Kopi Bubuk Cartenz adalah kopi bubuk Arabika Asli produksi CV Bina Tani Wamena yang diolah dari biji kopi Arabika pilihan, milik mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Jayawijaya, Ir. Paulus Sarira. Kopi Bubuk Cartenz diolah dengan menggunakan mesin penggilingan kopi dengan kapasitas 10 Kg sekali giling. Dengan mesin giling ini dihasilkan kopi bubuk yang halus (tidak kasar) sehingga dapat dinikmati dengan sedikit ampas halus tanpa kasar. Kopi Bubuk Cartenz merupakan oleh-oleh khas Wamena yang banyak dicari orang ketika berkunjung ke Wamena. Saat ini, CV Bina Tani telah memproduksi kopi bubuk dengan kemasan 100 dan 200 gram. Kopi Cartenz ialah Kopi Wamena bubuk yang diproduksi oleh Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Jayawijaya, Ir. Paulus Sarida. Kopi Cartenz dulunya diproduksi di Wamena. Sumber: http://kopi-papua.com/kopi-papua.html
Kopi Bintang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang di Provinsi Papua dan Start Mountains di Papua New Guinea. Kopi Bintang hingga saat ini (Agustus 2016) masih dikelola secara tradisional, belum ada badan usaha yang mengelolanya. Nama “Kopi Bintang” diberikan oleh PAPUAmart.com dalam rangka merintis penamaan dan atas kerjasama dengan KSU Baliem Arabica akan dilakukan pendalaman indikasi geografis lalu kemudian dilakukan branding. Sumber: http://kopi-papua.com/kopi-papua.html
Bahan-bahan: 500 ml santan 1 ekor ayam, potong kecil-kecil 200 gr daun melinjo 1 ruang lengkuas, memarkan 10 buah cabai rawit merah utuh Garam secukupnya 1 buah cabai merah, diiris serong untuk taburan 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis Bumbu yang dihaluskan: 3 butir bawang merah 2 siung bawang putih 1 ruas kunyit Cara membuat: Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum. Masukan ayam dan lengkuas aduk rata. Masukan santan masak hingga mendidih. Tambahkan daun melinjo. Aduk rata dan masak hingga matang. Tambahkan garam dan cabai rawit utuh, angkat. Taburi dengan irisan cabai merah. Sajikan Panas. Tempat yang menyediakan: Restoran Yougwa Jl. Raya Klp. Hybrida, Pegangsaan Dua, Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta (021) 45858338 Sumber: https://books.google.co.id/books?id=LsX6oOeeyvYC&pg=PA341&lpg=PA341&dq=...
Sagu adalah makanan khas Indonesia timur yang berasal dari tepung dan berasal dari batang pohon Sagu. Makanan karbohidrat ini mempunyai fungsi yang sama dengan nasi atau gandum yang menjadi makanan pokok Indonesia secara umum. Keberadaan sagu begitu penting bagi masyarakat Papua, termasuk suku Asmat yang mendiami wilayah pesisir selatan pulau Papua. Makanan ini seperti sumber kehidupan bagi sebagian besar warga dan sangat dibutuhkan dalam menunjang kehidupan harian mereka. Karena hal inilah, maka masyarakat Asmat pun mempunyai sebuah ritual yang berkaitan dengan keberadaan sagu sebagai makanan pokok mereka. Para wanita Asmat pun mulai merias wajah mereka dengan cat putih yang mereka buat dari zat kapur cangkang kerang sungai. Mereka mulai membuat lukisan-lukisan unik di wajah dan membiarkannya menutupi hampir seluruh permukaan kulit. Hiasan kepala yang berupa mahkota bulu burung kasuari pun mulai dipakai oleh beberapa orang wanita. Memang sebagian besar mereka masih memakai...
Selain busur panah dan juga pisau belatinya yang khas ternyata Papua juga memiliki senjata lainnya yang khas, namun senjata ini berupa ramuan untuk para pria supaya bisa bertemu di atas ranjang melawan pasangannya. Senjata tersebut adalah ramuan obat kuat asli Papua dengan khasiat yang sangat ampuh mengatasi seks pria. Selain ampuh ramuan ini juga terbuat dari bahan alami yang dapat diracik secara tradisional, bahan primadona yang digunakan adalah daun gatal atau tanaman petatas pantai yang dapat anda temukan di bibir pantai daerah papua. Namun cara pembuatannya tidak sembarangan perlu cara-cara tertentu yang harus diikuti, tapi anda tidak usah risau karena cara pembuatannya sangat mudah. Bahkan anda sendiri tanpa bantuan orang lain juga pasti bisa membuatnya. Resep Tradisional Obat Kuat Asli Papua Untuk membuat obat kuat asli Papua terlebih dahulu anda perlu menyiapkan bahan-bahan yang digunakan: 1. Tangkai/batang dari daun gatal 2. Minyak kelapa murni (Miny...
Karwar adalah kerajinan patung kayu berbentuk manusia, dengan ukuran kepala lebih besar dari badannya. Ini adalah patung khas Biak Numfor, Papua, sekaligus oleh-oleh yang paling diminati oleh traveler. Sekilas, patung ini tampak unik karena kepala yang lebih besar dari badannya. Padahal, patung ini merupakan karya seni Biak Numfor yang lestari bertahun-tahun. Namanya Karwar, patung yang berfungsi sebagai lambang kehadiran roh para nenek moyang yang telah meninggal. Bagi masyarakat Papua termasuk Biak Numfor, mengukir adalah bagian dari ritual keagamaan. Mengutip majalah resmi Pemkab Biak Numfor, Selasa (42/7/2012), ukiran dipercaya sebagai mediator yang menghubungkan masyarakat dengan leluhur mereka. Melalui ukiran inilah, masyarakat Biak Numfor berkomunikasi dengan arwah keluarga yang sudah meninggal. Tak heran masyarakat Biak Numfor percaya, roh orang yang sudah meninggal dapat dipanggil untuk memberikan petunjuk-petunjuk penting seperti masa panen dan penyem...
Bagi kawan kawan yang su pernah mencoba makanan ini, pasti membaca dengan serius, tapi yg belum tau pasti kira ini judul cerita mob kan ? Baiklah sa ingin menulis sedikit resep yg sa tau karna sa pernah praktek masak batang pisang ini. Bahan: tebang sebuah pohon pisang (tentunya yang sudah selesai berbuah to, biar tra terlalu rugi). garam secukupnya air secukupnya minyak goreng secukupnya bawang putih dan bawang merah Cara Pembuatan: Kemudian batang pisang dipotong menjadi beberapa bagian agar memudahkan pekerjaan selanjutnya. Pekerjaan selanjutnya adalah batang pisang tersebut dilepas lapisannya satu persatu sampe di bagian yang paling dalam dimana lapisannya sudah susah untuk dilepas. Bagian terdalam ini biasanya berwarna putih dan kalo dipatah ada getahnya berupa serat yang kalo kering tu lebih kuat dari tali apapun. Bagian dalam yang putih itu lalu diiris iris sampe halus, kasih masuk dalam loyang, tambahkan garam sedikit lal...
Bagi Pecinta kuliner olahan seafood mungkin sudah pernah mendengar menu Kepiting Asap yang saat ini sedang booming boominnya di kanca kuliner masakan laut, dari rasanya yang sangat enak di padu dengan daging kepiting yang sangat lembut juga bumbu yang membalut kepiting saat di asap seakan tek mau berhenti melahabnya bahakan sampai kepiting habis sisa bumbunya pun tidak terlewatkan untuk menyantapnya selain menjadi primadona bagi pecinta kuliner Seafood dan jangan mengaku pecinta kuliner seafood jika belum merasakan Kepiting Asap yang sangat enak dan lezat ini ,biasanya kepiting yang di gunakan sebagai bahan dasar kepiting asap ini berasal dari daerah papua yang memiliki rasa khas dan menjadi andalan para pengusaha resto masakan seafood dan menjadi menu andalan yang paling populer . Kepiting Asap sangat di kenal dengan rasanya yang sangat nampol juga dari rajikan bumbu yang menjadikan kepiting asap sangat di gandrungi dan di gemari, dalam istilah pengasapan dalam proses pengolah...
Makanan tradisional masyarakat Napan dan masyarakat Yaur, Papua terbuat dari sagu. Sagu dalam bahasa orang Napan adalah Fi sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Napan dan masyarakat Yaur. Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, Biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut. Masyarakat Napan dan masyarakat Yaur tidak mengenal bakar batu sebagai cara pengolahan makanan. Mereka mengolah makanan dengan cara dipanggang diatas bara atau diasar dan direbus. Makanan tradisional masyarakat Yaur dan Napan yang terbuat dari sagu adalah Kaioki. Makanan ini biasanya disajikan dalam acara ritul perkawinan, peneguhan kepala suku atau acara adat lainnya. Pada umumnya adalah orang-orang khusus setempat yang diten...