fc points playstation 4 Besuche die Website Buyfc26coins.com. Fairer Deal..UD9i
926 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Makna Penggunaan Dupa Saat Sembahyang Dalam Hindu
Ritual Ritual
Bali

Dalam persembahyangan agama Hindu  khususnya di Bali   menggunakan unsur api yang diwujudkan dengan Dupa. Dupa adalah sejenis harum-haruman yang dibakar sehingga berasap dan berbau harum. Dupa dengan nyala apinya merupakan lambang dari Dewa Agni, yang mana berfungsi sebagai berikut: Sebagai Pendeta pemimpin upacara Sebagai perantara menghubungkan pemuja dengan yang dipuja Sebagai pembasmi segala kotoran dan pengusir roh jahat. Sebagai saksi upacara. Penggunaan Api dalam tradisi agama Hindu bersumber dari Kitab Suci Hindu. Dalam kelompok kitab suci Vedanga yang terdiri dari kitab :Siksa, Vyakarana, Chanda, Nirukta, Jyotisa, dan Kalpa. Dalam Reg Weda dan Sama Weda api memiliki peranan: Api adalah pengantar upacara, penghubung manusia dengan Brahman. (Regweda X, 80 : 4) Api (Agni) adalah Dewa pengusir Raksasa dan membakar habis semua mala dan dijadikannya suci. (Regweda VII 15 : 10) Hanya Agni (api) pimpinan upaca...

avatar
Aze
Gambar Entri
Mengenal Lebih Dalam Makna dan Fungsi Kewangen
Ritual Ritual
Bali

Dalam upacara atau persembahyangan dalam Agama Hindu khususnya di Bali dan umumnya di Indonesia. Ada yang namanya Kewangen yang merupakan sarana pelengkap dalam persembahyangan atau upacara. Makna dan Pengertian Kewangen Kewangen berasal dari bahasa jawa kuno yaitu kata “Wangi” yang artinya harum. Mendapat awalan ‘ke’ dan akhiran ‘an’ menjadi kewangian , i + a = e, menjadi Kewangen. Oleh karena kata dasarnya adalah “Wangi”, yang mana wangi itu identik dengan bau yang disenangi dan bau yang dicintai, mungkin dibutuhkan oleh setiap manusia yang normal (Kewangen), maka itu pula yang menyebabkan kewangen itu disebut dan digunakan sebagai simbul yang dapat mewakili Tuhan dalam pikiran umat. Jadi kesimpulannya Kewangen itu adalah simbul Tuhan juga disebut simbul dari huruf Ongkara (hurup Bali) yang juga disebut simbul Tuhan dalam bentuk huruf. Penggunaan Kewangen Kewangen dalam penggunaanya lebih sering digunakan...

avatar
Aze
Gambar Entri
Candi Wasan, Warisan Masa Lalu yang Memaknai Masa Depan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Candi Wasan, Warisan Masa Lalu yang Memaknai Masa Depan Balai Arkeologi Denpasar sempat mengadakan observasi ke Wasan, Batuan, Sukawati, Gianyar. Di lokasi ditemukan sejumlah peninggalan arca yang diperkirakan berasal dari abad XIV. Temuan lainnya adalah sejumlah komponen bangunan candi. Berdasarkan temuan monumental ini, Balai Arkeologi Denpasar mulai mengadakan ekskavasi di situs tersebut. Hasil ekskavasi dari beberapa tahapan diketahui bangunan candi Wasan masih tampak utuh hanya pada bagian kaki candi, sedangkan susunan bagian atas tersusun acak. Apa dan bagaimana sesungguhnya Candi Wasan? MEWACANAKAN Candi Wasan tidak terlepas dari peranan seorang tokoh peneliti Belanda J.C. Krishman yang pertama mengunjungi situs Wasan pada tahun 1950. Ketika itu hanya ditemukan gundukan tanah dan sejumlah arca kuno yang berserakan. Namun oleh masyarakat pengemong pura, lokasi itu masih dimanfaatkannya untuk pemujaan dengan mendirikan bangunan sederhana di atasnya. Baru setelah beberap...

avatar
Roro
Gambar Entri
Ni Sewagati Kembang Desa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Suara embo-emboan (ruas batang padi yang telah menguning dibuat mirip suling) terdengar di lembah sana, di sawah yang luas dengan padi yang mulai menguning. Pemuda-pemuda tani sedang menjalani musim mengaso, menunggu datangnya musim panen, di mana nanti mereka mulai giat bekerja lagi. Di sore hari di suatu tempat yang rindang teduh, berkumpullah 4-6 orang pemuda, asyik dengan obrolan remaja mereka, yang kadang-kadang diselingi tiupan embo-emboan, yang menimbulkan nada-nada lagu rindu sebagai ilustrasi dari keindahan alam pedesaan dengan segala keunikannya.   Di kala itu di desa yang sama, yaitu di desa Banjar Sari, ada seorang gadis, bagaikan bunga baru mekar, Ni Ketut Sewagati namanya. Sudah menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat desa, dimana hubungan seorang dengan yang lainnya sangat erat. Dengan keadaan seperti ini sudah barang tentu, nama Ni Ketut Sewagati dalam waktu yang singkat tersebar ke seluruh pelosok desa. Tiap pemuda desa sudah merasa bangga, kala...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Tari Wirayudha
Tarian Tarian
Bali

Tari Wirayudha merupakan tari perang yang ditarikan oleh antara 2 sampai 4 pasang penari pria bersenjatakan tombak. Tari ini menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap-siap untuk maju ke medan perang. Para penari mengenakan hiasan kepala berbentuk udeng-udengan, tarian yang merupakan produksi Sanggar Tari Bali Waturenggong ini adalah ciptaan I Wayan Dibia pada tahun 1979. sumber : http://www.tradisikita.my.id/2015/05/15-tarian-tradisional-dari-bali.html

avatar
Aze
Gambar Entri
Keladi, romaine lettuce, bean sprouts
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Bahan-bahan 1 porsi 1 butir  keladi 4 lembar  daun lettuce Romaine Segenggam  bean sprouts yg bisa dibuat dari kacang-kacangan secukupnya  Udang 50 cc  fresh cream atau secukupnya Garam, Butiran merica, ketumbar, giling kasar(simpan merica, ketumbar dalam tabung grinder 4 butir  tomat chery/tomat Italia yang lonjong Langkah 10 menit Kupas keladi, potong 4. Rebus hingga empuk. Sisihkan. Sayuran dipotong 4 cm....

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Songket Beratan
Motif Kain Motif Kain
Bali

Tradisi menenun kain songket di Kelurahan Beratan terkait dengan konsep agaluh agandring sebagai satu kesatuan mata pencaharian di dalam keluarga inti. Konsep agaluh adalah perempuan bekerja sebagai penenun kain songket untuk mata pencaharian. Konsep agandring adalah laki-laki yang mengerjakan kerajinan emas dan perak sebagai mata pencaharian. Profesi agaluh masih tetap berlangsung sampai saat ini. Ciri khas hasil produksi kain tenun songket di Kelurahan Beratan adalah sebagai berikut: 1) Motif dan ragam hias didominasi penggunaaan motif klasik, 2) Motif dibuat dengan ukuran benang emas yang lebih kecil sehingga renyep (rapat dan indah) dan kerep (rapat dan halus), 3) Menggunakan benang halus sehingga songket menjadi ringan, tidak berat dipakai, 4) Antara basang (bagian dalam kain) dan tundu (bagian luar kain) tidak menampakkan perbedaan yang mencolok. Jenis-jenis kain songket yang terdapat di daerah Bali yang termasuk pula yang terdapat di Kelurahan Beratan terdiri atas empat j...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Museum Brawijaya Malang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

SEJARAH BERDIRINYA Usaha untuk pendirian Museum Brawijaya telah dilakukan sejak tahun 1962 oleh Brigjend TNI (Purn) Soerachman (mantan Pangdam VIII/Brawijaya tahun 1959-1962). Pembangunan gedung museum kemudian mendapat dukungan pemerintah daerah kotamadya Malang dengan penyediaan lokasi tanah seluas 10.500 meter persegi, dan dukungan biaya dari Sdr.Martha, pemilik hotel di Tretes Pandaan. Arsitek museum adalah Kapten Czi Ir.Soemadi. Museum dibangun pada tahun 1967 dan selesai 1968.   Nama Museum Brawijaya ditetapkan berdasarkan keputusan Pangdam VIII/Brawijaya tanggal 16 April 1968 dengan sesanti (wejangan) 'Citra Uthapana Cakra' yang berarti sinar (citra) yang membangkitkan (uthapana) semangat/kekuatan (cakra). Sedangkan museum diresmikan pada tanggal 4 Mei 1968.   PERANAN MUSEUM BRAWIJAYA Sebagai media pendidikan Sebagai tempat rekreasi Sebagai tempat penelitian ilmiah Sebagai tempat pembinaan mental k...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Gedong Arca
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Museum Gedong Arca , Gianyar Plaats:   Gianyar Provincie:   Bali Land:   IND Type organisatie:   Museum Postadres:   Museum Gedung Arca ( Museum Arkeologi) Jl. Raya Tampak Siring, Tampaksiring, Kec. Gianyar 80515 Gianyar tel: (0361) 942947...

avatar
Roro