Blangong atau dalam bahasa Indonesia disebut belanga. Di dalam masyarakat gayo disebut belanga dan masyarakat Aneuk Jamee balango. Bentuknya bundar dengan mulut besar atau dengan kata lain antara bagian bawah dan atas sama besarnya. Ukurannya berbeda-beda ada dari ukuran'yang paling kecil sampai ukuran yang besar. Dari yang berukuran isi 1 kaleng susu air sampai 10 bambu air. Blangong dipakai untuk tempat memasak sayur atau menggulai ikan dan daging. Seperti halnya dengan kanet, blangong juga dibuat dari tanah liat dengan teknik yang sama. Untuk memperoleh blangong caranya sama dengan kanet, ada yang dibeli di pasar dan ada yang didapat dari penjaja yang membawa ke kampung. Pada penjaja selain bisa membeli dengan uang. dapat pula diperoleh dengan sistim barter (tukar barang dengan barang) dengan memberikan padi. beras, asam sunti (asam belimbing) dan lain-lain. Hal-hal yang berhubungan dengan pemakaian. pembersihan. penyimpanan dan memperba...
Prosesi Sunat Rasul di Aceh Selatan 1. Niniak Mamak Acara duduk niniak mamak Sebelum melaksanakan sunat rasul pihak keluarga melakukan duduak niniak mamak atau duduk bersama sanak famili untuk menetapkan tanggal, hari dan bulan acara yang akan dilaksanakan. Setelah kesepakatan ditetapkan maka selanjutnya pihak keluarga menyiapkan persiapan, termasuk menyebar undangan. Biasanya undangan berupa sirih atau permen (untuk perempuan) dan rokok ( untuk laki-laki) 2. Pasang Tampek memasang perlengkapan adat didalam rumah para pemuda sedang memasang teratak untuk tamu Setelah waktu ditetapkan, masyarakat (pemuda) bantu membantu melakukan persiapan untuk acara sunatan rasul (khitan), proses persiapan akan dipimpin langsung oleh ketua pemuda setempat. Mulai dari membangun teratak, angkat-mengangkat sampai dengan hal-hal lainnya yang membutuhkan bantuan pemuda. 3. Malam Duduak Rami acara duduak rami, mengabarkan ke masya...
Dodol Aceh memiliki beragam rasa, seperti durian, kelapa, nanas dan banyak lainnya. Dodol ini memiliki warna hitam pekat, kenyal, dan tak kalah nikmat dengan dodol-dodol dari daerah lain. Di Aceh, dodol juga menjadi makanan yang kerap hadir dalam acara-acara adat, seperti resepsi pernikahan. Dodol Aceh mempunyai rasa manis dan rasa santan. Santan kelapa merupakan bahan baku utama makanan ini. Santan dimasak hingga 6 jam sehingga didapatkan patinya. Selama proses memasak, dodol harus terus diaduk agar santannya merata. Dodol ini nantinya dibungkus dan sekilas bungkusannya menyerupai bungkusan gula jawa. Tidak sulit menemukan dodol Aceh, sebab panganan ini tersedia di gerai-gerai yang menjual oleh-oleh, juga tersedia di Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh yang satu dengan Kabupaten Aceh lainnya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/06/camilan-khas-nanggroe-aceh-darussalam/
Ciri rencong meupucok adalah ukiran emas pada gagang bagian atas. Gagang rencong jenis ini terlihat kecil di bagian bawah, kemudian membesar di bagian atasnya. Ukiran pada bagian gagang senjata ini ada bermacam-macam. Ada yang berbentuk kembang daun, mawar, dan berbagai bentuk huruf Arab. Bentuk-bentuk ukiran tersebut tidak menunjukkan maksud atau makna tertentu. Namun, ukiran-ukiran pada gagang senjata ini merupakan ukiran yang disenangi pemiliknya. Bahan ukiran ini juga berbeda antara satu dengan yang lain, ada yang terbuat dari emas murni dan ada pula yang terbuat dari suasa, yaitu bahan campuran emas dan tembaga di mana jumlah tembaga lebih banyak. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/06/senjata-tradisional-nanggroe-aceh-darussalam-nad/
Rencong meucugek adalah rencong yang menggunakan gagang melengkung 90 derajat (cugek) sehingga membentuk siku-siku. Gagang itu melengkung ke belakang mata rencong sepanjang 8-10 cm. Rencong jenis ini digunakan dalam medan laga pada waktu pertarungan satu lawan satu. Masyarakat Aceh sudah menggunakan senjata jenis ini sejak peperangan melawan penjajah. Cugek pada senjata ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan seseorang untuk menyergap dan menikam lawan dan mencabutnya kembali dengan mudah. Oleh karena itu, fungsi cugek adalah untuk menahan genggaman tangan pada rencong agar tidak terlepas. Dalam bahasa Indonesia, cugek sering diartikan sebagai “lengkungan”. Jadi, rencong meucugek adalah rencong yang melengkung pada bagian sumbunya. Rencong jenis ini terkenal paling ampuh bagi masyarakat Aceh. Gagang dan sarung rencong meucugek ada yang terbuat dari gading ada pula yang terbuat dari tanduk kerbau. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/06/...
Ciri yang menonjol dari rencong meukuree adalah tanda yang terdapat pada mata rencong. Tanda bisa berbentuk bunga, ular, lipan, akar kayu, atau daun. Gambar-gambar tersebut muncul secara tidak sengaja ketika rencong ditempa, yang oleh pembuatnya disebut kuree, maka dari itu rencong tersebut dikenal dengan nama rencong meukuree. Pandai besi pembuat rencong menafsirkan kemunculan gambar itu dengan kekuatan dan keistimewaannya. Semakin lama rencong itu disimpan, kuree-nya akan semakin bertambah sehingga nilai rencong semakin tinggi. Tingginya kekuatan pada sebuah rencong dipercaya menambah kekuatan magis pemilik rencong itu. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/06/senjata-tradisional-nanggroe-aceh-darussalam-nad/
Pudoi berarti tidak sempurna atau setengah. Ketidaksempurnaan ini terdapat pada tidak adanya gagang pada rencong tersebut dan karena itulah rencong ini dinamakan rencong pudoi. T. Syamsuddin, et. al., (1981: 12-13) menuliskan riwayat rencong pudoi sebagai berikut: Setelah Perang Aceh sekitar tahun 1904, orang-orang Aceh masih sering menyelipkan rencong di pinggang di balik baju mereka, biasanya jenis meuceugek atau meucangee. Padahal pemerintah kolonial Belanda menetapkan peraturan orang Aceh tidak boleh memakai rencong pada saat bepergian. Larangan itu bertentangan dengan tradisi Aceh yang menganggap rencong sebagai perhiasan dan alat membela diri sewaktu-waktu. Dengan adanya peraturan itu, masyarakat Aceh kemudian mencari cara untuk mengelabuhi Belanda. Caranya adalah dengan mengubah bentuk gagang yang biasanya menyembul dari balik pakaian menjadi bentuk rencong pudoi. Orang Aceh membawa rencong dengan menyembunyikannya di bawah kain sarung atau celana panjang sehingga tid...
Ciri khas rencong hulu puntong adalah terbuat dari bahan yang beragam seperti mata rencong yang terbuat dari loga, gagang rencong dari tanduk kerbau dan sarung rencong terbuat dari kayu. Gambar di atas ini menunjukkan bentuk rencong hulu puntong yang sangat unik dan sedikit berbeda dengan rencong yang lain. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/06/senjata-tradisional-nanggroe-aceh-darussalam-nad/
Nama Rencong sebenarnya berasal dari “Runcing”, kemudian berubah menjadi Rincung, yang kemudian berubah lagi menjadi “Rencong” (Bahasa Aceh: Rintjong). Adapun bentuk salinan dari ujungnya yang tajam itu adalah dari huruf Mim sebagai bentuk rencong, huruf Mim ini mempunyai suatu sejarah pada awal penciptaannya, bahwa dijadikan huruf Mim itu disertai dengan suatu cahaya yang menerangi alam jagat raya. Itulah cahaya Nur-Muhammad, demikian menurut sebuah riwayat yang ada. Sejarah Menurut T. Syamsuddin, et. al., (1981: 4-6) membagi kemunculan rencong ke dalam dua periode. Pertama, kemunculan berbagai jenis perkakas yang digunakan sehari-hari. Peralatan tersebut juga merupakan peralatan senjata tajam yang meliputi alat perang, kapak, pisau, dan lain-lain. Pembuat peralatan ini disebut pandee beusou. Orang ini umumnya juga membuat senjata tajam berbentuk pendek sejenis pisau yang berfungsi sebagai alat potong. Kedua, rencong sebagai senjata...