guru
78 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
RAJA TOGA BUTAR BUTAR
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Raja Toga Butar-Butar Pada zaman dahulu kala , awalnya suku-suku di Sumatera Utara pada umumnya orang sakti dan suku suku tersebut terbagi menjadi beberapa kerajaan termasuk dalam hal ini Raja Toga Butar-Butar. Raja Toga Butar-butar adalah salah satu suku batak toba yang ada di Sumatera Utara . Raja Toga Butar-Butar mempunyai anak 4 : 1. Namauliutus br. Butar-butar 2. Simananduk (artinya: Depan) 3. Sitagorat (artinya: Tengah) 4. Simananti (artinya: Mengikut) Namauliutus br. Butar-butar anak dari Raja Toga Butar-Butar menikah dengan orang bunian (Guru Dungdang Sohahuaon) yang dikenal sebagai dukun sakti yang tinggal di Gunung Simanuk-manuk. Suatu ketika setelah Simanduk, Sitagorat , dan Simananti besar mereka disuruh oleh orang tuanya mencari kayu untuk keperluan membuat rumah , lalu mereka pergi tetapi sewaktu pergi kehutan tak disangka mereka sampai ketempat kakaknya Namauliutus br. Butar-Butar di Gunung simanuk-manuk. Sewaktu mereka selesai menc...

avatar
OSKM18_16618211_IKA BUTAR BUTAR
Gambar Entri
Asal Usul Nama Tebing Tinggi (Kerajaan Negeri Padang)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

 Apa yang para pembaca pikirkan ketika mendengar kata ‘Tebing’? pasti sebuah jurang yang tinggi jika dilihat dari atas dan sangat dalam jika dilihat dari bawah. Lalu, bagaimana dengan kata ‘Tinggi’ ? Pasti suatu kata sifat yang menggambarkan bahwa sesuatu itu menjulang ke atas. Lalu bagaimana jika kedua kata itu kita gabungkan menjadi ‘ Tebing Tinggi’ ? pasti anda membayangkan sebuah dinding curam yang menjulan ke atas yang hampir menyentuh langit. Tetapi sangat disayangkan bahwa ‘Tebing Tinggi’ yang akan saya ceritakan disini bukan definisi yang sudah kita ketahui bersama, melainkan adalah ‘Tebing Tinggi’ yang mana merupakan sebuah Kota di Provinsi Sumatera Utara. Disini saya akan mengulas tentang sejarah dan cerita rakyat mengenai asal usul terbentuknya Kota kelahiran saya ini. Disini saya juga akan mewawancarai teman saya sewaktu Sekolah Menengah Atas dulu, yang mana beliau merupakan Ketua Tim Peneliti Asal Usul Kot...

avatar
OSKM_19818162_Bima Fitra Aulia
Gambar Entri
Batu Guru,batu keramat Sumatra Utara
Ritual Ritual
Sumatera Utara

BATU GURU Objek Wisata Batu Guru yang terletak di tepi pantai Danau Toba tepatnya di Pantai Desa Pangaloan Kecamatan Nainggolan Samosir atau sekitar 2 Km ke arah Timur Kecamatan Nainggolan. Objek wisata ini tidak asing lagi bagi sebagian besar warga Samosir karena letaknya yang cukup strategis berada di tepi danau juga mudah dijangkau melalui perjalanan darat yang hanya sekitar 50 m dari Jalan Provinsi-Lintas Samosir. Batu Guru memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya yang mengisahkan kejayaan orang batak toba yang berdomisili di seputaran Kecamatan Nainggolan. Adapun kisah Legenda batu Guru yang menurut penuturan warga setempat adalah batu yang terjadi akibat suatu pertarungan antara Raja-Raja sehingga dari hasil pertarungan terjadilah dua buah batu besar yang bertikai, dimana salah satu batu berada di darat atas perkampungan dan satu lagi berada di daerah tepi pantai Danau Toba dengan ukuran yang cukup besar. Batu Guru yang berada di tepi pantai Danau Toba memi...

avatar
Heriprasetya
Gambar Entri
Banua Ginjang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Banua Ginjang (atau dunia atas) adalah tempat tinggal para dewa. Tempat in berada di langit dan dapat dibagi menjadi tujuh tingkat langit. Di tingkat langit yang ke tujuh, ada singgasana dewa tertinggi dan pencipta alam semesta, yaitu Debata Mulajadi na Bolon; beserta para dewa lainnya. Mulajadi na Bolon merupakan dewa paling tinggi di mitologi Batak, dan ialah dewa yang menciptakan tujuh tingkat langit tersebut beserta benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, dan Bintang. Matahari ia sebut sebagai anaknya; dan saat terjadi gerhana, Matahari disebut sebagai "Angkalau". Ketiga putra Mulajadi na Bolon, yaitu Batara Guru (dewa yang merajai tiga dunia), Soripada (disebut juga Sori atau Sore, setara dengan dewa Wisnu di mitologi Hindu, dan turut serta dalam menciptakan Banua Ginjang), dan Mangalabulan (dewa yang digambarkan dengan sifat baik dan juga jahat, dan merupakan pencipta dunia bawah tanah dan penguasa bulan); juga tinggal di Banua Ginjang. Selain muncul dalam mitologi...

avatar
Oskm18_16818031_alexandra
Gambar Entri
Sembilan Satu Ginting
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang sakti bernama Ginting. Ginting ini kemudian pergi ke tanah Karo dan menikahi seorang gadis karo. Tidak lama kemudian lahirlah anak dari Ginting dan pasangannya. Akan tetapi, yang terlahir bukanlah bayi melainkan sesuatu berbentuk seperti “labu”. Hal ini terus terjadi pada kesepuluh anaknya. Pada suatu ketika datanglah seorang ahli nujum dan berbincang dengan Ginting mengenai anaknya. Sang ahli nujum berkata bahwa untuk mengeluarkan anak-anaknya Ginting harus mengupas “labu” tersebut menggunakan sembilu dari bambu khusus. Tetapi sebelum mengupas "labu" tersebut, Ginting dan keluarganya harus melaksanakan adat erpangir. Erpangir merupakan adat dimana sebuah jeruk purut dibelah dan dicelupkan didalam cawan putih berisi air bersih dan dedaunan segar, kemudian diberi mantra. Ginting dan keluarganya yakni, kalimbubu, senina/sembuyak, dan anak beru harus membilas wajah mereka menggunakan air tersebut. Anak-anak Ginting yang ma...

avatar
OSKM18_16918370_Gregorius Aginta Gintings
Gambar Entri
Mukul
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mukul merupakan salah satu prosesi dari pernikahan adat suku Karo. Mukul dilaksanakan pada saat makan malam sesudah siangnya dilakukan kerja adat bagi pengantin yang bertujuan untuk memberi tenaga baru bagi sepasang pengantin. Mereka akan diberi makan dalam piring yang sudah disiapkan. Acara ini diadakan di rumah kedua pengantin, tetapi bila pasangan pengantin belum memiliki rumah,  maka diadakan di rumah orang tua pengantin perempuan. Tempat makan yang digunakan menggunakan pinggan pasu beralaskan uis arinenteng di atasamak cur. Acara mukul berawal dengan datangnya kedua pengantin dan rombongan dari rumahnya menuju rumah orangtua pengantin perempuan, kedua pengantin berhenti sejenak untuk dihamburkan dengan menggunakan beraskepada kedua pengantin. Kemudian "ralep-ralep" dan "ndehile" dan ketika nepung wari ini, kalimbubu memberi petuah atau berkat yang dalam Bahasa Indonesia berbunyi, "Ini kami hamburkeun atau tuangi kalian dengan beras putih bening karena itu beras pum le...

avatar
OSKM18_19818039_Graciella
Gambar Entri
Silinduat (Kembar)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Dahulu kala ada sebuah cerita yang berasal dari Pulau Samosir di desa si dugur-dugur tinggallah seorang laki-laki bernama guru Hatimbulan. Beliau adalah seorang si Baso atau pendeta namanya datu Arak ni pane. Istrinya bernama Nansindak panaluan. Mereka sudah lama menikah tetapi belum juga dikaruniai seorang anak. Sesudah perempuan itu hamil maka luar biasa lamanya barulah anak itu lahir, semua penduduk kampung itu menganggap keadaan itu hal yang gaib, saat itu juga terjadi kelaparan juga teriknya tak tertahankan, kerah tanah menutupi hubangan-hubangan dan rawa-rawa. Karena kepala persatuan pemujaan roh-roh menjadi risau ia pergi menjumpai guru Hatimbulan dan mengatakan kepadanya: mengapa keadaan yang seperti ini tidak berubah-ubah karena kejadian belum pernah terjadi mereka pergi untuk mencari sebabnya dan mengajak kepada Debata atau dewa yang adil sehingga guru Hatimbulan menjawab: ”semua bisa terjadi” lalu raja Bius mengatakan: ”semua orang heran mengapa istrimu...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Hahomion Horja Bius
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Huta atau kampung di daerah komunitas orang Batak Toba adalah persekutuan masyarakat yang paling kecil yang dibentuk oleh marga. Mulanya mereka tinggal di kampung induk tetapi karena penduduknya terus berkembang menyebabkan terbentuk huta-huta yang baru. Untuk mengatur kepentingan bersama beberapa kampung atau huta membentuk federasi atau persekutuan yang sifatnya masih terikat satu dengan lainnya. Kumpulan huta disebut Horja. Perserikatan horja ini lebih banyak mengurus hal yang berhubungan dengan duniawi. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion.Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion. Ritual Hahomion adalah upacara yang dilakukan oleh nenek moyang kita terdahulu yang ditujukan untuk pemujaan kepada roh leluhur dan kekuatan gaib. Maksud diadakannya Ritual Hahomion untuk memberikan sesajen/persembahan kepada kekuatan gaib dan roh leluhur. Nenek moyang kita dahulu percaya bahwa roh leluhur masih memiliki peran dalam kehidupan keturuna...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Parmalim
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Istilah Parmalim merujuk kepada penganut agama Malim. Agama Malim yang dalam bahasa Batak disebut Ugamo Malim adalah bentuk moderen agama asli suku Batak. Agama asli Batak tidak memiliki nama sendiri, tetapi pada penghujung abad kesembilan belas muncul sebuah gerakan anti kolonial. Pemimpin utama mereka adalah Guru Somalaing Pardede. Agama Malim pada hakikatnya merupakan agama asli Batak, namun terdapat pengaruh agama Kristen, terutama Katolik, dan juga pengaruh agama Islam. Sumber: https://infokamu12345.blogspot.com/2013/11/agama-agama-asli-indonesia.html

avatar
Hamzahmutaqinf