Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda kembang WijaLegenda Kerajaan Nusatembeni Cilacapyausuma
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita sejarah tentang Kerajaan Nusatembini mengambil setting di wilayah sekitar Pulau Nusakambangan. Nusatembini diceritakan sebagai sebuah Kerajaan Siluman yang cukup besar. Kerajaan ini memiliki wilayah di sekitar pantai Cilacap hingga pulau Nusakambangan. Keraaan ini memiliki benteng alamiah berupa tanamana bambu hingga tujuh lapis (Baluwarti pring ori pitung sap). Penggambaran benteng alamiah dari pagar bambu lapis tujuh itu dapat ditafsirkan bahwa si pembuat cerita hendak mengatakan bahwa pertahanan kerajaan Nusatembini terebut cukup kuat. Selain itu juga menunjukkan bahwa tanaman Bambu Ori merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai pagar atau pengamanan bagi masyarakat Cilacap terhadap gangguan keamanan.   Kerajaan Nusatembini dipimpin oleh seorang penguasa wanita (raja putri) berparas cantik bernama Brantarara. Kecantikan sang putri menarik perhatian para penguasa dari kerajaan lain untuk menjalin kerjasama hingga mempersuntingnya sebagai permaisuri. Akan te...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Gunung Srandil Kabupaten Cilacap
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Disamping wisata alam dan budaya juga terdapat wisata spiritual atau religius antara lain di gunung srandil dan selok . Gunung srandil merupakan salah satu bukit yang ada di Glempangpasir Kecamatan Adipala jarak antara obyek wisata dengan Kota Cilacap 30 Km kearah timurlaut dan relatif mudah ditempuh dengan kendaraan penumpang bus umum jurusan Cilacap-Jatijajar-Kebumen atau kendaraan pribadi karena jalannya sudah beraspal dan dekat dengan jalan lintas selatan-selatan. Gunung Srandil setiap hari dikunjungi orang untuk berziarah oleh karena tempat tersebut tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar saja tetapi sampai keluar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Bali. dan Sulawesi, maka yang berkunjung tujuannya bermacam-macam. Para peziarah biasanya berkunjung atau bertapa pada Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon pada Bulan Syura. Konon menurut cerita penghuni pertama Gunung Srandil adalah Sultan Mukhriti putra kedua dari Dewi Sari Banon Ratu Sumenep Jawa Timur ....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Misteri Asal-usul Gunung Padang Cilacap
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Struktur batu tak biasa ditemukan di tengah pegunungan di Desa Salebu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Tersusun relatif teratur dari balok-balok batu segi empat, segi lima, dan segi enam sepanjang 3 sampai 4 meter. Rebah memajang ke arah timur. Namanya Gunung Padang. Sudah lama batuan ini dikeramatkan penduduk sekitar, dianggap peninggalan Kerajaan Padjajaran, tumpukan bahan bangunan membuat keraton timur yang urung dibikin. Keberadaan struktur batuan itu menjadi perhatian publik paska ditemukannya situs  Gunung Padang di Cianjur  yang diduga peninggalan megalitikum dari ribuan ribu tahun lalu.  Belum pernah ada penelitian di Gunung Padang Cilacap, ia bahkan belum terdaftar dalam catatan Balai Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Belum berstatus peninggalan purbakala. Salah satu pertanyaan mendasar tentang Gunung Padang Cilacap adalah, apakah ia merupakan buatan manusia atau terbentuk secara alami -- struktur batuan beku misalnya columnar joint (...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Sunan Kudus
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Meskipun beliau bernama sunan kudus, namun sebenarnya bukan asli dari Kudus. Beliau pendatang dari daerah Jipang Ponolan yang merupakan daerah di sebelah utara Blora. Di sana, ia dilahirkan dan diberi nama Ja’far Shodiq. Beliau merupakan putra hasil dari pernikahan Sunan Ngudung (raden Usman Haji ) dengan Syarifah. Sunan Ngudung sendiri terkenal sebagai seorang panglima perang yang tangguh. Suatu hari, ia tewas dalam peperangan antara demak dan majapahit. Setelah itu putranya, yaitu Ja’far shodiq menggantikan posisi ayahnya. Tugas utamanya adalah menaklukkan wilayah kerajaan majapahit untuk memperluas kekuasaan demak.   Ja’far soduk tidak merasa asing ketika bertanggung jawab sebagai senopati. Karena saat beliau masih remaja, beliau tidak hanya mempelajari ilmu agama, namun juga ilmu ilmu yang lain, seperti ilmu kemasyarakatan, politik, budaya, seni dan perdagangan. Selain kepada ayahnya, ia juga pernah menimba ilmu kepada Sunan Ampel dan Kiai Telingsi...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Api Abadi Mrapen Grobogan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Pada jaman dahulu berdirilah kerajaan Demak yang didirikan Raden Patah dibantu oleh para Wali dan guru agama. Akhirnya oleh Prabu Brawijaya, Raden Patah diijinkan dan bahkan diangkat menjadi Bupati di Bintara Demak pada tahun 1503. Kemajuan Bintara sangat pesat dan pengaruhnya sampai menyusup ke daerah Majapahit. Beberapa bangsawan Majapahit sudah mulai masuk Islam. Tahun 1509 Raden Patah diangkat sebagai Sultan Demak dengan Gelarnya Sultan Jimbun Ngalam Akbar atau Panembahan Jimbun. Dia memerintah sampai tahun 1518 dan digantikan oleh Adipati Umus (1518 – 1521). Usaha penaklukan Majapahit baru terlaksana pada tahun 1525, yaitu pada masa kekuasaan Sultan Trenggono ( 1521 – 1546 ). Dengan keruntuhan Majapahit tahun 1525, maka kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam di Jawa menjadi penguasa tunggal. Sedang sisa – sisa penguasa Majapahit yang tidak mau tunduk ke Demak memindahkan pusat kerajaannya ke Sengguruh. Ada pula yang menyingkir ke Ponorogo dan lereng Gun...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Air Terjun Widuri
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Nama Widuri berasal dari kata Widodaren atau dalam bahasa Indonesia berarti "bidadari". Konon menurut cerita warga setempat, air terjun ini adalah tempat dimana 7 bidadari khayangan membersihkan tubuh/mandi yang kemudian salah satu selendang bidadari tersebut dicuri oleh Jaka Tarub yang kemudian menjadi suami dari salah satu bidadari yang bernama Dewi Nawangwulan. Berikut ceritanya: Suatu hari Jaka Tarub berangkat berburu di kawasan Gunung Keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga tempat tujuh bidadari mandi. Jaka Tarub mengambil selendang salah satu bidadari. Ketika 7 bidadari selesai mandi, enam dari tujuh bidadari tersebut kembali ke kahyangan. Sisanya yang satu orang bingung mencari selendangnya, karena tanpa itu ia tidak mampu terbang. Jaka Tarub muncul datang menolong. Bidadari yang bernama Dewi Nawangwulan itu bersedia ikut pulang ke rumahnya. Keduanya akhirnya menikah dan mendapatkan seorang putri bernama Dewi Nawangsih. Selama hidup berumah tangga, Nawangwulan s...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Desa Mantingan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Mantingan adalah desa di kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini adalah asal mula ukiran Jepara yang sangat terkenal itu berasal dan kegiatan seni ukir beserta industrinya menjadi mayoritas mata pencarian penduduk daerah ini. Di desa ini terdapat Masjid Mantingan yang menyandang tanggal 1481 Tahun Jawa atau 1559-1560 Maseh. Relief di Masjid Mantingan (foto diambil pada tahun 1930) Di area masjid itu juga terdapat makam-makam kuno yang memiliki angka tahun. Di nisan makam tersebut terdapat lambang kerajaan Majapahit yang disebut sinar majapahit (Bentuknya seperti lambang organisasi Islam Muhammadiyah saat ini).Masjid Mantingan dipugar tanpa mempertimbangkan kaidah pemugaraan bangunan cagar budaya. Mantingan ini banyak disebutkan dalam naskah sejarah kerajaan Mataram Islam, tentang keberadaan tempat ini,Di desa Mantingan tidak hanya untuk tempat ziarah para masyrakat  saja tapi sebagai salah satu tempat pariwisata juga, seperti peninggalan sebuah masjid ya...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Prasasti Mundu’an
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Mundu’an berangka tahun 728 Çaka atau 806 M dengan menggunakan aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti ini terdiri atas dua buah lempeng berbentuk persegi panjang dibuat dari tembaga ( tamra pra Å›asti ). Lempeng pertama memiliki ukuran 9,5 x 32,2 cm dengan tebal rata-rata 1 mm, sedangkan lempeng kedua berukuran 9,5 x 31,8 cm dengan bagian tepinya lebih tipis dibandingkan bagian lainnya. Setiap lempeng prasasti memuat tujuh baris tulisan.   Prasasti ini ditemukan oleh Mbok Reti (saat itu berusia 55 tahun) pada tanggal 27 November 1969 di Dukuh Toro, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Oleh Mbok Reti, prasasti yang ditemukan dalam keadaan setangkep dengan bagian yang bertuliskan menghadap ke dalam, dianggap sebagai benda keramat sehingga dijaganya dengan baik. Prasasti ini acapkali disebut juga sebagai prasasti Jumo sesuai dengan nama tempat ditemukannya.   Saat ini prasasti...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Wukiran
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Prasasti Wukiran berangka tahun 784 Çaka atau 862 M, dengan menggunakan aksara Jawa Kuno dan memakai dua bahasa, yaitu bahasa Sansekerta dan bahasa Jawa Kuno. Bagian awal prasasti menggunakan bahasa Sansekerta sebanyak 6 baris yang berisi puji-pujian terhadap Åšiwa dan Walaing. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno sebanyak 9 baris. Di baris ke 17 kembali menggunakan bahasa Sansekerta yang berisi puji-pujian terhadap Kumbhayoni. Dua baris terakhir ditutup dengan bahasa Jawa Kuno.   Prasasti yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Rakai Walaing Pu Kumbhayoni ini, terbuat dari batu andesit ( upala pra Å›asti ) yang berbentuk blok dengan puncak setengah lingkaran atau membulat. Secara keseluruhan, prasasti Wukiran mempunyai tinggi 84 cm yang diukur dari bawah hingga hingga ujung puncak prasasti. Tinggi bagian badan prasasti adalah 71,5 cm dan bagian puncak 12,5 cm. Panjang prasasti adalah 35,5 cm dengan ketebalan b...

avatar
Arum Tunjung