Tradisi Unik Ngaliwet dari Sunda ndonesia kaya akan tradisi yang unik yang harus kita pelihara terus sampai kapanpun. Tradisi yang unik yang satu ini adalah tradisi dari Jawa Barat atau biasa kita sebut Sunda. Salah satu tradisi unik dari provinsi ini adalah Ngaliwet . Ngaliwet berarti memasak nasi liwet, nasi yang hanya ditanak sekali dan dicampur dengan rempah-rempah yang membuat nasi ini lebih beraroma dan enak. Tradisi unik ini tidak hanya acara makan bersama tapi ada beberapa ritual didalamnya. Ada ritual masak bersama, mulai dari patungan biaya, membeli bahan makanan atau menyumbang bahan makanan mentah untuk dimasak. Ngaliwet sudah menjadi tradisi orang sunda yang telah lama ada. Hampir setiap akhir pekan terutama para remaja mengadakan acara ngaliwet . Tidak tahu sejak kapan tradisi Ngaliwet ini sudah berlangsung. Biasanya para remaja mengadakan acara Ngaliwet pada saat malam minggu atau pada saat kumpul-kumpul bersama teman-teman. Da...
Karinding merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda . Ada beberapa tempat yang biasa membuat karinding, seperti di lingkung Citamiang, Pasirmukti , ( Tasikmalaya ), Lewo Malangbong , ( Garut ), dan Cikalongkulon ( Cianjur ) yang dibuat dari pelepah kawung (enau). Di Limbangan dan Cililin karinding dibujat dari bambu , dan yang menggunakannya adalah para perempuan , dilihat dari bentuknya saperti tusuk biar mudah ditusukan di sanggul rambut . Dann bahan enau kebanyakan dipakai oleh lelaki, bentuknya lebih pendek biar bisa diselipkan dalam wadah rokok. Bentuk karinding ada tiga ruas. Cara Memainkan Karinding disimpan di bibir, terus tepuk bagian pemukulnya biar tercipta resonansi suara. Karindng biasanya dimainkan secara solo atau grup (2 sampai 5 orang). Seroang diantaranya disebut pengatur nada atau pengatur ritem. Di daerah Ciawi , dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun). Secara konvensional menurut penut...
Prasasti Huludayeuh Secara administrasi Situs Huludayeuh berada di Kampung Huludayeuh, Desa Bobos, Kecamatan Sumber, dengan ketinggian ± 73 m dari permuakaan air laut. Sungai yang mengalir di daerah ini adalah Sungai Cimanggung.Wilayah ini merupakan daerah pegunungan, sedang sekitar prasasti berupa pesawahan rakyat yang subur dan produktif, dengan menggunakan sistem sengked (bertingkat). Situs Huludayeuh berada ± 15 km sebelah baratdaya dari Kota Cirebon atau ± 7 km sebelah utara dari Situs Kawali, Kabupaten Ciamis. Untuk mencapai lokasi situs dari kedua daerah tersebut (Cirebon dan Kawali) dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat hingga Desa Bobos. Selanjutnya menelusuri jalan setapak berupa pematang sawah sejauh ± 150 meter. Kemunculan situs ini berawal laporan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon yang tertuang dalam Surat Nomor 1516/...
Ritual langka menyelamatkan bumi akan digelar di Lembang Sebuah ritual langka akan digelar di Desa Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ritual tersebut adalah Hajat Buruan. Ritual Hajat Buruan merupakan serangkaian acara yang penuh simbol kearifan lokal, mulai dari ruwatan bumi yang diwarnai acara tumbal, hingga pertunjukkan kesenian tradisional. Hajat Buruan akan digelar di Lapangan Sepak Bola Sinapeul, Jalan Peneropongan Bintang, Kabupaten Bandung Barat. Acara ini didukung Kepala Desa Gudangkahuripan yang bekerja sama dengan sebuah paguyuban budaya Sunda, Yayasan Kamandaka. Kesenian yang akan ditampilkan diantaranya seni buhun tarawangsa dan seni calung (musik bambu). Ngaruwat akan menjadi pembuka Hajat Buruan. Tujuannya, kata dia, selain untuk mengembangkan tradisi juga sebagai simbol dari usaha menyelamatkan bumi (kampung). Di samping itu, Hajat Buruan diharapkan makin mengukuhkan Lembang sebagai destinasi wisata andalan Jawa Barat....
Rampak Genting Rampak Genting merupakan tradisi membunyikan tanah Jatiwangi yang diselenggarakan setiap Tahun. dengan membuat alat musik dari tanah liat bersama-sama, untuk kemudian dibakar secara berjamaah hingga dimainkan dalam satu orkestra bersama Rampak genting ini, didasari pemikiran wujud rasa penghormatan kepada para pendahulu kebudayaan Jatiwangi. Maklum saja, Kecamatan Jatiwangi merupakan gudang pabrik Genting sejak puluhan tahun lalu. semua alat musik bermaterial keramik atau genting
Ngaruwat jagat merupakan istilah yang digunakan untuk hajat selamatan kampung. Setiap satu tahun sekali kampung diruwat atau diberkati agar masyarakat yang tinggal di daerah sekitar kampung tersebut diberkati atau diberi keselamatan dan dijaukan dari segala hal marabahaya dan musibah lainnya. Ngaruwat jagat biasanya disatukan dengan acara buku taun atau seren taun. Adapun alat yang digunakan untuk ngaruwat jagat ialah, duwegan (kelapa muda), daun kihanjuang, pisang badot, dan seekor kambing untuk dikurbankan. Alat-alat tersebut merupakan simbolik dan mengandung makna tersendiri. Misalnya duwegan, duwegan merupakan kelapa muda yang didalamnya mengandung air bersih bening sebagai lembang air yang paling suci. Maknanya adalah, bahwa kita hidup di alam dunia ini harus seperti duwegan, bulat dan memiliki air yang jernih, yang artinya dalam hidup kita harus membulatkan tekad dan menjernihkan pikiran. Kihanjuang mempunyai maksud "teundeun dina handeuleum hieum, tunda dina hanjuang siang" yan...
Debus/Rudat adalah salah satu jenis kesenian tradisonal rakyat yang berasal dari Jawa Barat yang terdapat didaerah Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut. Ini diciptakan kira-kira pada abad ke-13, pada waktu itu didaerah tersebut masih asing dan belum mengenal akan ajaran Islam secara meluas. Kesenian ini di ciptakan oleh seorang penyebar Agama Islam yang dikenal dengan nama Ajengan (Ustad). Tujuannya untuk menarik masyarakat dalam kepentingan menyebarkan agama, menggunakan tetabuhan dari batang pohon pinang dan kulit kambing. Selain melatih seni tetabuhan, pemain debus juga diajarkan ilmu kemahiran jasmani dan rohani serta ilmu kekebalan tubuh, baik kebal terhadap benda - benda tajam maupun kebal terhadap pukulan.
Terbang Sejak merupakan kesenian karuhun yang beranggotakan beberapa orang berpakaian serba hitam (kampret) khas sunda, mereka melantunkan puji-pujian kepada Alloh SWT dengan iringan alat musik Rebana Besar (Terbang) & Dogdog. Selain alunan puji-pujian, Terbang Sejak juga menampilkan atraksi debus. Terbang Sejak biasanya tampil pada saat perayaan Khitanan dan Pernikahan. Menurut Abah Yayan, seni terbang sejak ini sudah hidup dan berkembang di Kampung Dukuh sejak abad ke-17. Dalam perkembangannya, seni Terbang Sejak karuhun kurang begitu mendapat perhatian dari masyarakat di luar Kampung Dukuh, hanya berkembang di wilayah Kampung Dukuh saja. Awalnya seni Terbang Sejak hanya dilakukan untuk melakukan puji-pujian dan doa-doa kepada Yang Maha Kuasa serta kepada Nabi Muhammad SAW. Memasuki awal abad ke-19, seni Terbang Sejak mendapat perhatian Aki Sanukri, beliau mengembangkan Terbang Sejak menjadi sebuah seni hiburan rakyat, kesenian terbang sejak ini mengalami perkembangan yang cu...
Dalam hajat laut biasanya para nelayan suka membuang kepala sapi, konon membuang kepala sapi bisa menyirnakan paceklik.Perahu nelayan yang mengangkut kepala sapi di dalam jampana suka melaju kelaut lepas,seskali perahu ini dihantam ombak laut Cilauteureun,Pameungpeuk Garut Selatan.Makin jauh dari pantai,ombak lautan terasa semakin kuat maka perahu pun berguncang-guncang.Tapi semua masyarakat yg ada di dalam perahu tidak cemas dan tidak panik karena sudah terbiasa. Hajat laut biasanya suka dihadiri oleh Bupati Garut.Pembuangan kepala sapi ini berjarak 6 km dari Dermaga Cilauteureun dan diikuti oleh belasan perahu,ketika sudah sampai di tujuan semua perahu dihimbau untuk membuat posisi melingkar dengan perahu yang membawa kepala sapi di tengah.Dan saat itulah kepala sapi akan di buang. Saat itu para penumpang perahu bersorak-sorak begitu pun para nelayan saling sembor dengan air laut.Bebrapa nelayan bahkan ada yang sengaja menceburkan diri ke laut untuk mendekatai jampana.Para nelayan...