan daging. Sembari daging direbus dilakukan penambahan cuka enau ke dalam masakan. [2] Pemberian cuka ini dilakukan secara bertahap sambil masakan diaduk-aduk perlahan sehingga semua bumbu meresap ke dalam daging. Kenikmatan masakan ini tergantung pada bahan baku daging yang digunakan. Pemilihan daging sapi yang bagus sangat disarankan, adapun daging sapi digunakan biasanya adalah daging has dalam atau has luar. [2] Daging bagian ini lebih empuk sehingga memudahkan proses...
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rabbani_Wahed Tari Rabbani Wahed adalah sebuah seni tari sufi yang berasal dari Samalanga , Bireuen , Aceh , Indonesia . Tarian yang mengajarkan tentang tauhid, agama, serta kekompakan melalui gerakan energik ini diciptakan oleh T. Muhammad Daud Gade . Tarian Sufi yang dimulai dengan mengikuti syair dari tarian Meugrob dan memiliki lebih dari 30 gerakan yang diawali dengan melakukan Rateb du'ek ("duduk") dan Ratep deng ("berdiri") ini merupakan pengembangan dari tarian Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. [1] Daftar isi 1 Sejarah 2 Gerakan 3 Penampilan 4 Pelestarian 5 Rujukan 6 Pranala luar Sejarah [ sunting | sunting sumber ] Asal-muasal tari Rabbani Wahed yaitu berasal dari tarian M...
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rapa%27i_Geleng Tari Rapa'i Geleng Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Tari Rapa'i Geleng yang ditampilkan oleh Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) di Mesir Rapa'i Geleng adalah sebuah tarian etnis Aceh yang berasal dari wilayah Aceh Bagian Selatan tepatnya Manggeng , yang sekarang masuk kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya . Rapa'i Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di Aceh Selatan . Permainan Rapa'i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Meuseukat ....
https://steemit.com/indonesia/@rahmats/cemilan-khas-aceh-emping-melinjo-kerupuk-mulieng-2017722t134342661z Emping Melinjo, kalau dalam bahasa Aceh (kerupuk mulieng) adalah salah satu makanan khas Aceh yang sangat terkenal dan banyak di produksi di daerah kabupaten pidie tepat nya di kota Beureunuen. Karena emping di daerah tersebut memiliki cita rasa yang khas, berbeda rasa nya dengan emping yang di produksi di daerah sumatera. Kalau memang seseorang pengemar kerupuk emping pasti akan merasakan perbedaannya.. Cemilan kerupuk ini dihasilkan oleh pengusuha-pengusaha kecil yang berada di daerah pedalaman kota Beureunuen. Selain sebagai snack atau cemilan, emping juga banyak kita dapatkan dalam penyajian masakan Aceh, seperti nasi goreng, mie Aceh, nasi lemak dan lain sebagainya. Lezatnya emping melinjo semakin memicu nafsu makan kita. Kerupuk emping ini memiliki rasa yang renyah, gurih dengan rasa asin yang pas dimulut. sangat cocok dimakan sebagai cemilan sambil...
http://khasbudayaaceh.blogspot.com/2012/07/bu-gring.html Bahan-bahan : 1 bambu Beras ketan 1 botol sirup Manisan Aren 1 kg Minyak Goreng Cara membuat : Beras ketan dicuci sampai bersih lalu dikukus sampai matang. Jemur beras ketan yang telah matang dipanas matahari sampai keras. Panaskan minyak goreng, goreng beras ketan yang sudah kering hingga berwarna kekuningan. Sajikan dalam piring/wadah yang sesuai, lalu tuang manisan aren diatas sajian, aduk rata (uli) dan bentuk sesuai selera. Sumber : Fauziah, Peunteut, Aceh Utara ( Yrestiviani )
http://khasbudayaaceh.blogspot.com/ Bahan-bahan : 1 Bambu Beras ketan Hitam 3 Buah Kelapa Santan 1/ 1/2 Kilo Gula Pasir Vanili secukupnya Cara membuat : Beras ketan direndam dengan air kurang lebih 3 jam kemudian cuci bersih, lalu kukus sampai matang. Aduk rata ketan yang sudah matang (di uli) dengan santan kental secukupnya dan tuang vanili. (sampai kalis) Ambil santan kental satu gelas dan santan encer kurang lebih 2 gelas campur dan dengan gula, masak sampai berambut-rambut. Masukkan beras ketan yang telah diuli, aduk rata hingga kental dan berwarna putih. Jika adonan sudah keras dan tidak lengket lagi diwajan maka tandanya sudah masak. Hidangan siap di hias dan dihidangkan. Sumber : Fauziah, Peuntet, Aceh Utara
http://khasbudayaaceh.blogspot.com/ Bahan-bahan: 1 Bambu Beras ketan putih 3 Buah Kelapa Santan (pisahkan santan kental dan encer) 1/ 1/2 Kilo Gula Pasir Vanili secukupnya Cara membuat : Beras ketan direndam dengan air kurang lebih 3 jam kemudian cuci bersih, lalu kukus sampai matang. Aduk rata ketan yang sudah matang (di uli) dengan santan kental secukupnya dan tuang vanili. (sampai kalis) Ambil santan kental satu gelas dan santan encer kurang lebih 2 gelas campur dan dengan gula, masak sampai berambut-rambut. Masukkan beras ketan yang telah diuli, aduk rata hingga kental dan berwarna putih. Jika adonan sudah keras dan tidak lengket lagi diwajan maka tandanya sudah masak. Hidangan siap di hias dan dihidangkan. Sumber : Fauziah, Peuntet, Aceh Utara ( yres...