Kata Tumbilotohe berasal dari dua kata, yaitu tumbilo yang artinya pasang dan tohe yang artinya lampu. Dengan demikian, Tumbilotohe adalah malam pemasangan lampu dalam rangka untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Lampu-lampu ini mulai dipasang tiga hari sebelum hari lebaran. Biasanya lampu-lampu yang dipasang berupa lampu dari botol atau dari kaleng bekas yang bersumbu dan berbahan bakar minyak tanah atau jenis lainnya yang akan dipasang dengan berbagai bentuk. Tradisi Tumbilotohe telah ada sejak beberapa abad lalu. Di saat itu listrik masih langka, di penghujung bulan Ramadhan masyarakat Gorontalo akan memasang lampu di halaman rumah dan di sepanjang jalan menuju tempat ibadah secara sukarela. Hal tersebut ditujukan untuk mempermudah para warga yang akan pergi ke tempat ibadah dan juga untuk mempermudah para warga yang akan membagikan zakat fitrah di malam hari. Lampu-lampu yang digunakan masih terbuat dari damar dan juga getah pohon, hal tersebut...
Gorontalo merupakan salah satu provinsi termuda dan baru diresmikan pada tanggal 22 Desember 2000 setelah memisahkan diri dari provinsi induknya, yaitu Provinsi Sulawesi Utara. Meskipun terbilang sebagai provinsi baru, namun bukan berarti Provinsi Gorontalo mempunyai masyarakat dengan kebudayaan yang tertinggal. Kebudayaan suku Gorontalo sendiri sudah tumbuh dan berkembang jauh sebelum provinsi Gorontalo ini diresmikan. Tumbuh dan berkembangnya kebudayaan suku Gorontalo salah satunya bisa dilihat dari adanya desain dari rumah adat Gorontalo yang bernama "Rumah Doluhapa" dan "Rumah Bandayo Pomboide". Nah, seperti apakah kedua rumah adat tersebut? Berikut ini penjelasannya. 1. Rumah Dolohupa Rumah Dolohupa Dalam bahasa Gorontalo, kata Doluhapa sendiri artinya adalah “Mufakat”. Nama tersebut sesuai dengan fungsi dari rumah adat ini yang kerap digunakan untuk bermusyawarah guna mencapai mufakat di dalam perkara adat di ma...
Jika anda berkunjung ke Asahan, tidak lengkap rasanya jika belum mencoba kuliner khas daerah. Di Kabupaten Asahan terdapat kuliner asli Asahan yang namanya Anyang Pakis. Anyang Pakis bisa dimakan tanpa menggunakan nasi. Anyang pakis lebih mirip urap kalau di Pulau Jawa. Hanya saja Anyang Pakis menggunakan bumbu kelapa yang disangrai seperti serundeng. Bumbu dasarnya juga mirip bumbu urap, yaitu bawang merah, serai, daun jeruk, dan ketumbar. Semuanya dihaluskan lalu disangrai bersama kelapa. Sri Wahyuni (45) salah seorang pengelola rumah makan di kota Kisaran mengatakan, sepuluh tahun lalu Anyang Pakis menjadi menu yang sangat mudah dijumpai. Tetapi, seiring jalannya waktu, Anyang Pakis kini tinggalah makanan musiman. Kita hanya akan menjumpai Anyang Pakis pada saat musim Bulan Puasa. Sangat jarang atau bahkan sangat sulit kita menemukan Anyang Pakis selain di Bulan Puasa. Jika Bulan Puasa tiba, pusat jajanan Ramadhan di Kota Kisaran pasti menjadikan Anyang Pakis sebagai sala...
Kue Brudel -- Broedel kue khas Manado merupakan kue perpaduan antara jenis cake dan roti. Kue yang sering dikonsumsi kala sore hari, sebagai teman minum kopi/teh oleh para meneer, mevrouw, sinyo dan noni Wolanda (baca:Belanda). Ternyata masih lestari juga di Tanah Minahasa ini. Kue bertekstur berat ini sudah menjadi semacam makanan rakyat. Sering disajikan pada acara acara biasa. Baik acara arisan, ibadah, ulang tahun bahkan acara kedukaan. Banyak masyarakat mengkonsumsi kue Brudel ini dengan mencelupkannya ke dalam kopi dan/atau teh hangat. Rasanya memang menjadi lebih oke. Ada berbagai macam variasi dari Kue Brudel ini. Ada yang pake keju, kenari, kismis, sukade, buah kering (mix fruit) dan lain sebagainya. Simak resep kue khas Manado dibawah ini Bahan: 3 butir telur 500 gram tepung terigu 150 gr margarine 200 gr gula pasir 1 sachet susu bubuk Dancow instant (...
Lirik: Ti pa' Nani Wartabone donggo boli buheli liyo Lo la wani kumbani ya Japangi waw Permesta lolo lopu moa amila Di yalu ta ohe liyo penu bulo bulo tahiyo Ambao dudula liyo gaso mota pu liyo u i tolo a kali liyo Masa tiya ma amani lipu ma ilo di huma bolo mo po'o daha pi lito Sambe duhu u mo pu lito ho ho ho ho ho ho ho ho Tipa' Nani Wartabone lolo ta tanggulo mopiyo Dudui lo pongotota ili mu po'o dapata tilangiyo lo lipu ta uwaSource: http://www.lagu-daerah.com/2015/04/lirik-lagu-daerah-sulawesi-utara-1.html
Wedang tai kambing ini seringkali juga disebut wedang ronde ala Manado. Penamaan ini diberikan karena bentuknya bola-bola kecil dan berkuah hitam seperti tai kambing. Wedang ini berfungsi untuk penghangat badan, hidangan ini juga sudah menjadi tradisi orang Cina Manado dalam rangkaian upacara pernikahan. Tai kambing ini biasanya disajikan pada malam sehari menjelang hari pernikahan. Kurang lebih seperti malam midodareni. Pada malam itu, keluarga pihak pengantin wanita akan menjamu tamu-tamu dan relasinya juga para sahabat dan teman-teman pengantin wanita, seolah malam perpisahan "status", atau malam terakhir sebagai gadis, karena pada besok hari, sang "nona" sudah menyandang status sebagai istri dan tentu saja sudah tidak gadis lagi. Pada malam ini, tidak ada tamu yang berkaitan dengan pengantin pria. Bahkan pengantin pria pun tidak hadir. Uniknya lagi, malam midodareni ini sering disebut "malam tai kambing", hanya saja untuk pe...
Bahan-bahan 500 gr mangga (bebaskan) saya pake harum manis 250 gr anggur merah (banyakin boleh, bebaaas) 500 gr apel (bebas) saya pake washington 1 kg nata de coco (saya pake kara yg ) 250 gr yogurt 250 gr mayonaise 1 klg SKM (saya pake carnation) 1 kotak kraft chedar (parut) Langkah Potong semua buah sesuai selera Campur mayonaise, yogurt, SKM Taruh semua buah di mangkok besar dan nata de coco yg sdh dibuang airnya, siram dengan campuran mayonaise, yogurt dan skm yg sdh diaduk td. Aduk rata semua. beri keju parut sebagai topping agar lebih enak, Masukin kulkas ya sebelum dimakan, biar rasanya makin maknyoooos.. Bisa dibeli di: Wisata Bahari Seafood Restaurant Jalan Wolter monginsidi 1 Bahu Mall Complex, Manado Sumber : https://cookpad.com/id/resep/231523-salad-buah-ala-manado
Bahan-bahan 25 gelas 1 kg sirsat kupas blender 1 kg blewah kerok lembut panjang 500 gr nata de coco 2 butir kelapa muda kerok secukupnya air kelapa 1 kaleng susu kental manis 50 gr biji selasih rendam di air dingin sampai mengapung secukupnya es batu 1 buah lemon iris 1 botol syrup rasa melon Langkah Campur semua bahan jadi 1 di dalam Wadah es buah. Beri Es Batu dan syrup lalu aduk cicipi tingkat kemanisannya. Jika terlalu manis biar kan saja krn ada es batu yg akan mencair nantinya RM yang menyediakan: Ateng Rumah Makan Jl. Kelapa Gading Permai Raya Blok D1 No. 1, Kelapa Gading, Jakarta 021 4524349 Sumber : https://cookpad.com/id/resep/3050874-es-manado-ceria
Bahan-bahan 1 bh pepaya matang potong kotak 2 bh alpukat potong kotak 1 bks nata de coco Sirup abc orange secukupnya SKM putih es batu Langkah Campur semua bahan di wadah beri sirup dan susu beri es batu rasa sesuai selera dan siap dinikmati dlm keadaan dingin RM yang menyediakan: Beautika Manado Jl. Hang Lekir No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (021) 722 6683 Beautika Manado Jl. Abdul Muis No. 70, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (021) 381 2340 Beautika Manado Jl. Jendral Sudirman No. 52-53, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman (SCBD) Lot. 8, 0851-0058-2332/23, (021) 515 5157 Beautika Manado Jalan Raya Kupang Indah No. 1, Surabaya, (031) 731 1647 Sumber : http://beautika-manado.com/menu/ https://cookpad.com/id/resep/1795406-es-buah-segar-manado