Perhiasan sehari-hari
a. Pasek punjung
Perhiasan yang biasa digunakan sebagai penguat sanggul dan sebagai hiasan terbuat dari perak atau emas, perhiasan ini digunakan oleh wanita.
b. Onggar-onggar
Merupakan hiasan yang digunakan oleh wanita, diselipkan pada sanggul adalah kembang emas, terbuat dari lempengan kuningan atau besi tipis yang disepuh emas.
16
c. Jepun
Sejenis kembang biasanya digunakan di kepala oleh wanita sebagai hiasan.
d. Sengkang gigi dua olas
Perhiasan ini biasanya digunakan pada telinga olaeh para wanita sasak disebut demikian karena gigi-gigi yang memegang permatanya ada 12.
e. Sengkang mawar
Perhiasan ini penggunaannya sama dengan sengkang gigi dua olas yaitu digunakan pada telinga, di sebut sengkang mawar karena bentuknya seperti bunga mawar.
f. Kancing rupiah emas
Perhiasan yang terbuat dari emas biasanya digunakan pada baju wanita.
g. Kalong ringgit
Perhiasan yang bahannya dari emas murni digunakan di leher, kalung ini dari ringgit bernilai 2 ½ rupiah.
h. Pending
Biasanya digunakan dibagian pinggang oleh wanita, biasanya digunakan pada upacara.
i. Gerantim
Sejenis keris yang digunakan oleh laki-laki di bagian pinggang dengan hiasan permata dan tangkainya bertahtakan emas.
j. Sumping
Sejenis kembang, biasanya sumping ini di selipkan di bagian telinga sebelah kanan biasanya digunakan oleh laki-laki.
17
k. Selongkak
Hiasan ini biasanya digunakan dibagian kebahu kanan kemudian di lilit.
l. Selongkak gendit
Perhiasan ini terbuat dari perak, berupa rantai yang disebut gendit biasanya digunakan pada tangan dan kaki, perhiasan ini biasanya digunakan oleh para wanita.
m. Sengkang cerorot
Perhiasan ini terbuat dari daun lontar yang digulung-gulung atau dapat dibuat dari perak maupun emas, perhiasan ini digunakan oleh para kaum wanita saja.
n. Keris jamaq (keris biasa)
Keris ini terbuat dari kayu biasa demikian juga sarungnya, biasanya dgunakan oleh kaum laki-laki.
o. Petitis
Sejenis hiasan terbuat dari emas diletakkan di atas kepala.
p. Pangkak
Mahkota pada wanita berupa hiasan emas berbentuk bunga-bunga yang disusun sedemikian rupa disela-sela konde.
q. Tongkak
Ikat pinggang dari sabuk panjang yang dililitkan menutupi pinggang sebagai lambang kesuburan dan pengabdian, digunakan oleh para wanita.
r. Suku /talen/ ketip
Perhiasan yang bahannya dari uang emas atau perak yang dibuat bros atau kalung.
sumber : MAKNA SIMBOLIS PAKAIAN ADAT PENGANTIN SUKU SASAK LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT oleh Apriliasti Siandari UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...