Senjata dan Alat Perang
Senjata Tradisional
Banten
Baduy, Banten
Bedog Banten
Golok atau bedog menjadi atribut sehari-hari kaum laki-laki Bady. Ada dua macam golok yang dibuat dan digunakan oleh Masyarakat Baduy, yaitu golok polos dan golok yang berpamor. Golok polos dibuat dengan proses biasa, menggunakan besi baja bekas per pegas kendaraan bermotor yang ditempa berulang-ulang. Golok ini biasanya di gunakan untuk menebang pohon, mengambil bambu, dan keperluan lainnya, sedangkan golok yang berpamor adalah golok yang telah dipercayai kekuatannya memiliki urat-urat atau motif gambar yang menyerupai urat kayu dari pangkal hingga ujung golok pada kedua permukaannya. Proses pembuatannya lebih lama dan memerlukan percampuran besi dan baja yang khusus. Kekuatan dan ketajaman golok pamor melebihi golok polos biasa, di samping itu memiliki kharisma tersendiri bagi yang menyandangnya.
Golok buatan orang Baduy –Dalam berbeda dengan buatan orang Baduy-Luar, perbedaannya terletak pada serangka dan perahnya, baik yang berpamor maupun tidak. Golok terbuat dari bahan baja dan besi pegas kendaraan bermotor. Pembuatannya dengan cara menempas besi baja tersebut hingga pipih dan tajam dengan pemanasan arang.
Hiasan golok diterakan pada bagian sarangka dan perah tersebut, dengan menggunakan pisau panggot, pisau raut atau gergaji kecil.
Bahan untuk membuat sarangka adalah kayu Reunghas, dan perahnya dari bahan kayu duren atau kayu jenis lain yang lebih keras. Pengikat atau pengkuat serangka menggunakan bahan tanduk sapi atau kerbau yang telah diraut. Tanduk sapi atau kerbau terkadang digunakan untuk perah golok (berdasarkan pesanan).
Sumber: http://unj-pariwisata.blogspot.com/2012/05/kesenian-masyarakat-baduy.html