Hampir semua orang di seluruh dunia mengenal dengan kain yang biasa kita sebut batik setelah UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya Indonesia pada tahun 2009 silam. Tapi apakah kalian tahu apa arti kata batik sebenarnya? Batik berasal dari rangkaian bahasa Jawa dengan kata ‘amba’ yang bearti menulis dan ‘tik’ yang berarti titik atau lebih lengkapnya adalah menulis dengan bentuk titik. Ada berbagai macam jenis batik yang dibuat sesuai dengan selera konsumen masa kini. Mulai dari batik paling lengendaris batik tulis, batik cetak, maupun keduanya. Nah, kali ini yang akan dibahas adalah batik tulis khas salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yaitu kabupaten Pati. Lebih tepatnya batik khas Bakaran, salah satu daerah di kecamatan Juwana. Penduduk Pati percaya, bahwa batik bakaran ada karena peranan Nyi Bonoewati, seorang pembuat kerajaan Majapahit pada akhir abad ke 14 M. Pada saat itu, kerajaan Majapahit sedang diambang keruntuhan sehingga ia dan be...
Prasasti Luitan berangka tahun 823 caka atau 901 masehi. Prasasti yang ditemukan pada tahun 1976 di Cilacap, Jawa Tengah. Prasasti ini memuat masalah sosial dari suatu kelompok masyarakat, yaitu proses pengenaan pajak tanah yang tidak benar. Pada zaman dahulu, masalah yang sering dijumpai adalah manipulasi pengukuran tanah oleh petugas pajak. Seorang petani protes kepada petugas pajak terhadap perhitungan luas tanah yang dimilikinya. Menurut petugas pajak luas tanah petani tersebut adalah 40,5 tampah (ukuran tanah pada masa itu). Sedangkan untuk setiap tampah pajak yang harus dibayar adalah 6 dharana, si petani harus membayar 40,5 ÃÆ'-- 6 yaitu 243 dharana. Namun setelah diukur oleh pejabat pajak yang kain ternyata kuas tanahnya hanya 27 tampah. Rupanya tampah yang dogunakan untuk mengukur oleh pejabat pajak pertama berjkuran lebih kecil yaitu 2/3 dari ukuran yang sebenarnya. Otomatis pajak yang harus dibayar petani membengkak. Atas kejeliannya si petani dapat menye...
Prasasti Luitan berangka tahun 823 caka atau 901 masehi. Prasasti yang ditemukan pada tahun 1976 di Cilacap, Jawa Tengah. Prasasti ini memuat masalah sosial dari suatu kelompok masyarakat, yaitu proses pengenaan pajak tanah yang tidak benar. Pada zaman dahulu, masalah yang sering dijumpai adalah manipulasi pengukuran tanah oleh petugas pajak. Seorang petani protes kepada petugas pajak terhadap perhitungan luas tanah yang dimilikinya. Menurut petugas pajak luas tanah petani tersebut adalah 40,5 tampah (ukuran tanah pada masa itu). Sedangkan untuk setiap tampah pajak yang harus dibayar adalah 6 dharana, si petani harus membayar 40,5 Ã-- 6 yaitu 243 dharana. Namun setelah diukur oleh pejabat pajak yang kain ternyata kuas tanahnya hanya 27 tampah. Rupanya tampah yang dogunakan untuk mengukur oleh pejabat pajak pertama berjkuran lebih kecil yaitu 2/3 dari ukuran yang sebenarnya. Otomatis pajak yang harus dibayar petani membengkak. Atas kejeliannya si petani dapat menyelamatkan harta...
Berkunjung ke kota Purworejo rasanya tak lengkap kalau belum mencicipi kuliner khas kota yang terletak di sebelah barat kabupaten Kulon Progo ini. Diantara makanan khas diÃÂ Purworejo , ada satu yang unik yaituÃÂ Clorot .ÃÂ Clorot ÃÂ ini merupakan makanan semacam "jenang" yang terbuat dari tepung beras dicampur gula merah, santan kelapa, sedikit garam, dan daun pandan sebagai aromanya. Adonan dimasukkan wadah yang terbuat dari janur kuning yang diulin membentuk kerucut mirip mainan terompet daun kelapa kemudian dikukus.ÃÂ Clorot ÃÂ sering disajikan pada acara hajatan maupun saat lebaran. Saat ini pembuatÃÂ Clorot ÃÂ masih dapat ditemukan diÃÂ Pasar Grabag Kecamatan Grabag ÃÂ sekitar 30 km dari pusat kotaÃÂ Purworejo ....
Kenduri Brug berasal dari dua kata, yaitu Kenduri dan Brug. Kenduri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah, dan sebagainya. Kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebuatan Selamatan atau Kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat Jawa) telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke Nusantara. Sedangkan kata "brug" dalam Bahasa Jawa berarti "jembatan", yang diambil dari Bahasa Belanda. Kepungan brug merupakan tradisi turun-temurun sejak zaman Kolonial Belanda yang dilakukan oleh masyarakat Desa Karanganom, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Tradisi ini bertujuan untuk syukuran sekaligus memperingati hari didirikannya jembatan yang menghubungkan Desa Karanganom bagian timur dengan bagian barat yang dipisahkan oleh sungai. Sebelum jembatan penghubung tersebut dibangun, masyarakat yang akan bepergian dari bagian timur ke barat maupun sebaliknya harus menyeberang sungai terlebih dahul...
Lawang Sewu, yang berarti Seribu Pintu dalam bahasa Indonesia merupakan gedung bersejarah tepat di jantung Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini dinamai demikian dikarenakan jumlah pintunya yang -meskipun tidak mencapai seribu- banyak. Banyaknya jendela yang tinggi dan lebar juga membuat masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Menurut catatan, terdapat total 429 buah pintu atau lubang pintu. Sejarah Gedung Lawang Sewu dibangun oleh perusahaan Swasta Belanda Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan dijadikan sebagai kantor pusat. Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij sendiri merupakan perusahaan perkereta-apian pertama di Indonesia, yang membuat jalur kereta menghubungkan Semarang dengan Vorstenlanden (=Daerah Kerajaan) (sekarang menjadi daerah Surakarta dan Jogjakarta) dengan jalur pertamanya yang dibangun pada tahun 1867 menghubungkan stasiun Semarang NIS di Semarang, Jawa Tengah dan stasiun Tanggung di Tanggungharjo, Gro...
Dieng merupakan dataran tinggi di Jawa Tengah, Kab. Banjarnegara dan Kab. Wonosobo. Dataran tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik yang aktif dan letaknya pun berdekatan dengan 2 gunung lainnya. Hal yang unik dari dieng adalah suhu pada malam hari dapat mencapai 0 0 C dan masyarakatnya pun memiliki kepercayaan kuat kepada leluhurnya. Salah satunya adalah ritual proses pemotongan rambut anak gimbal. Prosesi pemotongan rambut anak gimbal adalah ritual rutin. Masyarakat wajib mengupacarainya dengan rangkaian adat. Para anak gimbal ini konon dipercaya sebagai titisan Kyai Kolo Dete, leluhur Dieng yang hidup sejak abad ke-14. Sebelum rambut mereka berubah menjadi gimbal, kondisi mereka menunjukan gejala penyakit yaitu demam tinggi. Saat itu juga, keesokan harinya rambut anak akan berubah menjadi gimbal dan harus menunggu proses upacara adat yang diadakan setiap tahun. Namun, tidak ada waktu atau umur yang pasti bagi anak-anak untuk melakukan proses upacara ini Agar rambut...
Jamu gendong merupakan sebuah bagian dari ragam kuliner nusantara yang melimpah. Disebut jamu gendong karena disitulah letak keunikannya, yaitu jamu dalam botol-botol kaca atau plastik berwarna putih disusun dengan rapi pada sebuah bakul nasi lalu sang penjual akan melilitkan kain jarik dan menggendongnya sebagai cara untuk berjualan. Bahkan baru-baru ini banyak penjual jamu gendong beralih menjadi penjual jamu bermotor/bersepeda. Jamu gendong sendiri biasanya banyak ditemukan saat pagi hari selepas waktu subuh. Biasanya ibu-ibu yang menjual jamu gendong ini. Asal-usul jamu sebenarnya tidak diketahui. Namun, banyak peracik dan penjual jamu tradisional yang berasal dari desa Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan di desa Bulakrejo, Kabupaten Sukoharjo, berdiri "Patung Jamu dan Petani" sebagai ikon Kabupaten Sukoharjo. Untuk jenis jamu yang dijual sebenarnya bervariasi dari tiap-tiap penjual. Jenis-jenis jamu tersebut bergantung kepada pengalaman dan kebiasaan yang...
Tarian Selendang Pemalang merupakan tarian yang berasal dari daerah Pemalang, Jawa Tengah. Tari Selendang Pemalang berasal dari kata selendang yang dalam bahasa pemalang yaitu lendang yaitu kain yang digunakan untuk menari, sedangkan Pemalang adalah kabupaten. Tarian Selendang di ciptakan oleh seniman Kabupaten Pemalang Drs. Koestoro pada tahun 1985, mengingat Kabupaten Pemalang tidak memiliki tarian khas sendiri. Hingga akhirnya, pada 17 September 2012 Tari Selendang Pemalang diresmikan oleh Bupati Pemalang yaitu Bapak Junaedi sebagai tarian khas Kabupaten Pemalang. Ide terbentuknya tarian ini diambil dari sejarah terbentuknya Kabupaten Pemalang yaitu pada saat jaman Kerajaan Majapahit. Sejarah terbentuknya Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa ada beberapa daerah yang datang dan hidup di Kabupaten Pemalang. Tidak hanya menetap di Kabupaten Pemalang, para pendatang juga membawa kesenian-kesenian dari daerahny...