Jamuran merupakan permainan yang berasal dari Jawa Timur. Permainan ini dimainkan oleh anak perempuan dan laki-laki, jamuran biasanya dimankan pada saat sore hari di halaman, lapangan atau tempat yang memiliki cukup ruas untuk bermain permainan ini. Cara memainkan permainan ini tidak terlalu rumit, karena untuk bermain permainan ini kamu tidak perlu menggunakan alat dan benda apapun sebagai sarat dari permainan cukup dengan pemain minimal 8 atau lebih, semakin banyak semakin seru. Tentukan pemain yang dijadikan sebagai Jamur, cara nya bisa dengan hompimpah, setelah itu bentuk lah lingkaran dan jamur berada di tengah-tengah lingkaran. Pemain lainnya berjalan mengelilingi jamur sambil bernyanyi dan bertepuk tangan mengikuti irama. Jika nyanyian sudah selesai makan jamur akan mengatakan sesuatu yang nantinya pemain yang melingkarinya harus mengikuti dan menuruti perintahnya, misalnya jamur berkata ‘jamur kendaraan’ makan pemain yang me...
Petil Lele adalah permainan tradisional yang banyak dimainkan oleh anak laki-laki, karena permainan tradisional yang satu ini memerlukan kecepatan dan ketangkasan dalam melempar dan menangkap batang bambu. Permainan ini menggunakan 2 batang bambu dengan ukuran yang berbeda-beda, yang pertama memiliki ukuran sekitar 30 cm dan bambu yang kedua memiliki ukuran yang lebih pendek dari bambu yang pertama.
Bahan Dasar Nasi 100 gram nasi jagung Sakura 300 gram beras putih, cucilah sampai bersih 750 ml air bersih Cara Membuat / Memasak Nasi Ampok : Jagung pilihan dilihaluskan atau dihancurkan menggunakan mesin (diselep, bahasa Jawa) sampai menjadi butiran kecil-kecil yang dinamakan beras jagung. Setelah itu, jagung tersebut dicuci sampai bersih, sampai tidak ada kotoran (jenjet, bahasa Jawa) sama sekali. Setelah bersih, butiran jagung tersebut direndam selama + 10-12 jam, yaitu mulai pukul 15.00-03.00 (mulai jam 3 sore sampai jam 3 malam). Kami memilih waktu ini karena rendaman butiran jagung waktu malam memberikan hasil lebih enak dari pada rendaman waktu pagi atau siang. Karena udara malam yang dingin dapat lebih menggeburkan tekstur jagung yang tadinya keras menjadi empuk (tidak keras) Setelah itu, beras jagung dicuci lagi sampai bersih sampai sisa-sisa jenjet pada cucian yang pertama menjadi bersih tota...
Kue geti adalah kue tradisional yang terbuat dari kacang tanah, wijen, dan gula merah. Geti merupakan jajanan tradisional khas Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur. Selain rasanya yang enak, geti memiliki rasa manis dari gula merah serta gurih dari wijen dan kacang tanahnya membuat kue geti banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Geti biasanya dibuat sebagai hidangan khas lebaran dan terkadang juga dibuat sebagai makanan/ cemilan untuk acara hajatan. Geti memiliki beberapa macam atau jenis, seperti geti kacang tanah, geti wijen, dan geti campuran kacang dan wijen. Bagi anda yang mencoba membuat kue geti ini sendiri dirumah anda, berikut ini kami berikan resep cara membuat geti yang enak dengan mudah dan sederhana: Bahan-bahan yang dibutuhkan: Kacang tanah 1 kg, tanpa kulit ari atau dengan kulit ari Gula merah 500 gram Gula pasir 500 gram Wijen secukupnya disangrai untuk campuran ...
Uceng sendiri adalah ikan air tawar yang memiliki ukuran kecil, sekitar 2 hingga 4 cm dan rasanya seperti ikan wader. Karena bahan dasarnya adalah ikan uceng sehingga peyek ini di namai Peyek Uceng , Cara pembuatan peyek ini, dengan mencampurkan tepung beras, tepung sagu, santan, daun jeruk dan Uceng . Tuang adonan di pinggir wajan dan setengah lagi ada di dalam minyak. Peyek Uceng ini mempunyai rasa yang gurih dan renyah. RM/Toko yang Menyediakan : Depot Uceng Diner Address: Jalan Raya Bence, Bence, Garum, Bence, Garum, Blitar, Jawa Timur 66182 Phone: (0342) 561228 Sumber: https://ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-blitar/peyek-uceng-sukaria-gurih-dan-kriuknya-kuliner-khas-blitar.html
Rumah adat joglo situbondo jawa timuran merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Rumah adat ini mempunyai kemiripan dengan rumah adat joglo Jawa Tengah. Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya lebih minimalis tetapi artistik. Selain itu rumah adat ini mempunyai filosofi dan sanepan yang terkandung didalam rumah adat ini. Sehingga rumah adat ini kental akan kebudayaan leluhur terdahulu.
Bahan-bahan : 200 gram tewel (nangka muda) 150 gram kacang panjang, potong 50 gram daun melinjo muda 75 gram buah melinjo 5 buah cabai hijau, belah 2 ml santan kental 250 ml santan cair 1-2 lembar daun salam 2 cm lengkuas, memarkan 100 gram tempe semangit, dipotong-potong 1 sendok teh garam 1/2 sendok teh gula pasir Bumbu sayur tewel : 6 buah cabai merah 3 siung bawang putih 8 butir bawang merah 1/2 sendok teh ketumbar 1 sendok teh ketumbar 2 cm kencur Cara Membuat Rebus santan bersama bumbu halus, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Tambahkan melinjo, tempe dan tewel. Aduk sesekali sampai tewel setengah matang. Tambahkan cabai, kacang panjang, dan daun melinjo. Aduk sampai matang. Bubuhi garam dan gula pasir. Tuang santan kental. Aduk sampai mendidih. Jika sudah matang tes rasa dan sajikan. RM/Toko yang...
Upacara Kasada - Bromo Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo, Jawa Timur. Mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera-mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji-sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada, Masyarakat tengger berbondong-bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun Sepuh yang dihormati datang, mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir Gunung Bromo. Sebelum lulus mereka diwajibkan menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek-ongkek yang berisi...
Tari Reog berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Biasanya dibawakan oleh 6-8 pria dan 6-8 wanita. Tarian ini melewati beberapa sesi, sehingga memiliki durasi yang terbilang panjang. Tapi kalau kamu suka dengan seni, tidak akan bosen deh melihatnya. Menurut sejarah, tarian ini diambil dari perjalanan Prabu Kelana Sewandana yang sedang mencari pujaan hatinya, perjalanan beliau ditemani oleh prajurit dan patihnya yaitu Bujangganong. Hingga akhirnya bertemulah ia dengan Dewi Sanggalangit seorang putri Kediri. Namun, ia akan menerima cintanya bila Sang Prabu berhasil menciptakan sebuah kesenian. Disinilah mulai terciptanya Tari Reog demi membuktikan cinta Prabu Kelana pada Sang Putri. Ia meminta bala bantuan prajurit-prajuritnya untuk mengisikan tarian yang diciptakannya. Terciptalah 5 komponen penari yang mengisi Tari Reog Ponorogo, yaitu : a. Prabu Kelono Sewandono b. Patih Bujangganong c. Jathil d. Warok e. Pembarong Saya kagum dengan tarian ini, karena...