Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Blitar
Nasi Ampok
- 28 Oktober 2017

Bahan Dasar Nasi

  •  100 gram nasi jagung Sakura
  •  300 gram beras putih, cucilah sampai bersih
  •  750 ml air bersih

 

Cara Membuat / Memasak Nasi Ampok :

  1. Jagung pilihan dilihaluskan atau dihancurkan menggunakan mesin (diselep, bahasa Jawa) sampai menjadi butiran kecil-kecil yang dinamakan beras jagung.
  2. Setelah itu, jagung tersebut dicuci sampai bersih, sampai tidak ada kotoran (jenjet, bahasa Jawa) sama sekali.
  3. Setelah bersih, butiran jagung tersebut direndam selama + 10-12 jam, yaitu mulai pukul 15.00-03.00 (mulai jam 3 sore sampai jam 3 malam). Kami memilih waktu ini karena rendaman butiran jagung waktu malam memberikan hasil lebih enak dari pada rendaman waktu pagi atau siang. Karena udara malam yang dingin dapat lebih menggeburkan tekstur jagung yang tadinya keras menjadi empuk (tidak keras)
  4. Setelah itu, beras jagung dicuci lagi sampai bersih sampai sisa-sisa jenjet pada cucian yang pertama menjadi bersih total.
  5. Selanjutnya, setelah bersih jagung dihaluskan menjadi tepung jagung yang nantinya menjadi nasi jagung instan.
  6. Setelah itu tepung jagung dicampur dengan air (dipuyoni, bahasa Jawa) agar tepung jagung tidak menggumpal atau menyebar, sehingga proses masak menjadi sempurna.
  7. Setelah dirasa tidak menggumpal, tepung jagung dimasak sampai matang.
  8. Setelah proses masak selesai, tepung jagung dipisah-pisahkan lagi agar tidak menggumpal. Pada proses inilah tepung jagang sudah matang dan menjadi nasi jagung. Ini sudah bisa dinikmati seperti makanan pada umumnya.
  9. Untuk menjadikan nasi jagung instan agar bisa dinikmati dalam jangka panjang, nasi jagung ini dijemur dengan sampai benar-benar kering. Hal dimaksudkan agar nasi jagung instan bias bertahan lama.

Lauk Pelengkap

  •  Ikan asin goreng
  •  Urap sayur 

Bahan-bahan urap :

  • 6 lonjor kacang panjang potong 2cm
  • 1/2 ons toge
  • 3 buah wortel di iris korek api
  • 1 ikat bayam, ambil daunnya
  • 1 ikat kangkung, ambil daunnya
  • 1 ikat kemangi, ambil daunnya

Bumbu yang dihaluskan :

  • 2 buah kencur ukuran 2 cm
  • 5 siung bawang putih
  • 4 buah cabe merah
  • 5 buah cabe rawit
  • Gula merah yang sudah di iris 1 sendok makan munjung
  • Gula pasir 2 sendok makan
  • Penyedap secukupnya atau sesuai selera
  • Garam secukupnya atau sesuai selera

Bahan tambahan :

  • Dau jeruk nipis 4 lembar, diiris tipis
  • Kalapa parut untuk urapan sebanyak 1/2 butir kelapa

Cara membuat urap :

  1. Siapkan bahan sayur-sayuran kemudian kita rebus bahan sayur-sayuran tersebut kecuali kemangi, agar warna sayuran terlihat cantik dan alami tambahkan sedikit garam dan gula dalam air rebusan.
  2. Setelah rebusan sayur matang kita angkat dan letakkan dalam wadah atau piring berukuran besar.
  3. Kemudian kita campurkan parutan kelapa bersama bumbu yang telah dihaluskan lalu beri irisan daun jeruk, kemudian kita kukus, sebelum dikukus gunakan daun pisang untuk pembungkusnya (selain dikukus bumbu urap juga bisa kita tumis layaknya seperti membuat sambal goreng).
  4. Sesudah bumbu urap matang kita campurkan bumbu dengan sayuran kemudian kita aduk-aduk sampai semuanya tercampur rata, urapan siap dihidangkan.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Nasi Ampok Tlumpu
Diner
Address: Jl. Cemara No.278, Tlumpu, Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur 66124

 

sumber: http://nasigorengtiwulblitar.blogspot.co.id/2017/09/nasi-ampoki-khas-blitar.html & https://i2.wp.com/deweezz.com/wp-content/uploads/2017/01/nasi-ampok-blitar.jpg

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker