Tari Rancak Denok Tari Rancak Denok adalah tari kreasi yang mengambil gagasan dari berbagai tari yang menggunakan topeng sebagai properti saat pementasan. Topeng menjadi properti dari tarian ini. Rancak Denok berasal dari dua kata, yakni Rancak yang berarti dinamis dan cepat, serta Denok yang berarti perempuan dengan demikian dapat dibayangkan bahwa tarian ini memiliki pergerakan tarian yang dinamis dan cepat. Tari Rancak Denok ini diperankan oleh para wanita Jawa. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-tradisional-daerah-jawa-tengah/
Tembang Ketawang Puspawarna Concerto in Slendro yang biasa hadir sebagai pengiring temanten saat manten perempuan dan laki-laki bertemu menuju pelaminan. Tembang Ketawang Puspawarna laras slendro pathet manyura ini teks dan melodinya dibuat oleh PANGERAN MANGKUNEGARA IV ( 1853-1881 ) , biasanya dibunyikan sebagai tanda kedatangan pangeran maupun untuk mengiringi tarian. Gendhing ini memiliki lirik mengenai berbagai jenis bunga yang melambangkan beragam suasana, rasa, atau nuansa. Terdiri dari 7 gerongan kembang dengan masing-masing bait terdiri 3 baris : Kembang kencur, kacaryan anggung cinatur Sedhet kang sarira, gandhes ing wiraga Kewes yen ngandika, angengayut jiwa Kembang blimbing, pinethik bali ing tebing Maya-maya sira, wong pindha mustika Ratuning kusuma, patining wanodya Kembang duren, sinawang sinambi leren nDalongop kang warna, sumeh semunira Luwes pamicara, ang...
Cakepan Gerongan Ketawang Larasmaya Untuk Iringan upacara panggih pengantin adat jawa, akan kita bahas disini lebih lengkap. Diawali dengan kodhok ngorek dilanjutkan ketawang Larasmaya , lengkap dengan titilaras dan cakepan gerongan. Sebenarnya ada beberapa versi yang digunakan untuk upacara panggih, dengan masing-masing cirikhas. Iringan upacara panggih pengantin adat jawa diawali Kodhok ngorek dan dilanjutkan ketawang Larasmaya. Berikut ini notasi dan titilaras cakepan yang bisa kita gunakan. Kami tampilkan beberapa cakepan gerongan seperti dibawah ini. Kodhok ngorek. Buka: Kendang . . . (6) 7 . 7 6 7 . 7 (6) diulang berkali-kali Ketawang Larasmaya Buka: 6 . 7 2 3 . 2 . 7 . 5 . 3 . 7...
[bowo] Lk: Bedug- nrandang ngentang--ngentang-, Mbokne tole tak kan-dani- Pr: Pak..ne ojo-nyelo--nyelo-, ngregoni.. nggon-ku re-ra-cik- Lk: O-po kang- kok tanda-ngi- Pr: A-ku gawe- rujak.. je-ruk-.uk- Lk: Bum..bune.. kuwi.. o..po.. Pr: Lombok.. u..yah-, gulo- tra-si- Duet: je..ruk.. ba..li.. da..sa..re.. we..ton.. nam..bang..an- Pr: Mangkene iki rasane ati Roso risi suwe ora ditili-i, mas yo mas yo mas. Yo ben janji kopen, Ojo lalen pamrihe supoyo kajen Sajake arep lali kwajibane, bapakne Anakmu rewel wae Mbok eling, ojo koming Nyawang wong kang lencir kuning Jak rujak rujak rujak jeruk Sepincuk nggo tombo ngantuk Nora mathuk, ndilalah tansah kepethuk Jak rujak rujak rujak uni Rujake wong edi peni Nora rugi, nglabuhi ibu pertiwi Sajake arep lali kwajibane, bapakne Anakmu mung rewel wae Mbok eling, ojo koming Nyawang wong kang lencir kuning reff: Pr: Mangkene iki rasane ati Roso risi suwe ora ditili-i, mas yo mas yo mas. Y...
Saputanganmu Ki Narto Sabdo - Saputanganmu Dipopulerkan oleh Ki Narto Sabdo Teks Lagu Campursari Saputanganmu - Ki Narto Sabdo Saputanganmu - Ki Narto Sabdo Lirik Lagu Campursari Iki sapu tanganmu Gondo arum kanggo pengilingku Kembang mlati mung sawiji Tur dadi ati rino lan wengi Tak pujo puji gunane Dadi lambange prasane Oiye ........ Oiye ........... Nadyan aduh nyelak tuluh Nanging caket jroning ati Wohing aren silo Ojo ngejur podo Mbok yo eling prasetyamu sepisanan Ki lho iki sapu tanganmu Tansah dadi tali katresnanmu Lerwo alit mungsilo kang ndak anti anti ===== Musik ===== Iki sapu tanganmu Gondo arum kanggo pepilingku Kembang mlati mung sawiji Tur dadi ati rino lan wengi Tak pujo puji gunane Dadi lambange prasane Oiye ........ Oiye ........... Nadyan aduh nyelak tu...
GENDING SLENDANG BIRU Karya. Ki Narto Sabdo *** Kedep wusma aku nyawang slendang biru Gelungane methok Lelatah tasikane ngagem kebaya wungu Nyamping batik solahe Esemme sanggane gawe bingung Nyoto kagunane gede pahedae Amung kuciwane lho... lho... hanyelaki janji... slendang biru Slendang biru... hamung... enaki... ati... Nora tekan... batin setiamu... Slendang biru tetepono janjimu slendang biru
TELAGA BALAI KAMBANG DI NEGERI ATAS AWAN-DIENG Telaga Balai Kambang adalah salah satu telaga yang berada di kawasan dataran tinggi dieng, berada di ketinggian 2000mdpl, telaga ini terletak tak jauh dari kompleks percandian Arjuna, telaga ini juga biasanya digunakan untuk melarung rambut gimbal hasil ruatan pada ritual ruat atau pemotongan rambut gembel anak bajang dieng. Nama telaga ini diberikan karena ada kisah tentang Balai balai yang mengambang di telaga atau Bale Kambang. balai ini merupakan balai tak kasat mata yang dimana dipercayai oleh masyarakat sekitar bila mana kita datang ke telaga lalu melihat dipan-dipan atau balai yang mengambang di telaga. maka kita akan mendapatkan keberuntungan. Dieng memang menyimpan unsur magisnya sendiri, selain karena peradaban hindu tertua yang ada di jawa, dieng juga dipercayai sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur dan para dewa.
Pantangan ini bermula dari kisah kematian Adipati Wirasaba atau Warga Utama 1, Warga utama 1 atau Adipati Wirasaba saat itu diperintahkan oleh kerajaan pajang untuk menyerahkan satu putrinya untuk menjadi pendamping raja pajang. Adipati wirasaba akhirnya menyerahkan putrinya bernama Rara Sukartiyah/Sukesi, mantan istri dari anak ki demang toyareka. Anak ki demang toyareka yang tak terima, lalu berusaha membuat fitnah dengan mengatakan bahwa Rara Sukesih adalah istrinya dan tidak boleh menjadi istri orang lain, setelah mendengar kabar tersebut, Sultan Pajang yang marah tak kuasa membendung amarahnya dan langsung menyuruh 3 prajurit untuk membunuh Adipati wirasaba yang sedang dalam perjalanan pulang, tanpa bertanya dahulu kepada rara sukesih sultan pajang sudah menyuruh ketiga prajuritnya untuk membunuh Adipati wirasaba. Saat itu adipati wirasaba beristirahat dulu di kediaman ki Ageng Bener, di Desa Bener, Ambal, Kebumen. disana Adipati Wirasaba di jamu Pindang Banya...
Museum Soesilo Soedarman is located at Gentasari Village, Cilacap District, Central Java Province, Indonesia. The Museum is accessible from Yogyakarta, pass thru Purworejo – Kutoarjo - Kebumen – Gombong – Buntu and Sampang. From Sampang, turn South for a 5 kilometers to the Museum. There are many street boards within the roads which shown the direction to the Museum. Museum Soesilo Soedarman was inaugurated in year 2000 in honor of the late General Soesilo Soedarman (1928 – 1997), a prominent Indonesian military leader and one of the Indonesia’s distinguished citizens. He act in the Indonesian military establishment since 1945 as a Cadet at The Yogyakarta Military Academy, and joined the guerrilla campaign in West Java and in around Yogyakarta Capital areas during the War of Independence (1945 – 1948). He and his unit, the SWK-104, Werkhreise III, was participated in the successful March 1, 1949 major-attack of Yogyakarta Capital un...