yogyakarta
1.403 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Songgo Buwono
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Songgo buwono,merupakan makanan yang dulu sering dibagikan oleh pihak keraton pada masa pemerintahan sultan HB VII di bulan puasa untuk meningkatkan gizi rakyatnya. Ide pembuatannya datang langsung dari Sultan HB VII, dan merupakan modifikasi dari roti burger.Songgobuwono berbentuk roti soes yang diisi dengan daging giling, telur, sayur, tomat dan diberi saos mayones..lezat sekali. Oh ya, songgo.buwono memiliki makna filosofis, songgo artinya menyangga, buwono dunia, jadi songgo buwono merupakan makanan yang menggambarkan dunia dan seisinya.   RM/Toko yang Menyediakan :     Bale Raos Kraton Rumah Makan Alamat: Jalan Magangan Kulon No.1, Panembahan, Kraton, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55131 Telepon: (0274) 415550     https://cerryku.blogspot.co.id/2016/05/keunikan-kudapan-kegemaran-para-raja.html

avatar
Oase
Gambar Entri
Pakaian Sehari-hari Suku Sasak
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Nusa Tenggara Barat

1. Pakaian sehari-hari a. Selewak Pakaian adat sehari-hari untuk laki-laki tua. Seorang lelaki tua di rumah/ kebun biasanya memakai selewok (kain panjang) yang terbuat dari kain tenunan lokal atau kain ulung cina. Kelengakapannya terdiri dari gegendek sebagai tempat penyimpanan sirih, pinang dan pangkot/peraut. b. Sinjang Sinjang merupakan pakaian adat sehari-hari untuk perempuan tua. Perempuan tua biasanya mengenakan kain (sinjang) yang terbuat dari kain batik atau kain ulung dan bebet (sabuk anteng). c. Sabuk Sabuk merupakan pakaian adat sehari-hari untuk laki-laki dewasa. Seorang laki-laki dewasa dalam kesehariaannya biasa mengenakan: kain (sabuk) yang terbuat dari kain batik atau kain ulung, baju yang terbuat dari kain putih kasar atau kain hitam hasil tenunan. d. Bendang Bendang merupakan pakaian adat sehari-hari untuk kaum perempuan dewasa Seorang perempuan dewasa biasanya mengenakan kain bendang yang dibuat dari kain batik. e. Selewo Selewo salah satu saru...

avatar
Maharani
Gambar Entri
Perhiasan Sasak
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Perhiasan sehari-hari a. Pasek punjung Perhiasan yang biasa digunakan sebagai penguat sanggul dan sebagai hiasan terbuat dari perak atau emas, perhiasan ini digunakan oleh wanita. b. Onggar-onggar Merupakan hiasan yang digunakan oleh wanita, diselipkan pada sanggul adalah kembang emas, terbuat dari lempengan kuningan atau besi tipis yang disepuh emas. 16 c. Jepun Sejenis kembang biasanya digunakan di kepala oleh wanita sebagai hiasan. d. Sengkang gigi dua olas Perhiasan ini biasanya digunakan pada telinga olaeh para wanita sasak disebut demikian karena gigi-gigi yang memegang permatanya ada 12. e. Sengkang mawar Perhiasan ini penggunaannya sama dengan sengkang gigi dua olas yaitu digunakan pada telinga, di sebut sengkang mawar karena bentuknya seperti bunga mawar. f. Kancing rupiah emas Perhiasan yang terbuat dari emas biasanya digunakan pada baju wanita. g. Kalong ringgit Perhiasan yang bahannya dari emas murni digunakan di leher, kalung ini dari ringg...

avatar
Maharani
Gambar Entri
Sate Karang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Konon Sate Karang ini sudah ada sejak tahun 1947 oleh Karyo Semito. Awalnya sate dijajakan secara keliling dengan  menggunakan pikulan, tapi setelah pertengahan tahun 1950-an Pak Karyo mulai menetap di Lapangan Karang Kotagede. Usahanya lantas diteruskan kedua anaknya, yakni Prapto Hartono yang berjualan di Lapangan Karang dan Cipto yang membuka cabang di Jalan Kemasan, Kotagede. Warung yang di Lapangan Karang sekarang dikelola oleh Tri Wahyono yang merupakan putra dari Pak Prapto. Warungnya buka sore hingga malam hari, kira-kira pukul: 17.30 – 22.30 WIB. Jam buka: 17.30 – 22.30 Lokasi: Lapangan Karang, Kotagede – DI Yogyakarta       Sumber: http://www.kabarkuliner.com/uniknya-sate-karang-kotagede-jogja/

avatar
Oase
Gambar Entri
TARI BEKSAN LAWUNG AGENG, TARIAN TRADISIONAL KERATON YOGYAKARTA
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Beksan Lawung Ageng atau yang kerap disebut juga Tari Beksan Lawung merupakan tarian tradisional yang berasal dari Keraton Yogyakarta. Tarian ini pada umumnya akan dibawakan oleh 16 orang penari yang keseluruhannya adalah laki-laki dan terdiri dari 2 orang botoh, 4 orang jajar, 4 orang pengampil, 4 orang lurah, dan 2 orang salaotho. Menurut sejarahnya, salah satu tarian beksan ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangukubumi di tahun 1755-1792. Beksan ini diilhami dalam keadaan di mana ada kegiatan para prajurit sebagai abdi dalam raja selalu mengadakan latihan watangan. Latihan watangan ini sendiri merupakan latihan ketangkasan berkuda dengan membawa sebuah watang atau lawung, yakni sebuah tongkat panjang yang ukurannya sekitar 3 meter dengan ujungnya yang tumpul, serta silang menyodok untuk menjatuhkan lawan. Tari Beksan Lawung Ageng ini adalah bentuk usaha dari sang Sultan dalam mengalihkan pehatian penjajah Belanda terhadap kegiatan para prajur...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Carang Gesing - Yogyakarta - DI Yogyakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Carang gesing merupakan jajanan khas Jogja. Secara penampilan mirip nogosari. Bungkusnya dari daun pisang dengan bagian dalam berupa pisang yang dibalut dengan santan.         Sumber: http://santapjogja.com/carang-gesing/      

avatar
Oase
Gambar Entri
monumen nasional
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat  Indonesia  untuk merebut  kemerdekaan  dari pemerintahan kolonial  Hindia Belanda . Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal  17 Agustus   1961  di bawah perintah presiden  Sukarno , dan dibuka untuk umum pada tanggal  12 Juli   1975 . Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran  emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan  Medan Merdeka ,  Jakarta Pusat . Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum. Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke...

avatar
Ajidarmawan
Gambar Entri
patung dirgantara
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Monumen Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran adalah salah satu monumen patung yang terdapat di  Jakarta . Letak monumen ini berada di kawasan  Pancoran ,  Jakarta Selatan . Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar  TNI Angkatan Udara . Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di  Bandar Udara Halim Perdanakusuma . Ide pertama pembuatan patung adalah dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuat sebuah patung mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Patung ini dirancang oleh  Edhi Sunarso  sekitar tahun  1964  -  1965  dengan bantuan dari  Keluarga Arca   Yogyakarta . Sedangkan proses pengecora...

avatar
Ajidarmawan
Gambar Entri
Gudir Gulogosong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Resep: Bahan 200 g gula pasir 600 ml air 1 bungkus agar-agar (11 g)   Bahan Saus Vla 750 ml susu segar 3 buah kuning telur 100 g gula pasir 1 sdm rum   Cara Membuat Panaskan gula pasir hingga mencair dan berwarna kecokelatan. Tambahkan air lalu masak hingga larut. Masukkan sedikit air dan agar-agar yang telah dicairkan lalu aduk hingga mendidih, angkat dan tuang ke dalam cetakan yang telah dibasahi dengan sedikit air dibiarkan mengeras. Rebus saus vla, susu, telur, dan gula pasir hingga masak dan mengental Tambahkan rum lalu aduk rata dan angkat. Hidangkan agar-agar bersama saus vla.       Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dike...

avatar
Oase