Upacara Mendak Kematian Tradisi atau upcara Mendak Kematian yang berasa dari Jawa Tengah. Secara bahasa indonesia, Mendak Kematian merupakan memperingati kematian setelah satu tahun. Sebenarnya tidak hanya itu saja dalam adat Jawa seperti Mitoni (tujuh hari pasca kematian). Berdasarkan sej arah , upacara tersebut memiliki hubungan sangat erat dengan agama Hindu-Budha. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Nyewu (1000) Tradisi Upacara Nyewu 1000 hari setelah kematian (nyewu) adalah upacara/tradisi masyarakat Jawa untuk memperingati kematian seseorang di Jawa Tengah. Upacara tersebut di lakukan masyarakat setempat secara bersama-sama. Tradisi ini yaitu mendoakan orang yang telah meninggal seperti bacaan tahlil dan surah Yasin serta doa yang di pimpin oleh tokoh agama. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Maulid Nabi (Muludan) Upacara atau tradisi Maulid Nabi berlaku juga di Jawa Tengah. Muludan atau maulid nabi yang dalam adat Jawa mempunyai arti sebagai hari peringatan lahirnya nabi Muhammad Saw dan perayaan itu setiap tanggal 12 rabiul awal. Tradisi merayakan maulid nabi Muhammad Saw tidak hanyak berlaku di Jawa Tengah. Daerah lain seperti Sumatera Utara, banyak juga umat Islam yang melaksanakannya. Hanya saja dalam tertib acara disesuaikan dengan kebiasaan yang berlaku di daerah setempat. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Jaran kepang atau Kuda Lumping adalah jenis kesenian tradisional yang umumnya dikenal di masyarakat Jawa Tengah. Kesenian ini merupakan jenis permainan yang menyertakan unsur magis karena pada adegan tertentu pemainnya memainkan atraksi yang tidak mungkin dilakukan manusia biasa seperti adegan makan pecahan kaca. Dari sejumlah kesenian Jaran Kepang yang ada di Jawa Tengah, Pemalang mungkin memiliki beberapa kelebihan berupa inovasi seperti adanya adegan cukup unik dimana dua atau tiga orang pemain dijadikan manusia setengah robot yang bisa duduk atau berdiri mematung berjam-jam lamanya. Kesenian Jaran Kepang biasanya dipentaskan pada acara hajatan, upacara hari besar nasional atau pun menyambut kunjungan tamu resmi.
Tong tong prek, merupakan salah satu tradisi dibulan ramadhan yang hingga kini masih terus di pertahankan oleh remaja masjid di Desa Pasir. Tong tong prek merupakan sebuah istilah membangunkan orang sahur dengan cara menabuh alat-alat sederhana seperti bambu, ember, kaleng cat, kaleng roti atau benda lain yang bisa menghasilkan suara. Benda-benda tersebut dipukul menggunakan alat pukul sederhana seperti ranting pohon yang dipotong kecil-kecil menyerupai stik drum. Bentuk bambu yang digunakan mirip seperti kentongan pos ronda, yaitu diberi lubang sehingga akan menimbulkan suara yang cukup keras. Panjangnya bambu bervariasi, mulai dari 30 sampai 60 cm. Masing-masing personil membawa satu buah bambu dan dibunyikan secara bergantian sehingga akan menghasilkan suara yang berirama. Sebagai variasi, beberapa personil ada yang membawa ember atau pun benda lain. Murni tanpa alat musik modern seperti gitar, kendang ataupun yang lain. Selain menabuh alat-alat tradisional te...
Sumber : Dok.Makanan khas Semarang Pindang di beberapa daerah merupakan nama sejenis ikan. Berbeda dengan di Semarang, nasi pindang merupakan olahan daging sapi yang dikombinasikan dengan kuah rempah kluwek dan daun melinjo. Secara penampilan, nasi pindang hampir mirip seperti rawon di Jawa Timur, namun tidak terlalu pekat dan lebih terasa segar. Warung Pak Ndut yang menyajikan hidangan khas Semarang ini juga termasuk yang melegenda karena telah berdiri sejak tahun 1973 dan telah turun temurun diwariskan hingga generasi keempat. Dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB, nasi pindang Pak Ndut selalu ludes diserbu pembeli. Jadi kalau mau cobain, jangan datang terlalu telat ya! Lokasi: Jl Stadion Selatan (depan Badan Kepegawaian Daerah), Karangkidul, Semarang Harga: 11,000 IDR per porsi Sumber : https://www.tripzilla.id/makanan-khas-semarang/7629
Wangi kemenyan menguar dengan tajam, berpadu dengan aroma sesaji yang diletakkan di tengah Alas Krendhowahono. Usai mendaraskan doa, para abdi dalem lantas mengubur kepala kerbau lengkap dengan kaki dan jeroannya. Upacara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung pun ditutup dengan kenduri bersama. Siang itu, di Alas Krendhowahono yang terletak di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sedang dilangsungkan upacara adat Mahesa Lawung. Menurut ceritanya, tradisi yang bertujuan untuk menyelaraskan alam dan nasib manusia ini telah ada sejak Wangsa Syailendra dan Sanjaya. Hal ini berdasarkan pada keberadaan arca Durga Mahesa Suramandini. Lantas prosesi ini terus dijalani secara turun – temurun tanpa henti hingga kini. Upacara Mahesa Lawung dilaksanakan setiap tahun pada hari ke – 40 setelah acara Grebeg Maulud. Ritual yang menjadi puncak dari upacara Mahesa Lawung adalah mengubur potongan kepala dan kaki kerbau, lengkap dengan jeroa...
Prosesi Tawur Agung Kesanga merupakan upacara yang digelar oleh umat Hindu sehari jelang perayaan Nyepi. Upacara ini berdasarkan pada konsep ajaran Tri Hita Karana, yakni menyelaraskan hubungan dengan tiga elemen, manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Tawur Agung Kesanga sendiri bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum Nyepi, yakni dimana umat akan melaksanakan tapa brata penyepian. Tawur Agung Kesanga diawali dengan ritual pengambilan air suci dari situs Istana Ratu Boko yang terletak di pinggang Pegunungan Batur Agung, tak jauh dari Candi Prambanan. Sekitar pukul 09.00 WIB, para umat memulai perayaan dengan prosesi Mendak Tirta alias menjemput air suci. Dalam ritual Mendak Tirta ini, para umat beriringan mengarak umbul-umbul, berbagai persembahan, gamelan dan ogoh-ogoh menuju ke Candi Dewa Siwa. Setelah tiba di depan candi, hanya yang membawa umbul-umbul dan persembahan saja yang masuk ke dalam candi. Di dalam Candi Dewa S...
sumber : Arsip foto Museum Puro Mangkunegaran Museum Puro Mangkunegaran berada di dalam kompleks istana Mangkunegaran. Museum ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah milik Puro Mangkunegaran yang dikumpulkan sejak tahun 1926. Museum Puro Mangkunegaran dibuka untuk umum pada tahun 1968 dan dikelola oleh Pariwisata Mangkunegaran. Museum Puro Mangkunegaran dibuka setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu jam 08.30-14.30 WIB serta hari Kamis dan Minggu jam 08.30-14.00 WIB. Tiket masuk museum untuk wisatawan domestik sebesar Rp 10.000/orang dan wisatawan mancanegara sebesar Rp 20.000/orang (belum termasuk pemandu). Setiap pengunjung museum akan ditemani oleh seorang pemandu ( guide) berkeliling bangunan-bangunan utama yakni Pendopo Ageng, Pringgitan , Dalem Ageng, Keputren, dan Pracimosono . Selain memberikan informasi kepada pengunjung, pemandu juga akan memberikan arahan kepada pengunjung tentang aturan di istana. Pengunjung akan dib...