masyarakat adat
268 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bedog Banten
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Golok atau bedog menjadi atribut sehari-hari kaum laki-laki Bady. Ada dua macam golok yang dibuat dan digunakan oleh Masyarakat Baduy, yaitu golok polos dan golok  yang berpamor. Golok polos dibuat dengan proses biasa, menggunakan besi baja bekas per pegas kendaraan bermotor yang ditempa berulang-ulang. Golok ini biasanya di gunakan untuk menebang pohon, mengambil bambu, dan keperluan lainnya, sedangkan golok yang berpamor adalah golok yang telah dipercayai kekuatannya memiliki urat-urat atau motif gambar yang menyerupai urat kayu dari pangkal hingga ujung golok pada kedua permukaannya. Proses pembuatannya lebih lama dan memerlukan percampuran besi dan baja yang khusus. Kekuatan dan ketajaman golok pamor melebihi golok polos biasa, di samping itu memiliki kharisma tersendiri bagi yang menyandangnya.   Golok buatan orang Baduy –Dalam berbeda  dengan buatan orang Baduy-Luar, perbedaannya terletak pada serangka dan perahnya, baik yang berpamor maupun tidak....

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Kapak Beliung
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Kapak Baliung adalah alat untuk menebang pohon besar atau sbagai perkakas untuk membangun rumah. Di daerah lain disebut kapak, gagangnya terbuat dari kayu yang sedikit panjang (30-35cm). Tenaga dan tekan baliung lebih besar dan kuat dari pada golok, oleh karena itu baliung terbuat dari besi baja yang lebih besar dan tebal pada bagian pangkal.  Sumber: http://unj-pariwisata.blogspot.com/2012/05/kesenian-masyarakat-baduy.html  

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Tas Koja dari Baduy
Ornamen Ornamen
Banten

Suku Baduy yang berada di Banten terkenal sebagai salah satu suku yang masih sangat mempertahankan adat dan dekat dengan alam. Mereka memanfaatkan alam dengan secukupnya, dan selalu menjaganya. Salah satu hasil kerajinan dari bahan alam yang dibuat oleh Suku Baduy adalah Tas Koja.  Tas Koja adalah tas yang terbuat dari kulit pohon Teureup. Kenapa terbuat dari pohon Teureup? kulit pohon ini lebih awet dan kuat. Proses membuatnya lumayan lama bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan bisa seminggu. Cara membuatnya yaitu pertama-tama kita harus masuk ke pedalaman untuk mencari pohon Teureup, pilih pohon yang bersua 2-3 tahun, jangan yang masih muda. Lalu kupas kulit kayunya. Kulit kayu tersebut direndam agar serat seratnya terpisah, lalu dijemur hingga kering untuk dibuat benang. Setelah jadi benang, kemudian dirajut. Jadilah tas Koja khas Suku Baduy.  

avatar
Fauziah Hanum
Gambar Entri
Seren Taun
Ritual Ritual
Banten

Seren Taun merupakan pesta panen untuk mensyukuri hasil alam yang telah diterima masyarakat digelar satu tahun sekali. Cisitu, Lebak Banten merupakan salah satu wilayah yang rutin mengadakan Seren Taun, selain Ciptagelar yang sudah masuk kawasan Sukabumi. Tiga hari sebelum upacara adat, biasanya musik dangdut, wayang golek serta tari jaipong ikut memeriahkan pesta rakyat ini. Sebelum upacara adat dimulai akan ada ibu-ibu yang menumbuk padi yang membentuk sebuah irama disebut dengan gegendek lisung, diiringi dengan angklung buhun serta beberapa pria membawa padi. Tradisi turun temurun Seren Taun menjadi kearifan lokal yang harus dijaga kelestariannya.

avatar
Ratuaws
Gambar Entri
Urab Rumput Laut
Makanan Minuman Makanan Minuman
Banten

Urab Rumput Laut adalah makanan yang terbuat dari ganggan laut atau masyarakat sekitar menyebutnya rumput laut kemudian dikukus lalu dicampur dengan ampas kelapa yang telah diberi bumbu dan cabai.

avatar
Ratuaws
Gambar Entri
Mesjid Koja
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Mesjid Koja salah satu mesjid yang pernah dibangun di sekitar komplek peninggalan purbakala Banten Lama. Mesjid ini dibangun di tengah perkampungan masyarakat keturunan Arab dan Persia. Letak masjid ini antara Benteng Speelwijk dan Karangantu. Kini bangunan tersebut sudah bubar dan rata dengan tanah. Tetapi sejarah mencatat bahwa di sekitar mesjid Koja dulu pernah tinggal bangsa India, Cina, Jepang, Arab, Persia yang datang sebagai pedagang.

avatar
Ratuaws
Gambar Entri
Pangeran Astapati
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Pangeran Astapati adalah pengikut setia Sultan Muhammad Arif Zaenal Asikin yang memerintah pada tahun 1743-1773. Nama aslinya adalah Wira Suta. Konon sebelum dinobatkan sebagai seorang pangeran dengan gelar yang sesuai dengan sepak terjangnya ia adalah pelarian dari "negeri sejuta pantangan" yaitu Baduy. Suta keluar dari tatanan adat Kenekes karena ingin mencari pengalaman di dunia lain. Awalnya pemuda yang bertubuh kekar ini bekerja di lingkungan keraton, kemudian karena ia rajin diperbolehkan untuk belajar sni bela diri dan keprajuritan. Dari keberanian dan ketangkasan yang diperlihatkannya maka ia diberi tambahan Wira di depan namanya. Setelah menguasai ilmu bela diri ia diberi kepercayaan untuk memimpin pasukan perang. Salah satunya saat memimpin pasukan perang antara Banten dengan Lampung. Lalu Sultan Banten memberi gelar Pangeran Astapati atas jasa-jasanya itu ia dinikahkan dengan putri sultan, anak yang lahir sari keduanya di beri nama Djajadiningrat. Pangeran Astapat...

avatar
Ratuaws
Gambar Entri
Banten
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Asal-usul nama Banten banyak berbagai versi yang mencatatnya, Banten diterjemahkan sebagai yang berasal dari Ketiban Inten artinya kejatuhan inten. Catatan sejarah itu terdapat dalam buku Pakem Banten yang ditulis Tb. H. Ahmad dicetak oleh Drukkerij Oesaha tahun 1935. Namun asal-usul nama Banten itu dibantah oleh ilmuwan yang mempelajari sejarahnya. Menurut sebagian ahli nama Banten berasal dari Bantahan. Sebab masyarakat Banten dikenal sebagai masyarakat yang sering membantah perintah atau aturan yang telah ditetapkan.

avatar
Ratuaws
Gambar Entri
Sasaka Domas
Ritual Ritual
Banten

PETUNJUK IBADAH SUCI SUKU BADUY   Kiblat ibadah pe-muja-an umat Sunda Wiwitan disebut Sasaka Domas, atau Sasaka  Pusaka Buana atau Sasaka Pada Ageung. Sasaka Domas adalah bangunan punden berunduk atau berteras-teras sebanyak tujuh tingkatan. Setiap teras diberi hambaro, benteng, yang terdiri atas susunan “menhir” (batu tegak) dari batu kali. Pada teras tingkat keempat terdapat menhir yang besar dan berukuran tinggi sekitar 2 m. Pada tingkat teratas terdapat “batu lumpang” dengan lubang bergaris tengah sekitar 90 cm, menhir dan “arca batu”. Arca batu ini disebut  Arca Domas . Domas berarti keramat, suci. Tingkatan teras, makin ke selatan undak-undakan makin tinggi dan suci. Digambarkan oleh Koorders (1869), Jacob dan Meijcr (1891) dan Pleyte (1909) bahwa letaknya di tengah hutan tua yang sangat lebat, hulu sungai Ciujung dan puncak gunung Pamuntuan. Bangunan tua ini merupakan sisa peninggalan megalitik. Sebagai...

avatar
Oase