Van Wely (1906: 47) mengungkapkan bahwa bahasa Belanda-Indo di Hindia- Belanda lahir sekitar abad ke-18 sebagai pengganti kreol Portugis dan digunakan sebagai bahasa pergaulan antara tentara Belanda dengan penduduk asli. Cress (1998: 23) mengartikan bahasa Pecok sebagai sebuah variasi dari bahasa Belanda yang kosa kata, pengucapan dan penerapan aturan tata bahasanya dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa atau bahasa setempat lainnya – kadang secara langsung, kadang turunan dari bahasa itu dan kadang dalam bentuk campuran hingga membuat kata-kata dan aturan sendiri. Seperti yang telah dinyatakan oleh De Gruiter (1990: 17), bahasa Belanda- Indo merupakan bahasa yang lahir akibat persentuhan bahasa Belanda dengan bahasa lain di tempat lahirnya bahasa Indo tersebut. Contohnya adalah bahasa Krojo, bahasa Belanda-Indo yang lahir akibat persentuhan bahasa Belanda dengan bahasa Jawa di Semarang dan Petjo – bahasa Belanda-I...
Wak wak gung nasinye nasi jagung alapnye lalap putat sarang goak dipoon jagung gang ging gung Pit a la ipit anak satu kejepit sipit maen-maenan anak Betawi Rame-rame maenya di pinggir kali Bulannye timbul gede sekali Cahayanye aduh terang sekali Lan lan tok bulannye s’gede batok nggak abis buat besok eh nyang jadi musti dipatok Pit a la ipit anak satu kejepit sipit
Nyok kita nonton ondel-ondel ... Nyok Nyok kita ngarak ondel-ondel ... Nyok Ondel-ondel ade anaknya nye ... Boy Anaknya ngiger ter iteran ... Soy Mak bapak ondel-ondel ngibing ... Ser Ngarak penganten disunatin ... Ser Goyangnya asik ndut-ndutan ... Dut E nyang ngibing ige-igelan ... Gel Plak dumblang dumblang plak-plak Gendang nyaring ditepak Yang ngiringin nandak Pade surak-surak Tangan iseng jailin Kepale anak ondel-ondel Taroin puntungan Rambut kebakaran Anak ondel-ondel jijikrakan ... Krak Kepale nyale berkobaran ... Bul Yang ngarak pada kebingungan ... Ngung Disiramin air cecomberan ... Byur
Lagu Jali-Jali seperti telah menjadi lagu kebangsaan masyarakat adat Betawi atau Kota Jakarta pada umumnya. Lagu tersebut benar-benar telah menjadi ikon di ibukota Indonesia tersebut. Banyak kelompok-kelompok kesenian tumbuh di Jakarta . Kelompok-kelompok itupulalah yang turut melestarikan kesenian Betawi . Beberapa kelompok meyakini bahwa Jali-Jali lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum ‘Cina peranakan Jakarta’ melalui musik tradisional mereka, gambang kromong. Wajar bila masyarakat Betawi mengenal lekat dengan nama Jali-Jali, pasalnya, Jali-Jali merupakan sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Buah jail-jali sangat akrab di mata anak-anak Betawi. Buah tersebut kerap dijadikan pelulu senapan mainan yang mereka buat dari bilah bambu. Sedangkan bagi ibu-ibu Betawi, jali-jali sering kali diolah menjadi bubur yang popular disebut bubur jali. Jali-jali juga kerap menjadi hiasan tir...
Salah satu senjata tradisional masyarakat Betawi, yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan sudah menyatu dalam kehidupan mereka. Setiap keluarga Betawi pasti memilikinya, bahkan setiap lelaki pada zaman dahulu selalu membawanya kemanapun mereka pergi. Namun karena perkembangan zaman serta teknologi sehingga golok sudah dianggap tidak praktis lagi dan mulai jarang ditemukan masyarakat Betawi yang memilikinya, kecuali yang masih populer golok gablongan (golok kerja). Walaupun secara fisik golok tidak lagi menyertai ke mana seorang lak-laki pergi, namun berbagai kesenian yang tumbuh di kalangan orang Betawi, terutama lenong selalu menampilkan tokoh-tokoh yang menyelipkan golok sebagai senjata andalan, bahkan ada beberapa pantun yang diciptakan berkaitan dengan golok. Golok gue golok Ciomas, Sepotong perak sepotong emas, Kalau ngomong jangan bikin panas, Entar gue cincang seperti nanas. Golok dalam masyarakat Betawi dibedakan ke dalam dua ka...
Permainan Kalengan bisa ditemui di daerah Condet, Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur. Akan tetapi, tentu permainan ini juga tidak hanya terdapat di Condet, namun di beberapa daerah lain juga. Kalengan dimainkan oleh anak-anak usia 9-12 tahun, baik laki-laki maupun perempuan sekurang-kurangnya dua orang. Dahulunya, permainan kalengan menggunakan potongan- potongan bambu bulat. Hal ini ditujukan agar bambu dapat diletakkan dalam posisi berdiri. Namun seiring berjalannya waktu, bambu bulat diganti dengan kaleng susu atau biskuit. Permainan kalengan memiliki taruhan dalam bentuk biji melinjo yang dimasukkan ke dalam kaleng. Penggunan biji melinjo sebagai taruhan dikarenakan pada saat itu hampir setiap rumah di Condet memiliki pohon melinjo. Adapun bentuk taruhan di daerah lain berbeda sesuai dengan keadaan lingkungannya. Permainan kalengan dimainkan di tempat yang cukup luas atau di halaman rumah. Anak-anak biasanya memainkannya pada saat siang hari. Setiap pemain ha...
Belum diketahui secara jelas arti dari nama ‘Koba Tiup’ dalam permainan ini. Namun secara umum, permainan ini adalah permainan melemparkan karet ke dalam lidi dan jika karetnya bersinggungan maka dibantu dengan tiupan. Permainan ini dimainkan oleh anak-anak laki dengan rentang usia 5-13 tahun. Biasanya pemain terdiri dari 3-5 orang atau lebih. Di dalam permainannya terdapat unsur taruhan. Peralatan yang digunakan dalam permainan koba tiup adalah karet gelang dan lidi dengan panjang sekitar 5 cm. Koba tiup dimainkan pada sebidang tanah, bukan lapangan bersemen atau lantai berkeramik. Hal ini ditujukan agar mudah menancapkan lidi dan membuat garis batas. Sebelum permainan dimulai, setiap pemain mengumpulkan taruhan karet sesuai kesepakatan. Kemudian dibuat garis pertama yang disebut pidi dan garis kedua yang disebut dengan garis mati . Jarak kedua garis tersebut adalah sekitar 1,5 meter. Pada jarak 25 cm dari garis mati ditancapkan batang lid...
Belum diketahui secara jelas arti dari nama ‘Koba Tiup’ dalam permainan ini. Namun secara umum, permainan ini adalah permainan melemparkan karet ke dalam lidi dan jika karetnya bersinggungan maka dibantu dengan tiupan. Permainan ini dimainkan oleh anak-anak laki dengan rentang usia 5-13 tahun. Biasanya pemain terdiri dari 3-5 orang atau lebih. Di dalam permainannya terdapat unsur taruhan. Peralatan yang digunakan dalam permainan koba tiup adalah karet gelang dan lidi dengan panjang sekitar 5 cm. Koba tiup dimainkan pada sebidang tanah, bukan lapangan bersemen atau lantai berkeramik. Hal ini ditujukan agar mudah menancapkan lidi dan membuat garis batas. Sebelum permainan dimulai, setiap pemain mengumpulkan taruhan karet sesuai kesepakatan. Kemudian dibuat garis pertama yang disebut pidi dan garis kedua yang disebut dengan garis mati . Jarak kedua garis tersebut adalah sekitar 1,5 meter. Pada jarak 25 cm dari garis mati ditancapkan batang lid...
Permainan ini merupakan permainan yang dapat dimainkan kapan saja. Salah satu daerah di Jakarta yang sering memainkan permainan ini adalah Rawa Barat, Kebayoran Baru. Sekurang-kurangnya pemain berjumlah dua orang, dimana pada umumnya pemain adalah anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun. Peralatan yang dibutuhkan untuk bermain Palogan Gundu adalah gundu (kelereng) dan balok kayu dengan panjang sekitar 2 m, lebar sekitar 15 cm, dan tinggi sekitar 12 cm. Balok kayu itu lah yang disebut dengan palogan . Palogan diletakkan horizontal menghadap tempat pemukul gundu atau yang disebut dengan pidian . Permainan palogan gundu tidak menggunakan iringan apapun dan tidak perlu syarat-syarat khusus. Akan tetapi terdapat aturan jarak peletakkan alat permainnya sebagai berikut: Jarak palogan – pidian : 4 m Jarak palogan – pasangan gundu : 1,5 m Jarak jajaran gundu-gundu...