HARI PAHLAWAN
359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
RAJA PERAKEET
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Tersebutlah kisah, seekor raja burung parakeet hidup beserta rakyatnya di sebuah hutan di Aceh. Hidup mereka damai. Kedamaian tersebut terganggu, karena kehadiran seorang pemburu. Pada suatu hari pemburu tersebut berhasil menaruh perekat di sekitar sangkar-sangkar burung tersebut. Mereka berusaha melepaskan sayap dan badan dari perekat tersebut. Namun upaya tersebut gagal. Hampir semuanya panik,kecuali si raja parakeet. Ia berkata, "Saudaraku, tenanglah. Ini adalah perekat yang dibuat oleh pemburu. Kalau pemburu itu datang, berpura-puralah mati. Setelah melepaskan perekat, pemburu itu akan memeriksa kita. Kalau ia mendapatkan kita mati, ia akan membuang kita. Tunggulah sampai hitungan ke seratus, sebelum kita bersama-sama terbang kembali. Keesokan harinya, datanglah pemburu tersebut. Setelah melepaskan perekatnya, ia mengambil hasil tangkapannya. Betapa ia kecewa setelah mengetahui burung-burung tersebut sudah tidak bergerak, disangkanya sudah mati. Namun pemburu ter...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
PUTRA MAHKOTA AMAT MUDE
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Amat Mude adalah seorang putra mahkota dari Kerajaan Alas, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Sebagai pewaris tahta kerajaan, ia berhak menjadi Raja Negeri Alas. Namun karena ia masih kecil dan belum sanggup mengemban tugas sebagai raja, maka untuk sementara waktu tampuk kekuasaan dipegang oleh pakcik (paman)-nya. Pada suatu hari, sang Pakcik membuang Amat Mude dan ibunya ke sebuah hutan, karena tidak ingin kedudukannya sebagai Raja Negeri Alas digantikan oleh Amat Mude. Bagaimana nasib permaisuri dan Putra Mahkota Kerajaan Alas selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Putra Mahkota Amat Mude berikut ini! Alkisah, di Negeri Alas, Nanggroe Aceh Darussalam, ada sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Seluruh rakyatnya selalu patuh dan setia kepadanya. Negeri Alas pun senantiasa aman dan damai. Namun satu hal yang membuat sang Raja selalu bersedih, karena belum dikaruniai seorang anak. Sang Raja ingin sekali seperti adiknya yang sudah memili...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
TUJUH ANAK LELAKI
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Tujuh anak lelaki dalam cerita ini adalah tujuh orang bersaudara yang dilahirkan oleh sepasang suami-istri di sebuah kampung di daerah Nanggro Aceh Darussalam, Indonesia. Ketujuh anak lelaki tersebut sungguh bernasib malang. Ketika masih kecil, mereka dibuang oleh kedua orangtua mereka ke tengah hutan jauh dari perkampungan. Mengapa ketujuh anak lelaki itu dibuang oleh kedua orangtua mereka? Lalu, bagaimana nasib mereka selanjutnya? Ikuti kisahnya dalam cerita Tujuh Anak Lelaki berikut ini! Alkisah, di sebuah kampung di daerah Nanggro Aceh Darussalam, ada sepasang suami-istri yang mempunyai tujuh orang anak laki-laki yang masih kecil. Anak yang paling tua berumur sepuluh tahun, sedangkan yang paling bungsu berumur dua tahun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, sepasang suami-istri itu menanam sayur-sayuran untuk dimakan sehari-hari dan sisanya dijual ke pasar. Meskipun serba pas-pasan, kehidupan mereka senantiasa rukun, damai, dan tenteram. Pada suatu waktu, kampung...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Rateub Meuseukat
Tarian Tarian
Aceh

Tari Rateb Meuseukat berasal dari Aceh, provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Pengaruh arab pada kebudayaan Aceh terlihat dari asal nama Reteb Meuseuket yang berasal dari bahasa Arab, rateb atau ratib yang berarti ibadah dan sakat yang memiliki definisi diam. Tarian ini dimainkan oleh sekelompok perempuan dengan baju adat Aceh dengan dominasi sikap simpuh dan menepuk tangan menghasilkan nada diiringisyair-syair dan alat musik asal Aceh, yaitu rapa'i, alat musik menyerupai rebana dan geundrang. Tarian Rateb Meuseukat diciptakan oleh anak Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya) sementara syair-syair yang berisi sanjungan terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW diciptakan oleh seorang ulama abad XIX yang berasal dari Seunagan, Teuku Cik di Kala. Sesuai dengan syair-syair tersebut, awalnya Rateb Meuseukat berfungsi sebagai media dakwah Islam yang dimainkan setelah mengaji atau kegiatan pembelajaran Islam lainnya. Namun, lambat laun tarian tersebut ditampilkan pula dala...

avatar
Riskiakia
Gambar Entri
SATE GURITA
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

  Salah satu kuliner yang wajib dicoba saat mengunjungi Kota Sabang adalah menyantap Sate Gurita. Sate Gurita ini pada dasarnya sama dengan sate yang pernah ada, dengan bumbu kacang dan bumbu padang. Bumbu Kacang atau yang sering disebut juga bumbu jawa terdiri dari kacang tanah, kecap, bawang merah dan bawang putih, garam, cabe rawit. Sedangkan satu lagi bumbu Padang yang terdiri dari racikan bawang putih, bawang merah, cabai merah, jahe, kunyit, sereh, dan bumbu-bumbu lainnya yang dimasak bersama kaldu sapi, kemudian dikentalkan dengan tepung beras. Yang jadi daya tariknya sate gurita adalah daging gurita yang dimasak lembut dan bumbunya meresap sampai kedalam. Dengan daging yang sedikit kenyal dan gurih sate ini menjadi santapan nikmat dan cocok sebagai pengisi perut yang lapar di malam hari.   Bagi anda yang ingin mencoba membuat sendiri berikut ini resepnya :   Bahan : - Daging gurita - Kacang Tanah - Kecap - Bawang M...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Siwah
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Aceh

Siwah adalah senjata tradisional Aceh selain Rencong. Siwah memiliki kemiripan dengan rencong. Sama seperti rencong, siwah termasuk ke dalam senjata tradisional jenis dagger atau belati. Namun siwah memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih panjang dibandingkan dengan rencong. Senjata ini tergolong mahal sehingga jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Siwah dapat ditemui pada kerajaan, yang mana senjata ini merupakan bagian dari perlengkapan raja ata ulebalang.

avatar
Riskiakia
Gambar Entri
Atu Belah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Pada masa dahulu di desa Penerun di Gayo hidup satu keluarga miskin. Keluarga itu mempunyai dua orang anak, yang tua berusia tujuh tahun dan yang kecil masih menetek. Ayah kedua anak itu hidup sebagai petani. Pada waktu senggangnya ia selalu berburu rusa di hutan. Di samping itu, ia juga banyak menangkap belalang di sawah, untuk dimakan apabila tidak berhasil memperoleh binatang buruan. Belalang itu ia kumpulkan sedikit demi sedikit di dalam lumbung padinya, yang sedang kosong karena sedang musim paceklik. Pada suatu hari ia pergi ke hutan untuk berburu rusa. Di rumah tinggal istri dan kedua anaknya. Pada waktu makan, anak yang sulung merujuk, karena di meja tidak ada daging sebagai teman nasinya. Karena di rumah memang tidak ada persediaan lagi, maka kejadian ini membuat ibunya bingung memikirkan bagaimana dapat memenuhi keinginan anaknya, yang sangat dimanjakannya itu. Akhirnya si ibu mengizinkan putranya untuk mengambil sendiri belalang yang berada di dalam lumbung. Ketik...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Ratoh Duek
Tarian Tarian
Aceh

Assalammualaikum, jamee baro trok Tameung, tameung jak pioh u ateuh tika Karena, karena saleum  Nabi k heun Sunnah Jaro, Jaro ta mumat syarat mulia..   Penari-penari wanita mendendangkan lagu sembari menari; menepuk-nepukan dada, menjentik-jentikan jari, menggeleng-gelengkan kepala dan melakukan berbagai gerakan dalam posisi duduk berlutut sambil sesekali bangun dari duduk dan berdiri diatas lutut mereka, lalu kemudian sesekali pula membungkukan badan hingga kepala-kepala mereka nyaris menyentuh lantai. Kemudian penari-penari tersebut  bergerak dalam posisi duduk sambil menirukan gelombang air laut dan berdendang: Hai laot sa I e lam ombak meu alon kapai jih Ek tron meulumba-lumba Hai bacut tek… ds t Begitulah para penari wanita menarikan tarian Ratoh Duek    (duduk berbincang-bincang atau seperti yang disebut Keith Howard sebagai  women chattering ).  Jika ditilik dari unsur...

avatar
Oase
Gambar Entri
Peusijuek
Ritual Ritual
Aceh

Kata  peusijuek  (=men-dinginkan) barasal dari akar kata  sijue’  yang berarti dingin. Dingin atau sejuk, dalam negeri-negeri tertentu di daerah tropis berarti juga: kebahagiaan, ketentraman, kedamaian panas (bahasa Aceh:  seu’uem ) adalah serupa dengan menimbulkan bencana. Jika seseorang memperoleh pengaruh-pengaruh “panas” atau sedang berada dalam keadaan demikian, maka orang itu akan mencari obat-obat pendingin untuk menghilangkan atau menolak pengaruh-pengaruh panas itu. Pada setiap umurnya, manusia tidak terlepas dari pengaruh itu; oleh karenanya  peusijue”  itu dilakukan pada seluruh umur. Sebagai obat pendingin termasuk juga beras (bahasa Aceh:  breueh ) dan padi (bahasa Aceh:  padè ), 2 butir telur mentah dan semangkok air yang dibubuhi kedalamnya tepung beras sedikit (bahasa Aceh:  teupông taweue ). Dalam air itu dimasukkan juga tumbuh-tumbuhan yang bersifat dingin, yaitu:  &oc...

avatar
Oase