Masjid Agung Jawa Tengah adalah masjid yang terletak di Semarang , provinsi Jawa Tengah , Indonesia . Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006 . Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah. Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna atau Al Husna Tower yang tingginya 99 meter. Di l antai 19 untuk menara pandang, dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat kota Semarang. Pada awal Ramadhan 1427 H lalu, teropong di masjid ini untuk pertama kalinya digunakan untuk melihat Rukyatul Hilal oleh Tim Rukyah Jawa Tengah dengan menggunakan teropong canggih dari Boscha . Area serambi Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi 6 payung raksasa otomatis seperti yang ada di Masjid Nabawi . Payung...
Halo para pembaca semua!. Kalo bahas tentang budaya Indonesia pasti gak akan ada habisnya ya kan. Nah salah satunya ada warung makan tradisional yang udah ga asing lagi, apalagi buat anak kost seperti saya ini. Ya, apalagi kalau bukan warteg. Warteg atau Warung Tegal menurut wikipedia adalah salah satu jenis usaha gastronomi yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Nah karena harga yang terjangkau itu, Warteg akrab dengan masyarakat kecil dan anak-anak kost seperti saya ini. Makanan yang dijual di warteg itu pada umumnya adalah masakan dan lauk pauk sehari-hari masyarakat Indonesia. Ada, tahu, tempe, sayur-sayuran, dan lauk pauk seperti ikan dan ayam. Warteg tentu saja berasal dari daerah Tegal di Jawa Tengah. Konon awalnya, warteg berasal dari Desa Sidapurna dan Sidakaton yang ada di Kabupaten Tegal. Dan dari desa Krandon yang ada di Kota Tegal. Seiring dengan perkembangan jaman, warteg ga cuma ada di Tegal aja nih. Warteg juga berkembang ke seluruh p...
Musik yangkhim adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang berasal dari daratan Tiongkok. Meski berasal dari daratan Tiongkok, musik ini telah lama berkembang di Indonesia dan menjadi budaya dalam masyarakat. Musik ini masuk ke Indonesia sekitar abad 15-16. Saat ini, musik Yangkhim ini hanya dilestarikan di Kota Semarang, bahkan hanya di satu tempat saja yaitu Kelenteng Tay Kak Sie. Musik Yangkhim ini sudah hampir punah di Indonesia. Hal ini dikarenakan sudah hampir tidak ada lagi orang yang bisa memainkannya. Namun, untungnya, di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang ini setiap seminggu sekali ada kelas ‘ekstrakurikuler’ untuk mengajarkan musik Yangkhim kepada generasi sekarang agar musik Yangkhim ini tidak punah. Adapun biaya untuk belajar musik Yangkhim ini sangat murah bahkan seikhlasnya. Namun, meskipun hampir punah, sentuhan musik Yangkhim tetap bisa kita rasakan, karena musik Yangkhim adalah musik yang mendasari terciptanya musik Gambang Kromong. &nbs...
Musik yangkhim adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang berasal dari daratan Tiongkok. Meski berasal dari daratan Tiongkok, musik ini telah lama berkembang di Indonesia dan menjadi budaya dalam masyarakat. Musik ini masuk ke Indonesia sekitar abad 15-16. Saat ini, musik Yangkhim ini hanya dilestarikan di Kota Semarang, bahkan hanya di satu tempat saja yaitu Kelenteng Tay Kak Sie. Musik Yangkhim ini sudah hampir punah di Indonesia. Hal ini dikarenakan sudah hampir tidak ada lagi orang yang bisa memainkannya. Namun, untungnya, di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang ini setiap seminggu sekali ada kelas ‘ekstrakurikuler’ untuk mengajarkan musik Yangkhim kepada generasi sekarang agar musik Yangkhim ini tidak punah. Adapun biaya untuk belajar musik Yangkhim ini sangat murah bahkan seikhlasnya. Namun, meskipun hampir punah, sentuhan musik Yangkhim tetap bisa kita rasakan, karena musik Yangkhim adalah musik yang mendasari terciptanya musik Gambang Kromong. &nbs...
Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...
Tari Buto lawas merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Tarian Kuda Lumping yang menggabungkan antara kesenian asli dan kesenian modern, kebudayaan ini juga sering dikaitkan dengan unsur "klenik" atau magis. Pada Tarian Buto Lawas, biasanya dimainkan oleh 4 - 6 orang penari. pertunjukan seni buto lawas dimainkan dengan cara menunggangi kuda anyaman bambu dan menari diiringi alunan musik, pada bagian ini penari buto lawas mulai dirasuki oleh roh halus atau kesurupan, terkadang penonton pun juga bisa mengalami fenomena kerasukan ini. Dalam setiap pertunjukkan Buto Lawas ini, untuk memulihkan kesadaran pemain ataupun penonton selalu hadir para datuk yang meemiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali dengan menggunakan pakaian serba hitam. Kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mengambil sikap positif dari Tarian tersebut karena masih ada orang di daerah yang mampu dan mau melestarikan budaya yang hampir ditinggalkan oleh masyarak...
Singkong merupakan salah satu makanan pokok di Indonesia. Dalam benak sebagian besar masyarakat Indonesia singkong hanya dimasak dengan direbus. Namun, berbeda di kecamatan Getasan yang terletak di lereng Gunung Merbabu. Orang lokal biasa mengenalnya sebagai daerah Kopeng. Di kecamatan tersebut terdapat satu dusun, yang bernama dusun Losari, dimana hampir di setiap rumah menjual balok-balok singkong. Balok-balok singkong masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia walaupun sudah cukup terkenal di kalangan lokal dan daerah sekitarnya. Hal tersebut dikarenakan balok-balok singkong ini masih dijual secara 'rumahan' oleh masyarakat dusun Losari. Hal lainnya dikarenakan belum adanya pelatihan entrepeneurship di daerah tersebut terutama untuk para pemuda sehingga belum ada masyarakat yang berinovasi untuk mempromosikan makanan tradisional ini. Nama balok-balok singkong didapat dari bentuknya yang seperti balok-balok. Asal mula pembuatan balok-...
Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...
Putu bumbung adalah salah satu jajanan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah yang sangat khas dengan suara yang dikeluarkan saat proses memasak. Biasanya, putu bumbung yang dibungkus dengan daun pisang dijual oleh pedagang keliling dari rumah ke rumah. Namun kini di sejumlah tempat wisata sudah ada beberapa kios jajanan tradisional yang menjual putu bumbung. Harga satuan putu bumbung berkisar antara Rp 500,00 – Rp 1.000,00. Makanan yang terbuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah ini sering disuguhkan dengan tambahan parutan kelapa di bagian atasnya. Paduan bahan-bahan ini memiliki cita rasa gurih di luar namun manis di dalam. Oleh karena rasanya yang unik dan berbeda dari jajanan tradisional lainnya, putu bumbung sudah mulai menyebar ke daerah-daerah negara lain yang berbatasan dengan Indonesia. Cara membuat putu bumbung sangat unik. Tepung beras yang masih berupa butiran-butiran kasar dimasukkan ke dalam cetakan bambu berbentuk tabung tanp...