Asal Usul Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Losarang, Indramayu DaftarSB19 Kelompok masyarakat ini telah menunjukan eksistensinya sejak akhir tahun 90-an kepada masyarakat luas. Mereka membangun komunitas dengan berpegang teguh pada spiritualitas sebagai dasar pembentukan ajarannya. Tidak jarang pula mereka menyebut kepercayaannya sebagai agama Jawa. Melalui kepercayaan ini, mereka melakukan penggalian kembali kepercayaan dan nilai-nilai spiritualitas masyarakat Jawa masa lalu, terutama pada masa prapatrimonial[2]. Mereka berpikir bahwa agama-agama besar yang ada saat ini, termasuk agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia, telah terkontaminasi kepentingan-kepentingan individu yang sarat dengan keserakahan. Hal inilah yang menyebabkan kelompok kepercayaan ini menggali kembali nilai-nilai budaya masyarakat Jawa dan membangun ulang nilai-nilai komunal.[3] Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu tidak memiliki kaitan dengan Suku Dayak asli Kalimantan. Penamaan komunita...
Bleknong adalah salah satu seni pertunjukan yang ada di Indramayu. Bleknong juga bisa disebut sebagai reognya Indramayu, yang dilengkapi dengan pertunjukan buta dan manusia bertopeng lainnya. Asal usul seni ini berasal dari Pasekan. Budaya ini bermulai sejak kabupaten Indramayu dipimpin oleh Raden Wiralodra. Saat itu Raden Wiralodra ingin membuka ahutan (babad alas) untuk menjadi tempat pemukiman, bercocok tanam, dan membuka pertambakan ikan. Namun hutan Tiris itu dipenuhi dengan berbagai jin merkayangan yang terdiri dari Butha Rotadenawa, serta masyarakat merkayangan seperti gendruwo, wewe, tuyul, dsb Raden Wiralodra yang terkenal sakti tersebut akhirnya bisa mengusir para dedemit dengan menabuh alat musik bleknong yang berjalan ke tepi laut hutan Tiris. Para dedemit itu termasuk rajanya tertarik mengikuti gamelan hingga pinggir pantai. Hutan bakau itu akhirnya dapat dibuka dengan damai tanpa ada masyarakat yang diganggu. Semenjak itulah Bleknong dimainkan oleh masyar...
Kampung Budaya Sindang Barang adalah suatu kampung adat Sunda yang terletak di Desa Pasir Eurih Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor. Menurut sejarahnya Kampung Sindang Barang sudah ada sejak abad ke XII dan terpapar dalam Babad Pajajaran dan tertulis juga dalam pantun Bogor. Kebudayaan Sunda yang masih kental tercermin dalam perilaku kehidupan masyarakatnya sehari-hari terutama direfleksikan dalam pelaksanaan acara Serentaun yang rutin dilaksanakan di Kampung Sindang Barang. Menurut penjelasan Prasetyo (2011) Kampung Budaya Sindang Barang adalah salah satu kampung adat dari 20 kampung adat yang ada di Jawa Barat. Kampung Budaya Sindang Barang adalah salah satu komunitas yang hingga kini mempertahankan aspek kebudayaan lokal kerajaan Pajajaran, dimana terdapat 78 lokasi situs sejarah Pakuan Sindangbarang, upacara tradisional (upacara adat Serentaun, upacara adat Neteupken, upacara adat Pabeasan, dan berbagai upacara adat lainnya), dan berbagai kesenian tradisional Sunda. Salah satu...
Ada tiga situs di kawasan ini. Situs pertama disebut penduduk sebagai situs Eyang Esi . Letaknya sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Calobak setelah menyeberangi sungai kecil berair jernih yang secara bercanda oleh Mang Sain disebut sebagai Sungai Ciapus Alit (kecil). Ini merupakan anak sungai Citiis sungai yang cukup besar yang terletak di jalan raya, yang juga disebut sebagai Sungai Ciapus Ageung (besar). Situs ke dua adalah Eyang Tolok, terletak sekitar 15 menit berjalan kaki dari situs kedua. Dan situs terakhir yang paling besar serta yang paling atas dan paling besar adalah situs Eyang Raksa Bumi. Situs Eyang Raksa Bumi ini menurut juru pelihara, letaknya sudah separuh jalan menuju salah satu puncak Gunung Salak.
Pura Parahyangan Agung Jagatkarta ("alam dewata suci sempurna") [1] atau sering disebut hanya Pura Jagatkarta adalah pura agama Hindu Nusantara yang terletak di Bogor , Jawa Barat , Indonesia . Setelah dibangun, Pura Jagatkarta adalah pura terbesar di Jawa Barat dan terbesar ke-2 di Indonesia setelah Pura Besakih di Bali , dianggap sebagai tempat persemayaman dan pemujaan terhadap Prabu Siliwangi dan para hyang ( leluhur ) dari Pakuan Pajajaran yang pernah berdiri di wilayah Parahyangan . Tata letak Pura Jagatkarta juga berdasarkan legenda bahwa titik tersebut adalah tempat di mana Prabu Siliwangi mencapai moksa bersama para prajuritnya, sehingga sebelum dibangun, sebuah Candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam (lambang Prabu Siliwangi) didirikan sebagai penghormatan terhadap Kerajaan Pajajaran, Ker...
Belimbing Dewa merupakan nama buah yang tidak asing di telinga kita. Khususnya kita sebagai warga Depok. Buah belimbing adalah buah istimewa yang menjadi icon dan kebanggaan Kota Depok. Selain memiliki rasa yang manis ternyata belimbing memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan tubuh. Diantaranya adalah sumber vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan yang tangguh dalam memerangi radikal bebas, energi kalori, protein, lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, serat, dan air. Bukan hanya itu saja, belimbing juga memiliki kandungan serat yang baik sehingga dapat membantu melancarkan proses pencernaan, mengandung kadar kalium tinggi, serta natrium yang rendah sebagai obat hipertensi. Buah ini, juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, guna mencegah timbulnya penyakit hepatitis. Manfaat lain dari buah belimbing yaitu dapat membantu mencegah penyebaran sel-sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan me...
Salah satu oleh-oleh khas Depok yang unik adalah Biskuit Temma. Temma merupakan singkatan tepung tempe dan kurma. Ya, biskuit ini memang berbahan dasar tepung kedelai dan kurma. Banyak manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari biskuit ini karena tepung kedelai mengandung banyak zat antioksidan dan protein sedangkan kurma kaya akan vitamin A, vitamin C, zat besi, dan kalsiun. Biskuit ini tinggi protein dan bisa digunakan untuk menambah energi. Sumber : https://mamikos.com/info/15-oleh-oleh-khas-depok-yang-awet-murah-dan-wajib-dibeli-wisatawan/
Pencipta Tari Godeg Ayu, Wulandari S.Sn dari Sanggar Tari Ayodya Pala, menuturkan tari Godeg Ayu merupakan tari kreasi yang berpijak dari kesenian topeng asli Cisalak, Depok. Tarian tersebut menggambarkan dinamika kehidupan gadis yang menginjak dewasa dengan kodratnya yang khas. Semuanya terpadu dalam pribadi yang penuh harapan, cita-cita dan cinta yang tidak terlepas dari konflik dilema tantangan yang menyelimuti kehidupannya. Sumber : https://budayajawa.id/tari-godeg-ayu/
Paresagedeng berasal dari kata 'pare' yang artinya padi dan 'sagedeng' yang artinya segenggam. Paresagedeng adalah motif kain batik ciri khas Karawang. Motif ini terinspiransi dari julukan kota Karawang yaitu "Lumbung Padi". Karawang yang dikenal dengan kabipaten yang memiliki hamparan sawah yang sangat luas, menyebabkan produsen batik terinspirasi untuk membuat motif kain batik ciri khas karawang. Paresagedeng diproduksi di salah satu produsen batik yang ada di Kabupaten Karawang. Motif batik ini banyak digunakan untuk baju dinas PNS di Kabupaten Karawang. Tak jarang, paresagedeng juga digunakan untuk seragam-seragam lainnya. Kini penyebaran batik paresagedeng sudah lumayan meluas di masyarakat Kabupaten Karawang. Dan tugas kita adalah mengwnalkan motif batik ini ke mancanegara.