Bahan-bahan 1 plastik Cilok , saya beli di abang abang depan skolahan anak Bahan bumbu halus untuk bakar cilok : 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas 5 siung bawang merah 2 Siung bawang putih 1 lembar daun jeruk Secukupnya kecap (saya pakai merk kecap lombok gandaria) Penyedap rasa 3 sendok Gula merah yang sudah disiisir 1/4 sdt garam Langkah Siapkan cilok...
Bahan-bahan 2 genggam tauge 10 buah tahu sumedang potong2 2 ruas daun bawang iris 4 buah bawang merah iris 1 buah tomat potong2 Secukupnya terasi Cabe merah (aq cm pakai 6 iris aja khawatir pedas buat anak) Secukupnya gula Secukupnya garam Secukupnya air Langkah Goreng tahu sumedang yg sdh dipotong2 sampai agak berkulit..sisihkan.. ...
Bahan-bahan 80 gram daging sapi yg bagian lunak secukupnya kecap manis 1 buah wortel kecil (parut - kalo mau lbh lembut bisa di kukus) â¨ï¸ bumbu halus : 3 siung bawang merah 1 siung bawang putih 3 sdt Ketumbar bubuk secukupnya asam jawa (ambil airnya) secukupnya garam secukupnya kaldu jamur secukupnya merica bubuk Langkah Campur semua bahan halus lalu di blender...
Bahan-bahan 2 potong Oncom sesuai selera Tauge 2 bungkus Tauco 3 potong Bawang putih Garam gula Kecap Langkah Cuci tauge Potong" oncom sampai lembut Tumis bahan bahan Masukan oncom kasi bumbu...
Bahan-bahan 5 kacang panjang, potong 3cm 1 labu siam ukuran sedang, potong kotak Secukupnya daun melinjo Secukupnya buah melinjo Segenggam kacang tanah (kalo mau tambahkan sayur,seperti jagung, terong,dll, monggo) 750 ml air matang Bumbu Halus : 6 bawang merah 3 siung bawang putih 5 kemiri, sangrai 5 cabe merah 4 cabe rawit (optional) 2 lembar daun salam 2 ruas lengkuas, geprek...
Bahan-bahan 7-8 porsi 4 cup beras 3 lembar daun salam 2 batang serai (geprek ikat simpul) 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 5 cabai rawit merah(optional saya tidak pakai buat anak makan) 1/2 ons teri medan 3 sdm margarin untuk menumis 1 sdm margarin untuk campuran secukupnya garam Langkah Iris bawang merah,bawang putih,dan cabai rawit merah,tumis bawang merah,putih, dan cabai rawit,lalu masukan salam sereh,masukan teri medan setelah itu masukan tumisan...
Sauna menjadi salah satu perawatan kesehatan dan kecantiakan yang digandrungi kaum hawa. Tak perlu melakukan aktivitas berat, cara ini sangat baik untuk membakar lemak tubuh yang ada. Namun apakah kamu tahu tentang leuhang, sauna tradisional ala tanah pasundan? Leuhang merupakan pengobatan layaknya sauna yang memamnfaatkan uap kukusan rempah-rempah lokal khas Jawa Barat. Berbeda dengan sauna pada umumnya yang dilakukan di ruangan besar, leuhang hanya di lakukan di dalam kotak berukuran 1,5 x 1,5 meter. Di atas kotak tersebut, terdapat sebuah lingkaran berlubang yang dimanfaatkan untuk menyembulkan kepala. Kotak tersebut akhirnya akan dialiri oleh uap rempah yang sudah disediakan. Rempah-rempah tersebut adalah seperti daun salam, daun honje, daun pandan dan lain-lain. Salah satu pemilik rumah terapi leuhang di Bandung andalah Yayan Nuryana. Dalam wawancaranya bersama Tribun Jabar, Rabu (16/7/2017) Yayang mengatakan Leuhang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. 1. Membuah racun dan...
Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kandungan dan ibu yang melahirkan akan selamat. Tingkeban berasal dari kata tingkeb artinya tutup, maksudnya si ibu yang sedang mengandung tujuh bulan tidak boleh bercampur dengan suaminya sampai empat puluh hari sesudah persalinan, dan jangan bekerja terlalu berat karena bayi yang dikandung sudah besar, hal ini untuk menghindari dari sesuatu yang tidak diinginkan. Di dalam upacara ini biasa diadakan pengajian biasanya membaca ayat-ayat Al-Quran surat Yusuf, surat Lukman dan surat Maryam. Di samping itu dipersiapkan pula peralatan untuk upacara memandikan ibu hamil , dan yang utama adalah rujak kanistren yang terdiri dari 7 macam buah-buahan. Ibu yang sedang hamil tadi dimandikan oleh 7 orang keluarga dekat yang dipimpin seorang paraji secara bergantian dengan menggunakan 7 lembar kain batik yang dipakai bergantian setiap guyuran dan dimandikan d...
Upacara Reuneuh Mundingeun dilaksanakan apabila perempuan yang mengandung lebih dari sembilan bulan,bahkan ada yang sampai 12 bulan tetapi belum melahirkan juga, perempuan yang hamil itu disebut Reuneuh Mundingeun, seperti munding atau kerbau yang bunting. Upacara ini diselenggarakan agar perempuan yang hamil tua itu segera melahirkan jangan seperti kerbau, dan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Pada pelaksanaannya leher perempuan itu dikalungi kolotok dan dituntun oleh indung beurang sambil membaca doa dibawa ke kandang kerbau. Kalau tidak ada kandang kerbau, cukup dengan mengelilingi rumah sebanyak tujuh kali. Perempuan yang hamil itu harus berbuat seperti kerbau dan menirukan bunyi kerbau sambil dituntun dan diiringkan oleh anak-anak yang memegang cambuk. Setelah mengelilingi kandang kerbau atau rumah, kemudian oleh indung beurang dimandikan dan disuruh masuk ke dalam rumah. Di kota pelaksanaan upacara ini sudah jarang dilaksanakan. Sumber : https://enyho04.wordpress...