tahun baru
957 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Reog Ponorogo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal usul Reog dan Warok [1] , namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu , seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi , Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Tiongkok , selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog , yang merupakan "sindiran" kepada Raja Ker...

avatar
Fikrizharfan
Gambar Entri
Keris Mageti
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris Mageti adalah keris yang dibuat oleh para empu dari daerah Magetan. Keris ini diperkirakan pembuatannya pada tahun 1650 an. Keris pusaka ini juga menjadi simbol sebagai salah satu keris andalan pada jaman dahulu. Keris Mageti memiliki khasiat untuk ketentraman dan kebahagiaan bagi pemiliknya, juga memudahkan jalan rezeki dan memudahkan mempengaruhi orang lain.    

avatar
OSKM18_16118005_Resmila Rudjito
Gambar Entri
Pesona Jalan Tunjungan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Jalan Tunjungan merupakan jalan yang berada di Kota Surabaya jalan ini merupakan pusat toko komersial sejak abad ke 20 pada tahun 1930 jalan ini dibangun dengan beton dan arsitektur modern di masa itu. Tempat ini juga menjadi saksi peristiwa bersejarah yaitu perobekan bendera penjajahan belanda di hotel oranje yang sekaran telah berubah nama menjadi hotel majapahit Di jalan ini memiliki banyak toko kuno yan masih terawatt kondisinya karena direnovasi dijaga dan dilestarikan oleh pemerintah kota Surabaya Jalan ini memiliki toko toko jaman dahulu bank hotel dan salah satu gedung yang terkenal adalah gedung siola. Gedung gedung yang antik ini memiliki daya Tarik turis yang hebat sehingga banyak turis lokal maupun asing yang  berdatangan. Karena hal tersebut pemerintah kota Surabaya membenahi infrastruktur jalanan di Tunjungan seperti membuat taman gantung lampu lampu jalan yang indah dan tidak lupa tempat duduk yang nyaman. Meski letak nya yang berada di tengah kota ya...

avatar
OSKM18_16418322_Bagas Wicaksono Aribowo
Gambar Entri
Ijen, Kawah, dan Kopi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Ijen, salah satu gunung dengan keindahan pijaran api biru di kawah puncak gunungnya, lereng gunung Ijen juga punya harta karun yang tak kalah indah. Iklim yang mendukung menciptakan jenis kopi yang kini cukup dikenal oleh kalangan pecinta kopi di Nusantara.  Sejak tahun 80an, perkebunan kopi di Ijen berkembang. Namun baru akhir akhir ini biji Ijen dikenal oleh pasar dalam maupun luar negeri. Ada lebih dari 2000 petani kopi di lereng Gunung Ijen dan Raung. Dalam memberdayakan adat kopi di daerah ini, diadakan Festival Kembang Kopi salah satunya di Dusun Lerek yang memiliki ciri khas kopi Lerek-Gombengsari. dimana kopi robusta direbus menggunakan kayu bakar sebagai nilai otentik dari kopi ini. Selain melestarikan budaya, festival ini juga menarik wisatawan baik lokal hingga mancanegara untuk mengunjungi Dusun Lerek sekaligus memuncaki Gunung Ijen. Kelby Jevon, seorang barista asal bandung berkesempatan untuk mempelajari biji kopi Ijen pada awal tahun 2018 lalu m...

avatar
OSKM18_19918229_Kurnia Rizky Mulia
Gambar Entri
Tegal Deso Masyarakat Gresik
Ritual Ritual
Jawa Timur

Tegal Deso merupakan tradisi menrayakan ulang tahun desa tempat tinggal sekaligus untuk bersyukur atas rezeki dan keeadaan desa yang aman sejahtera yang biasa diadakan oleh masyarakat Gresik. Tegal memiliki arti sebagai tempat bercocok tanam yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Kemudian deso berarti sebuah perkampungan. Salah satu tradisinya berada di Desa Sidomoro, setiap tanggal 16 Dzulkaidah warga beramai-ramai berkumpul di balai desa untuk Tegal Deso. Tidak hanya berkumpul mereka juga membawa talam yang berisi nasi uduk,telur,ikan bandeng,ayam goreng, dan urap-urap, ada juga yang membawa buah-buahan, makanan itu nantinya akan ditukar kepada warga lain setelah pembacaan Istighotsah bersama. Tradisi ini telah lama ada dan terus dilestarikan warga Sidomoro.

avatar
OSKM18_16418049_Mohammad Albar Wildan Aziz
Gambar Entri
Agustus-an Carnival (Festival Agustus-an) di Kabupaten Trenggalek
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Agustus-an Carnival (Festival Agustus-an) di Kabupaten Trenggalek Festival Agustusan merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Trenggalek.  Kegiatan ini merupakan rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun kemerdakaan Republik Indonesia serta hari jadi Kabupaten Trenggalek. Hal ini sudah dilakukan sejak lama, turun-temurun dan merupakan kegiatan/agenda tahunan, bisa disebut sebuah tradisi tahunan yang wajib dilaksanakan. Acara ini diselenggarakan 1 bulan  Agustus penuh. Rangkaian acaranya mulai dari perlombaan-perlombaan seperti lomba baca puisi, maca macapat (membaca tembang macapat), olahraga, lomba Baris-Berbaris, fashion show, etnic Karnival, Drumben  carnival, Wayangan, Konser Dangdut dsb Biasanya acaranya ini dimulai pada tanggal 1 Agustus, dan ditandai dengan adanya pembukaan oleh Bupati Trenggalek di Alun-Alun Trenggalek / Pendapa Kabupaten Trenggalek. Sebelum rangkaian kegiatan Agustusan dilaksanakan, diawali deng...

avatar
OSKM18_19718056_Wasingatun Nikmah
Gambar Entri
Nasi Pecel Pojok Madiun
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Warung Nasi Pecel Pojok terletak di Jalan Cokroaminoto No.121, Kota Madiun. Sesuai dengan namanya, warung yang berdiri sejak tahun 1967 ini terletak di pojokan, tepatnya pojokan antara Jalan Cokroaminoto dan Jalan Ringin, samping SDK Santa Maria. Satu pincuk nasi pecel terdiri dari nasi putih, kemudian aneka macam sayuran hijau ditata di atasnya seperti daun bayam, tauge, daun turi, cacahan mentimun, daun kenikir, dan disiram dengan sambal kacang yang pedas, sedang, atau tidak pedas (tergantung pilihan). Tak lupa daun kemangi, lamtoro (petai cina), dan serundeng ditaburkan di atasnya serta lempeng puli menjadi pelengkap agar ada sensasi “kriuk”-nya. Jika masih kurang, ada berbagai lauk pauk yang dapat dipilih sendiri, seperti daging empal, lidah sapi, babat, limpa, usus sapi, otak sapi, paru goreng, daging ayam, ati ampela, lele goreng, sate telur puyuh, tempe goreng, tempe bacem, tahu bacem, perkedel kentang, dan telur mata sapi. Harga per porsinya bervaria...

avatar
OSKM_16918381_Kemal Kemal Arsadian
Gambar Entri
Prasasti Harinjing
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

PRASASTI HARINJING   Peristiwa sejarah yang tertulis dalam Prasasti Harinjing terdiri dari tiga masa pemerintahan raja Kerajaan Medang (Mataram Kuno) yang masih berpusat di Jawa bagian Tengah. Prasasti Harinjing A berasal dari tanggal 25 Maret 804 Masehi, menceritakan tentang seorang tokoh pendeta agung (Bhagawanta) bernama Bari yang membuat tanggul beserta sungai di Harinjing dengan mendatangkan beberapa tokoh pejabat sebagai saksi. Tahun tersebut merupakan masa pemerintahan Rakai Warak Dyah Wanara yang naik tahta Kerajaan Medang (Mataram Kuno) tahun 803 Masehi (Atmojo, 1985:78). Prasasti Harinjing B berasal dari tanggal 19 September 921 Masehi, menceritakan dikuatkannya kembali status sima (perdikan) milik Bhagawanta Bari oleh Raja Rakai Layang Dyah Tulodong serta diberikan kepada para anak keturunan Bhagawanta Bari. Prasasti Harinjing C berasal dari tanggal 7 Maret 927 Masehi, menceritakan agar prasasti sebagai surat keputusan raja yang sah dan diduga ketika itu ma...

avatar
OSKM18_16018117_NATALIA DEVITA PURNAMA
Gambar Entri
Awan Mendung Penanggungan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Dahulu terdapat sebuah desa bernama Desa Sukoreno warganya hidup dengan makmur. Hasil bumi yang melimpah ruah membuat wargamya hidup dalam berkecukupan. Semua yang dibutuhkan tinggal memetik di kebun dan sawah sendiri. Sehingga setiap musom panen mereka mengadakan suatu acara semacam selamatan sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME atas segala hasil bumi yang diberikan. Namun ketenangan itu berlangsung lama hingga sekawanan perampok bersenjata tak dikenal dating seminggu sekali dan bertindak semau mereka sendiri. Mereka menetapkan aturan bahwa setengah dari hasil pertanian dan perkebunan akan menjadi milik para perampok. Bagi mereka yang menentang, maka senapanlah ujung- ujungnya. “Pak, ayo pergi berunding dengan Pak Lurah untuk mengatasi kawanan perampok- perampok itu!” pinta seorang pemuda bernama Jaka Sambang pada bapaknya. “Buat apa kita susah – susah. Warga desa sudah pernah melawan, tapi tak ada hasilnya,”jawab bapaknya pasrah....

avatar
Admin Budaya