Wanita
226 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Ketuk Tilu
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari ketuk tilu ini banyak tersebar di wilayah Priangan, Bogor, dan Purwakarta. Tarian ini biasa ditampilkan pada acara perhelatan, perayaan dan ngamen, bisa di ruang terbuka atau tertutup. Tari Ketuk Tilu ini termasuk ke dalam tari hiburan atau tari pergaulan. Pada penampilannya, tari ketuk tilu disajikan di depan kelompok penabuh. Di tengah arena tempat menari biasanya ditempatkan lampu minyak berkaki (Sunda disebut oncor). Penonton/calon penari berada di sekitar gelanggang, duduk, jongkok atau berdiri, sekarang pada acara resmi selalu disediakan kursi untuk duduk para penonton. Pada adegan pertama perangkat iringan di bunyikan yang biasa disebut Tatalu, yaitu untuk menghimpun pengunjung, penonton, dan peserta. Setelah masarakat banyak berdatangan dan sudah berkumpul, dimulai dengan para penari wanita (Ronggeng) memasuki gelanggang, menari bersama mengitari lampu oncor, gerakan tarinya disebut jajangkungan dan wawayangan dan gerakannya sudah ditata terlebih dahulu, dengan temp...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Ronggeng Bugis
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tertarik dengan segala sesuatu yang sedikit provokatif namun menghibur? Mungkin Ronggeng Bugis atau Tari Telik Sandi bisa menjadi pilihan kesenian selama kunjungan Anda di Cirebon. Ronggeng Bugis adalah pertunjukan tari komedi yang diperankan oleh laki-laki dengan memakai busana wanita. Yang dimaksud dengan busana wanita di sini pun bukanlah busana dengan tata rias yang cantik, akan tetapi lebih mendekati busana mirip badut yang mengundang gelak tawa. Meski ditarikan oleh laki-laki, gerakan tari Ronggeng Bugis sangat gemulai seperti gerakan tari wanita. Tari-tarian ini biasa dimainkan oleh 12 hingga 20 orang dengan satu orang komandan tari. Asal mula tari Ronggeng Bugis, dilatarbelakangi ketegangan yang terjadi antara kerajaan Cirebon dengan Kerajaan Islam. Sunan Gunung Djati yang Raja Cirebon saat itu menyuruh seorang kerabat kerajaan yang berasal dari Bugis untuk memata-matai atau telik sandi Kerajaan Pajajaran. Waditra yang dipakai adalah Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil,...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Dukuh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Berada pada ketinggian ± 390 m di atas permukaan laut dengan luas ± 5 hektar. Dalam kisah tradisi yang dipercayai masyarakat setempat bahwa yang berjasa sebagai pendiri Kampung Dukuh adalah Syekh Abdul Jalil.   Menurut cerita nama dukuh diambil dari bahasa Sunda yang berarti tukuh (kukuh, patuh, teguh), dalam mempertahankan apa yang yang menjadi miliknya, atau taat dan sangat patuh menjalankan tradisi warisan nenek moyangnya. Menurut penuturan (2006) Lukmanul Hakim, Juru Kunci (Kuncen) Kampung Dukuh istilah dukuh berasal dari padukuhan atau dukuh = calik = duduk. Jadi padukuhan sama dengan pacalikan atau tempat bermukim. Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman yang mengelompok, terdiri atas beberapa puluh rumah yang berjajar pada kemiringan tanah yang bertingkat. Pada tiap tingkatan terdapat sederetan rumah yang membujur dari arah barat ke timur. Letak antar rumah hampir berdempetan, sehingga jalan kampung terletak di sela-sela rumah penduduk berupa jalan s...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

1. Lokasi dan Lingkungan Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti \\\'kolot\\\' atau \\\'tua\\\' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model \\\'sistem kepemimpinan\\\' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti \\\'adat kebiasaan tua\\\' atau \\\'adat kebiasaan nenek moyang\\\'. Menurut Anis Djatisunda (1984), nama kasepuhan hanya merupakan istilah atau sebutan orang luar terhadap kelompok sosial ini yang pada masa lalu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Pejambon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Di Blok Pejambon Lor, Kelurahan Pejambon, Kecamatan Sumber berjarak sekitar 3 km sebelah timur laut Sumber, terdapat tinggalan arkeologis berupa sekumpulan arca sebanyak 27 figur dengan berbagai wujud. Dahulu kumpulan arca ini berada di bawah pohon mangga pada pekarangan rumah salah satu penduduk yang bernama Bapak Tarsidi. Salah satu arca ada yang bentuknya mirip dengan tokoh pewayangan Semar. Karena arca tersebut masyarakat memberi nama situs Watu Semar. Pada waktu ini arca-arca tersebut telah dikumpulkan di bangunan permanen (cungkup) berukuran 5,3 x 5,3 m yang didirikan oleh pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang. Bangunan ini berada di tepi jalan desa tepatnya pada koordinat 060 44' 255" Lintang Selatan dan 1080 30' 154" Bujur Timur. Sekitar bangunan merupakan sawah pada pedataran rendah. Bentuk arca yang terdapat di Situs Watu Semar ini tidak proporsional. Bentuk tangan dan kaki semuanya digambarkan melekat ke badan yang ditampilkan dengan memberikan...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Jaringan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Di warga masyarakat Indramayu dan Pantura, jaringan diartikan sebagai  tradisi mencari jodoh  pada saat terang bulan. Karena, para nelayan tidak melaut dan berkumpul di Pasar Pantura. Karena pada saat terang bulan ikan-ikan berdiam di dasar laut sehingga sulit ditangkap. Tempat berkumpulnya para nelayan ini dikenal dengan nama Pasar Jodoh. Pasar Jodoh berada di sebuah supermarket tradisional di Desa Lebak, Kecamatan Kandang Haur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dulunya, tempat ini adalah Kantor Bupati Indramayu. Dalam adat jaringan, para lelaki mengenakan kain sarung, dan (dulunya) para wanita mengenakan pakaian kain rajutan yang dibuat sendiri. Sarung yang dikenakan para lelaki ini digunakan untuk menjaring dan menggaet wanita yang disuka. Namun, adat jaringan ini pun memiliki banyak versi di berbagai daerah di sepanjang pantura.

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Ebeg / Jaran Kepang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Komunitas Sunda dan Jawa di Kampung Kedung Kendal, Ds. Sindangsari Kec. Banjarsari Kab. Ciamis berupaya menjaga silaturahmi melalui budaya. Terjadi akulturasi budaya jawa sunda yakni kesenian ebeg atau jaran kepang.  kesenian Ebeg atau Jaran Kepang dan Manorek, yang merupakan bentuk lain dari kesenian dari Ponorogo Jawa Tengah yang sudah ada sejak tahun 1913. Jarang kepang ditarikan oleh 8 wanita. para penari bisa mengalami kerasuka. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama kesenian Ebeg. Para penari menarikan gerakan yang luwes, dan bisa melakukan perbuatan tidak wajar selama kerasukan, namun masih bisa berinteraksi dengan penonton.  

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Stek Orkes
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Alternatif sajian musik yang dapat Anda nikmati di Sumedang adalah Stek Orkes, yang pertunjukannya sama dengan pertunjukan musik Keroncong yang terdapat di daerah lain di Tatar Sund. Waditranya terdiri dari Gitar, Biola, Cuk, Bass, Selo, Markis, Bangsing (semacam suling bambu), Tamborin dan Hordeon (Argot). Selain itu, dihadirkan pula beberapa orang penyanyi wanita (biduanita) dan beberapa orang penyanyi pria. Dalam perkembangan selanjutnya, selain waditra di atas ditambah pula dengan Bongo atau Tomtam atau Kulanter, menjadikannya alunan musik yang khas. - See more at: http://disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=562&lang=id#sthash.bTr4zkiJ.dpuf

avatar
S Rofiah
Gambar Entri
Gondang #DaftarSB19
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Bagi orang sunda, lesung dan alu bukan hanya sekadar media untuk menumbuk padi. Ternyata alu dan lesung juga dijadikan alat musik, mereka menyebutnya musik gondang. Konon, nenek moyang orang sunda bermain gondang untuk bersyukur atas panen padi yang berlimpah dan merupakan bagian dari upacara untuk menghormati Dewi Padi yaitu Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Musik gondang ini menjadi doa agar ladang orang sunda tetap subur.  Gondang juga dilakukan oleh wanita yang dianggap suci atau sudah tidak menstruasi lagi. Sekarang gondang dijadikan seni pertunjukan yang menggambarkan romansa percintaan orang desa, yaitu wanita yang memainkan alu dan lesung yang membentuk suara indah, lalu laki-laki desa mendekati para wanita dan menggodanya sehingga terjadilah nyanyian-nyanyian sunda yang di nyanyikan secara berpasangan namun ada satu orang laki-laki yang tidak mendapatkan pasangan. Biasanya gondang di pertunjukan di acara pesta pernikahan, khitanan, dan pesta-pesta lainnya.

avatar
Kriscahyani