Buku
104 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Juku Marica Le'leng - Makassar - Sulawesi Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Kepala ikan dimasak dengan lada hitam memang sangatlah berbeda. Apalagi makan kepala ikan di tempat ini pun tidak repot. Dengan kondisi kepala ikan yang sudah dibelah belah, kita leluasa mengambil bagian-bagian empuk yang enak dari dalam kepala itu dengan sendok dan garpu ataupun dengan tangan kosong.   Bahan: 1. 1 buah kepala kakap, cuci bersih 2. 3 sendok makan margarin 3. 100 ml air kaldu   Bumbu: 1. 5 buah bawang bombai, potong-potong 2. 3 siung bawang putih, cincang 3. 10 buah cabai merah, iris serong 4. 5 cm jahe, potong korek api 5. 3 sendok makan merica hitam kasar 6. 1/4 sendok teh kecap kikkoman 7. 1 sendok teh gula pasir 8. 1 1/2 sendok teh minyak wijen   Cara membuatnya: 1. Panaskan margarin hingga meleleh, tumis jahe dan bawang putih hingga harum. Masukkan kepala kakap, tumis sebentar. 2. Tuang air kaldu, masak hingga mendidih. Masukkan semua bumbu, masak hingga air matang. &n...

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
Sop Ubi - Makassar - Sulawesi Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Sop Ubi merupakan jenis makanan yang cukup populer di Makassar. Warung sop ubu yang peling terkenal akan kelezatannya ada di jalan Datu Museng. Sop ubi paling enak jika disantap pada siang atau sore hari.   Bahan: 1. 3 buah ubi (singkong). kupas, goreng 2. 2 liter air 3. 50 gram daging sapi, potong kotak kecil 4. 500 gram taoge 5. 6 buah telur, rebus, belah dua 6. 1 sendok makan merica utuh 7. 8 buah bawang putih 8. Garam secukupnya Pelengkap: Bawang goreng, jeruk nipis, sambal dan kecap. Cara membuatnya: 1. Haluskan bawang putih, merica, dan garam, kemudian tumis. 2. Masak daging ke dalam 2 liter air sampai air mendidih. Masukkan tumisan bumbu, kemudian masak lagi sampai daging menjadi empuk. 3. Masak air sampai mendidih, masukkan taoge, masak sekitar +- 1 menit, kemudian tiriskan. 4. Potong-potong ubi yang sudag digoreng, tata di atas piring, masukkan rebusan taoge, bawang goreng, sambal, tambahkan air jeruk...

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
Pa'piong Barra Pulu - Toraja - Sulawesi Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Bahan-bahan: beras ketan 2 lt bambu 3 ruas daun pisang cukup untuk pengalas bumbu kelapa 1 buah garam secukupnya Cara Memasaknya: Beras direndam selama ± 3 djam. Kelapa diparut, dibuat santan 3 liter, diberi garam. Bambu dialas daun pisang, diisi beras sampai ± 5 cm dari permukaan bambu yang masih kosong, diberi air santan sampai penuh. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno  

avatar
Isni
Gambar Entri
Toli Toli - Sulsel - Sulsel
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Bahan-bahan: Tepung beras ketan 1/2 kg Minyak goreng 1/2 botol Gula merah 1/4 kg Cara membuatnya: 1. Gula direbus agak kental sampai masak. 2. Didinginkan, dicampur dengan tepung ketan, sampai dapat dibentuk. 3. Adonan dibentuk seperti angka 8. Mula-mula dibuat bulatan-bulatan sebesar kelereng, dibuat panjang 15 cm, dibentuk angka 8. 4. Digoreng dengan minyak yang tidak begitu panas. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 1130

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Angin Membawa Bahasa
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sulawesi Selatan

Lagu "Anging Mammiri" tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, berkat buku-buku kumpulan lagu daerah yang menjadi pegangan para pelajar sekolah dasar di Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu bahasa apa yang digunakan lagu ini. Banyak yang mengira lagu ini dalam bahasa Bugis, padahal yang benar adalah bahasa Makassar. Lho, memang apa bedanya? Meski sama-sama berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, bahasa Bugis dan bahasa Makassar adalah dua bahasa yang berbeda. Penutur kedua bahasa ini tidak bisa memahami satu sama lain, oleh karena itu komunikasi antar-suku di Sulawesi Selatan biasanya dilakukan dalam dialek Makassar. Lho, beda bahasa Makassar dan dialek Makassar apa? Bahasa Makassar adalah bahasa tersendiri yang tidak bisa dimengerti oleh penutur bahasa Indonesia/Melayu, sedangkan bahasa Indonesia (atau Melayu) dialek Makassar kurang lebih sama dengan bahasa Indonesia yang digunakan di daerah lain, tapi banyak menyerap fitur berbagai bahasa dan dialek di Sulawesi...

avatar
Ari Vanuaranu
Gambar Entri
Sanggul Simpolong Tattong - Suku Bugis - Sulawesi Selatan - Tata Rambut
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Simpolong artinya ‘sanggul’, sedangkan tattong artinya ‘berdiri’. Sanggul ini berbentuk tanduk. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh animisme, meskipun suku Bugis penganut agama Islam yang taat. Kerbau atau tanduk kerbau dianggap binatang yang mempunyai kekuatan gaib dan di dalam buku Kielich yang berjudul Volken Stammaen dikatakan bahwa wanita Bugis mendapat kedudukan yang tinggi dalam masyarakatnya. Oleh karena itu, secara simbolis sanggul yang berbentuk tanduk ini dapat diartikan sebagai penghargaan kepada pengantin. Simpolong tattong adalah sanggul pengantin suku Bugis.   - Aksesoris bunga sibali/ pattodo sibali yaitu bunga yang terbuat dari emas dan diletakkan pada kanan dan kiri sanggul bunga mawar, aster, melati ( bunga setaman) yang terdiri dari lima warna, diletakkan kanan dan kiri sanggul sebelah bawah kembang pinang goyang yang terbuat dari emas banyaknya tergantung dari tingkat social , bagi bangsawan 9 buah, masyar...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Monumen Korban 40.000 Jiwa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Monumen korban 40.000 jiwa merupakan salah satu obyek wisata sejarah Sulawesi Selatan. Monumen tersebut berdiri sebagai pengingat peristiwa tahun 1946 hingga tahun 1947 silam. Dimana pada saat itu menjadi lembaran kelam bagi masyarakat Sulawesi Selatan, sebanyak 40.000 orang tewas dibantai oleh pasukan belanda, yang dipimpin oleh Kapten Raymond Paul Piere Westerling dalam sebuah operasi penumpasan pemberontak. Monumen korban pembantaian 40.000 jiwa ini berada di wilayah yang asri dan tertata rapi. Dilahan tersebut berdiri beberapa bangunan seperti pendopo, monumen dan relief (gambar timbul) pada dinding-dindingnya. Serta salah satu sisi bangunan, berdiri salah satu patung yang tingginya sekitar empat meter. Patung tersebut menggambarkan seorang korban yang selamat dari pembantaian dengan kaki yang buntung serta tangannya menggunakan penyangga. Berdasarkan beberapa sumber informasi, jika disekitar monumen tersebut, aksi beringas pasukan Westerling dilakukan dengan menggu...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
Legenda Sejarah Asal Mula Nama Kota Makasar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Banyak orang salah kaprah menilai arti nama Makassar berasal dari kata ‘kasar’. Padahal, sejarah penamaan Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini, sangat bernuansa islami, yakni ditandai dengan mimpi Raja Tallo ke VI di abad ke 16. Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit. Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar. Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan. Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan per...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Sauwang
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Sauwang, yaitu alat khusus untuk meniup api. Sauwang ini terbuat dari bahan kayu bundar (glondongan) yang bagian tengahnya diberi lubang (dari ujung ke ujung). Sauwang terdiri atas dua tabung hawa. Cara penggunaan yaitu dengan menekan secara bergantian kedua alat pembangkit udara pada masing-masing tabung hawa. Agar jelasnya dapat dilihat dalam foto No. 4. Sumber: Buku Senjara Tradisional Sulawesi Selatan https://play.google.com/books/reader?id=hJ6KCgAAQBAJ&pg=GBS.PP1

avatar
Deni Andrian