Resep: Bahan 250 g tepung ketan 250 g tepung beras 100 g tepung tapioka Bumbu Garam Santan kental Gula kelapa Minyak goreng Cara Membuat Buat adonan dari campuran tepung yang agak kental. Masukkan ke dalam plastik, ujung plastik digunting, dibentuk spiral, dan digoreng hingga kaku. Lumerkan gula kelapa dan siramkan di atasnya. Esok paginya digoreng lagi. Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa . Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Resep: Bahan 500 g singkong diparut ½ butir kelapa muda Bumbu Garam secukupnya 250 g gula kelapa 250 ml minyak Cara Membuat Kupas singkong lalu parut lalu campurkan dengan kelapa parut. Tambahkan garam, bentuk menjadi bulatan-bulatan, pipihkan dan isi dengan irisan gula kelapa. Goreng adonan. Tempat yang Menyediakan: Bakso Cemplon Indonesian Restaurant Address: Jalan Setia Budi 2 No.19, RT.5/RW.3, Kuningan, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12910 Phone: (021) 32189791 Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa . Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Resep: Bahan 400 g tepung tapioka yang dilarutkan dalam 60 ml air mendidih Pewarna makanan 50 g kelapa diparut memanjang Bumbu Garam secukupnya Cara Membuat Campur tepung tapioka yang sudah dilarutkan dalam air panas dengan sedikit garam lalu uleni hingga adonan bisa dibentuk. Bagi adonan menjadi tiga, masing-masing diberi pewarna hijau, merah, dan kuning. Bentuk adoan tersebut menjadi bulatan kecil lalu masukkan ke dalam air mendidih. Setelah masak gulingkan pada kelapa parut yang telah diberi garam dan gula pasir. Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa . Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Resep: Bahan 1 kg singkong Pewarna kue secukupnya Garam Daun pisang secukupnya untuk membungkus Bahan Isi 100 g kacang hijau 100 g gula pasir Cara Membuat Isi: kacang hijau dicuci dan direndam dalam air semalam lalu rebus dan campur dengan gula pasir. Masak kacang hijau sampai kental dan kering. Isian ini sering disebut kumbu. Kulit: kupas singkong lalu cuci kemudian parut dan peras. Campur perasan singkong dengan pewarna kue dan garam. Adonan tersebut dibuat bulatan dan isi dengan kumbu kacang hijau lalu bungkus bentuk segitiga dan kukus hingga masak. Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa . Jakarta: PT. Gramedia Pustaka...
Cerita bermula ketika Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta Komandan pasukan Belanda J.A.B Van Hohenndorff untuk mencari lokasi ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru. Setelah mempertimbangkan faktor fisik dan non-fisik akhirnya terpilihlah suatu desa di tepi Sungai Bengawan yang bernama desa Sala ( 1746 Masehi atau 1671 Jawa ). Sejak saat itu desa Sala berubah menjadi Surakarta Hadiningrat dan terus berkembang pesat. Kota Surakarta pada mulanya adalah wilayah kerajaan Mataram. Kota ini bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram. Karena adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Kemudian terjadi pemecahan pusat pemerintahan menjadi dua yaitu pusat pemerintahan di Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintahan di Surakarta terpecah lagi karena Perjanjian Salatiga (1767) menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran. Pada tahun 1742, orang-orang Tionghoa membe...
Resep: Bahan 250 g tepung ketan 500 g gula kelapa diiris halus bagi menjadi 2 Air hangat secukupnya 750 ml santan dari ½ butir kelapa Garam sesuai selera 2 lembar daun pandan Tepung beras dan 200 ml air yang dilarutkan Cara Membuat Campur tepung ketan dengan setengah bagian gula kelapa. Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit dan uleni hingga tidak lengket di tangan dan dapat dibentuk. Pulung adonan sebesar jari tangan lalu potong serong. Rebus santan bersama sisa gula kelapa, garam, dan daun pandan hingga gula larut, angkat dan saring lalu rebus kembali. Masukkan potongan adonan tepung ketan lalu aduk rata. Tambahkan larutan tepung beras lalu aduk perlahan hingga mengental. &nb...
Resep: Bahan 2 papan tempe dipotong tebal 1 cm 1 liter air kelapa Bumbu Halus 6 butir bawang merah 4 siung bawang putih 1 sdt ketumbar sangrai 3 butir kemiri 1 ½ sdt garam Bumbu 4 mata asam Jawa diseduh air panas 75 g gula kelapa 3 sdm kecap manis 3 lembar daun salam 4 cm lengkuas dimemarkan 450 ml susu cair Bahan Jadah 250 g beras ketan direndam 2 jam 500 ml santan dari ½ butir kelapa ½ butir kelapa setengah tua diparut 1 sdt garam Cara Membuat Bacem: campur air kelapa dan bumbu halus, serta bumbu lainnya. Masukkan tempe lalu masak hing...
Resep: Bahan 250 g beras ketan 2 liter santan cair 400 g gula kelapa diiris Bumbu 1 sdt garam 1 lembar daun pandan Bahan Saus Santan 600 ml santan kental 1 sdt garam 1 lembar daun pandan Cara Membuat Campur beras ketan dan 1 ½ liter santan cair lalu masak hingga ketan lunak dan sisihkan. Didihkan sisa santan dengan gula kelapa sampai semua gula larut lalu angkat dan saring. Masukkan air gula kelapa, garam, dan daun pandan ke dalam bubur lalu masak kembali sambil sesekali aduk hingga bubur menjadi kental. Saus santan: campur semua bahan saus santan lalu masak hingga mendidih sambil terus diaduk. Sajikan bubur bersama saus santan. &n...
Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jum`at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah. Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990. Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT). Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya. Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalahan paham dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya...